Kehidupan Masyarakat pada Zaman Praaksara

Sekarang, kita hidup di zaman serba teknologi. Elo bisa belajar, berkomunikasi, sampai mendapatkan makanan dengan mudah lewat bantuan alat-alat berteknologi canggih.

Tapi, elo pernah kepikiran, nggak? Gimana sama kehidupan masyarakat praaksara? Jangankan teknologi, aksara atau tulisan aja, mereka belum kenal. Terus, gimana cara mereka bertahan hidup?

Nah, pas banget, nih. Topik tentang kehidupan masyarakat pada zaman praaksara akan kita bahas selengkapnya di artikel kali ini. Mulai dari pengantar kehidupan praaksara, kemunculan makhluk hidup, manusia purba, sampai warisan peradaban mereka.

materi Sejarah Kelas 10 Manusia Indonesia Masa Praaksara meliputi pengantar kehidupan praaksara, awal kemunculan makhluk hidup, manusia purba, dan warisan peradaban manusia purba.
Materi yang akan dipelajari dalam topik Manusia Indonesia Masa Praaksara, mata pelajaran Sejarah Kelas 10. (Arsip Zenius)

Langsung aja kalau gitu, yuk, kita bahas satu per satu!

Pengantar Kehidupan Praaksara

Sobat Zenius, kegiatan kita sehari-hari nggak bisa lepas dari yang namanya huruf atau tulisan. Contoh sederhananya, untuk mengerti materi ini, elo harus memahami setiap tulisannya. Atau, saat bepergian, elo harus bisa membaca petunjuk jalan supaya nggak kesasar.

Kegiatan-kegiatan di atas membuktikan kalau kita nggak bisa jauh dari tulisan. Sementara, kalau kita tarik waktu ke belakang, manusia purba udah hidup sebelum adanya tulisan di zaman praaksara.

Istilah praaksara berasal dari kata “pra” yang berarti sebelum dan “aksara” yang berarti tulisan. Jadi, zaman praaksara adalah masa di mana belum ditemukannya tulisan.

Perbedaan pengertian istilah masa prasejarah, masa praaksara, dan manusia purba.
Perbedaan masa prasejarah, masa praaksara, dan manusia purba. (Arsip Zenius)

Elo bisa menebak, nggak? Kira-kira, kapan zaman praaksara ini berlangsung?

Dalam buku Masa Praaksara (2019), disebutkan kalau zaman praaksara terjadi selama kurun waktu sebelum manusia menciptakan tulisan. Artinya, zaman ini udah dimulai sejak bumi terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Wah, lama banget, ya!

Terus, kapan zaman praaksara ini berakhir? Setiap wilayah di dunia punya awal dan akhir masa praaksara yang berbeda-beda. 

Di Indonesia sendiri, zaman praaksara berakhir pada abad IV Masehi yang ditandai dengan masuknya peradaban Hindu-Buddha ke Indonesia dan penemuan prasasti.

Namun, sebelum masuk ke pembahasan masyarakat praaksara, gue mau membawa elo ke masa yang jauh sebelumnya nih, jauh sebelum manusia hadir di muka bumi. Bahkan, bukan hanya manusia saja, tapi juga masa sebelum bumi dihuni oleh makhluk hidup apa pun. 

Nah, terus kalau begitu, gimana sih awal kemunculan makhluk hidup di bumi?

Munculnya Makhluk Hidup di Bumi

Awal munculnya makhluk hidup terjadi melalui berbagai kejadian dan proses. Karena itu, ada dua hal yang perlu elo pelajari terkait hal ini, yaitu periodisasi geologis dan periodisasi litik.

Periodisasi Geologis

Periodisasi geologis berkaitan sama proses terbentuknya bumi sampai munculnya kehidupan. Di periode ini, elo bisa tahu kalau ternyata, kemunculan makhluk hidup membutuhkan proses yang lama, bahkan sejak awal bumi terbentuk. Elo bisa lihat tabel perkembangannya di bawah ini.

periodisasi geologis masa praaksara meliputi masa arkeozoikum, paleozoikum, mesozoikum, dan neozoikum.
Tabel periodisasi geologis masa praaksara. (Arsip Zenius)

Nggak cuma paham tentang proses perkembangan bumi, selanjutnya, elo juga harus tahu gimana akhirnya makhluk hidup yang ada di bumi bisa beraneka ragam. Pembahasan ini bakal elo pelajari selengkapnya lewat teori evolusi.

Apa itu teori evolusi? Sobat Zenius ada yang tau artinya?

Jadi, teori evolusi adalah teori yang menjelaskan asal-usul keanekaragaman hayati yang berasal dari perkembangan bertahap dan lambat. 

Kalau gue sebutkan nama Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace, elo pasti udah nggak asing lagi. Iya, keduanya adalah tokoh yang paling terkenal dalam membahas teori evolusi ini.

Menurut Darwin, evolusi makhluk hidup terjadi karena proses adaptasi terhadap lingkungannya atau melewati proses seleksi alam. Individu yang sesuai dengan keadaan sekitar akan bisa bertahan, sedangkan yang nggak kuat akan mati.

Sejalan dengan Darwin, Wallace juga mempunyai pemikiran yang sama. Teori evolusi Wallace merupakan pengembangan dari teori seleksi alam Darwin, di mana setiap makhluk hidup perlu menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar bisa bertahan.

Tapi, sebenarnya, apa hubungannya sejarah kehidupan praaksara dengan teori evolusi di atas? 

Well, dari sini, elo bisa memahami kalau seiring kemunculan makhluk hidup di bumi, mereka akan beradaptasi dengan lingkungan agar bisa terus bertahan. Proses adaptasi inilah yang kemudian memunculkan keanekaragaman makhluk hidup di bumi.

Secara lebih detail, elo bisa baca teori evolusi dari berbagai tokoh dengan klik link berikut: Perkembangan Teori Evolusi Darwin, Lamarck, dll. 

Periodisasi Litik

Sementara itu, periodisasi litik berkaitan dengan munculnya kehidupan makhluk hidup yang memanfaatkan benda-benda alam dalam kegiatan mereka. Contohnya, manusia purba yang menggunakan kayu dan tulang untuk mengolah makanan.

Berdasarkan periodisasi litik, elo bisa lihat kalau selain proses adaptasi lingkungan, keberagaman makhluk hidup, khususnya manusia purba, juga ditentukan oleh kebudayaan dan corak kehidupannya. Maka dari itu, periodisasi litik meliputi masa paleolitikum, mesolitikum, neolitikum, dan megalitikum.

Materi Video Kemunculan Makhluk Hidup

Pelajari selengkapnya tentang proses kemunculan makhluk hidup di bumi lewat video materi yang ada di Zenius. Klik tombol di bawah ini buat nonton videonya secara gratis. Jangan lupa login dulu, ya!

Manusia Purba di Masa Praaksara

Sebelumnya, gue udah sebutkan kalau manusia purba merupakan manusia yang hidup di masa praaksara. Tapi sebenarnya, setiap daerah memiliki jenis manusia purbanya sendiri yang berubah-ubah lewat serangkaian proses yang panjang. 

Gimana tahap perkembangan manusia purba sampai muncul manusia modern? Oke, kita bahas lebih lanjut, ya.

Asal Usul Manusia Secara Umum

Secara umum, semua manusia yang ada di bumi berasal dari Afrika. Lama-kelamaan, jenis manusia itu berpindah, bermigrasi, atau hilang, sampai akhirnya menghasilkan jenis Homo sapiens (manusia modern). Elo bisa perhatikan detail perubahannya lewat gambar di bawah ini.

Proses perubahan manusia purba Australopithecus afarensis menjadi manusia modern Homo sapiens.
Diagram pohon perubahan manusia purba ke manusia modern atau Homo sapiens. (Arsip Zenius)

Nah, dalam perkembangannya, ada beberapa pendapat yang menjelaskan bagaimana asal usul manusia. Pendapat-pendapat itu selanjutnya berkembang jadi suatu teori, di antaranya:

  • Teori Out of Africa = manusia modern berasal dari bangsa Afrika karena jenis manusia purba tertua berasal negara tersebut.
  • Teori Out of Taiwan = manusia modern berasal dari Taiwan karena keseluruhan bahasa yang digunakan suku-suku Indonesia mempunyai rumpun yang sama dengan Austronesia yang berada di Taiwan.
  • Teori Out of Yunan = manusia modern berasal dari Yunan karena adanya kesamaan bahasa dan teknologi.
  • Teori Nusantara = manusia modern Nusantara berasal dari bangsa Indonesia itu sendiri karena merupakan keturunan dari Homo soloensis dan Homo wajakensis.

Oke, dari gambar sebelumnya dan teori yang bermunculan, elo jadi tahu kalau manusia purba melalui tahap perkembangan yang panjang untuk jadi manusia modern. Tapi, elo tahu, nggak, apa aja perbedaan keduanya?

Sebenarnya, perbedaan manusia purba dan manusia modern yang paling jelas bisa elo lihat dari sisi fisik. Contohnya, manusia purba punya bentuk rahang dan gigi yang besar. Sebaliknya, manusia modern punya bentuk rahang dan gigi yang lebih kecil.

Selain itu, perbedaan keduanya juga terlihat dari sisi nonfisiknya. Misalnya, dalam hal kebiasaan, salah satu yang bisa elo temukan adalah kebiasaan manusia purba dalam konsumsi makanan. Karena bergantung dengan alam, manusia purba cenderung herbivora, sementara manusia modern cenderung omnivora.

Pembahasan tentang manusia purba dan manusia modern selengkapnya bisa elo baca dengan klik link berikut: Perbedaan Manusia Purba dan Manusia Modern.

Asal Usul Manusia di Indonesia

Sekarang, yang jadi pertanyaan, dari mana asal usul nenek moyang bangsa Indonesia? Apakah berasal dari Afrika langsung, atau dari Afrika ke Cina lalu ke Indonesia, atau udah ada manusia asli dari Indonesia yang bukan dari Afrika? Elo percaya sama teori yang mana?

Hm… kalau menurut tinjauan sejarah, daerah Nusantara pada awalnya adalah tanah tak bertuan. Sampai akhirnya, bermunculan pendatang dari Afrika sejak zaman Homo erectus.

Seperti yang gue tuliskan sebelumnya, manusia purba bergantung banget sama alam. Karena alasan itulah, mereka berpindah dari satu daerah yang ke daerah yang lain untuk mendapatkan sumber makanan dan memenuhi kebutuhan mereka.

Masyarakat praaksara sangat bergantung dengan alam, sehingga mereka berpindah dari satu daerah ke daerah lain untuk memenuhi kebutuhan.
Perpindahan dan perkembangan manusia purba salah satunya disebabkan oleh keadaan untuk memenuhi kebutuhan mereka. (Arsip Zenius)

Bisa dibilang, kebiasaan manusia purba ini mirip-mirip sama elo pas lagi lapar. Kalau elo nggak menemukan makanan di meja makan, elo pasti bakal pindah ke dapur, kulkas, dan berakhir ke warteg. Sama aja, kan, kayak manusia purba yang pindah dari satu tempat ke tempat lain? Hehehe.

Selain Homo erectus, Homo sapiens juga melakukan migrasi besar-besaran ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Terus, seiring perubahan dan perkembangannya, semakin banyak jenis rumpun yang ada di Indonesia sampai akhirnya menyebut Indonesia sebagai rumah mereka.

Pembahasan asal usul manusia di Indonesia berujung pada pertanyaan siapa suku asli Indonesia. Temukan penjelasan jawabannya dengan klik link berikut: Siapakah Orang Asli Pribumi Indonesia?.

Materi Video Manusia Purba

Pembahasan tentang Teori Out of Africa, Teori Out of Yunan, Teori Out of Taiwan, Teori Nusantara, dan asal usul manusia Indonesia bisa elo tonton selengkapnya secara gratis di video materi Zenius. Login dulu, ya, biar bisa akses videonya!

Nah, dari awal kita udah bahas tentang zaman praaksara, bagaimana manusia muncul di bumi, dan asal usul mereka di Indonesia. Sekarang, waktunya elo buat mengenal kehidupan dan kebudayaan masyarakat praaksara beserta pembagiannya. Cus, langsung aja kita bahas bareng-bareng!

Warisan Peradaban Masyarakat Praaksara

Kehidupan awal masyarakat praaksara masih sederhana banget. Hal ini bisa elo lihat dari ketergantungan mereka sama alam. Contohnya, untuk melakukan perburuan, mereka masih menggunakan alat-alat dari batu.

Tapi, seiring berjalannya waktu, kehidupan masyarakat praaksara terus berubah dan berkembang. Corak kehidupannya juga semakin kompleks dan jauh lebih modern dari sebelumnya. Jadi, bagaimana corak kehidupan masyarakat praaksara?

Berdasarkan hasil penelitian dari fosil dan artefak yang ditemukan, diperkirakan manusia praaksara mengembangkan pola kehidupan berburu dan meramu, terus berlanjut ke arah bercocok tanam.

Karena itu, kalau dilihat dari corak kehidupannya, masyarakat praaksara dibagi ke dalam masa berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam dan beternak, serta masa perundagian.

Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan

Masa berburu dan mengumpulkan makanan terjadi selama periodisasi Paleolitikum (Zaman Batu Kuno) dan Mesolitikum (Zaman Batu Tengah). Di masa ini, manusia mulai menghasilkan alat-alat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari alam.

Maka dari itu, ciri kehidupan masyarakat praaksara masa berburu dan meramu adalah sebagai berikut:

  1. mengumpulkan makanan atau food gathering yang bersumber dari alam.
  2. hidup secara nomaden atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain karena menyesuaikan ketersediaan makanan.
  3. menggunakan alat-alat sederhana yang terbuat dari batu, tulang, dan kayu.
manusia purba berlindung dari bahaya binatang buas, terik matahari, dan hujan dengan cara tinggal di dalam gua.
Cara manusia purba di masa berburu dan mengumpulkan makanan bertahan hidup. (Arsip Zenius)

Pelajari lebih lanjut kehidupan masyarakat praaksara di masa berburu dan meramu melalui artikel Zenius. Caranya, klik link berikut: Kehidupan Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan.

Masa Bercocok Tanam dan Beternak

Mengikuti perubahan kondisi alam, kehidupan manusia purba di masa praaksara juga mulai berkembang. Mereka yang awalnya hanya bisa bertahan hidup dengan cara berburu dan meramu, di tahap ini bisa mendapatkan makanan dengan cara bercocok tanam.

Kehidupan masyarakat praaksara dengan bercocok tanam dan beternak terjadi di masa Neolitikum (Zaman Batu Muda) dan Megalitikum (Zaman Batu Besar). Di masa ini, manusia purba mulai menciptakan alat-alat yang sesuai untuk pertanian dan peternakan.

Dengan kata lain, masa bercocok tanam adalah periode di mana manusia purba memenuhi kebutuhannya dengan cara membersihkan hutan dan menanam tanaman. Mereka juga mulai mengenal cara beternak supaya tidak perlu lagi bergantung pada berburu binatang.

Oke, kalau gue tanya, apa perbedaan masa bercocok tanam dan beternak dengan masa kehidupan masyarakat praaksara sebelumnya? Nah, kalau di masa sebelumnya manusia purba hanya bisa food gathering, di tahap ini mereka sudah melakukan food producing atau menghasilkan makanan sendiri.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa ciri-ciri masa bercocok tanam dan beternak di antaranya:

  1. Menghasilkan makanan sendiri dengan cara bercocok tanam dan beternak.
  2. Mulai hidup menetap di suatu wilayah.
  3. Memperhalus peralatan yang digunakan agar lebih efektif dan efisien.
  4. Mengenal sistem perdagangan berupa barter.  

Kegiatan perdagangan sederhana yang dilakukan di masa bercocok tanam dan beternak membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan kelompok luar. Menurut elo, apa dampaknya?

Iya, tentu aja. Lewat interaksi itu, terjadi proses transfer teknologi dari kelompok luar yang punya kebudayaan lebih maju ke kelompok pedalaman yang masih tertinggal. 

Teknologi di sini bukan berarti gadget atau komputer, ya. Tapi, lebih ke arah alat-alat atau kebudayaan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Karena itu, muncullah masa selanjutnya yaitu masa perundagian.

Masa Perundagian 

Masa perundagian adalah masa di mana manusia purba mempunyai kemahiran teknik. Di tahap ini, muncul golongan undagi yang terdiri dari orang-orang ahli dalam bidang tertentu. Contohnya, membuat rumah, meleburkan logam, membuat gerabah, dan membentuk perhiasan.

Namanya juga keahlian, tidak semua orang bisa memilikinya. Karena itu, di masa perundagian, manusia mulai mengenal pembagian kerja. Terjadi pelapisan sosial yang memisahkan antara pembuat dan pemilik, pedagang dan pembeli, sampai pemimpin dan masyarakat.

Lebih jelasnya, ciri-ciri dari masa perundagian antara lain:

  1. Kehidupan sosial ekonomi jauh meningkat dibandingkan masa sebelumnya karena adanya kemampuan untuk mengolah perunggu dan besi.
  2. Mempunyai sistem kemasyarakatan yang teratur.
  3. Mengenal sistem pembagian kerja yang baik.
  4. Menggunakan alat-alat pertanian dari

Pengertian Zaman Neozoikum, Ciri-Ciri, dan Pembagiannya

Sobat Zenius,  elo pasti udah sering denger kan, tentang manusia purba? Nah kali ini pembahasan kita bakal tentang ciri-ciri zaman Neozoikum. Bakal kita bahas juga pembagian zaman serta contoh soalnya!

Elo sadar kan banyak film yang nyeritain tentang manusia purba. Tapi, elo tahu nggak kapan manusia purba itu diperkirakan pertama kali muncul? Jawabannya adalah di zaman neozoikum. 

Kira-kira selain adanya manusia purba, di zaman itu ada apa lagi ya? 

Zaman Neozoikum
Ada apa aja ya di zaman neozoikum? (Dok. Pixabay)

Nah, kali ini gue akan ngajak elo buat cari tahu tentang zaman neozoikum. Gimana ya keadaan bumi pada masa neozoikum? Yuk, biar ngga makin penasaran, langsung aja simak pengertian zaman Neozoikum berikut ini!

Baca Juga: Pengertian Zaman Arkaekum dan Ciri-Cirinya – Materi Biologi Kelas 12

Zaman Neozoikum
Dinosaurus mulai punah pada zaman neozoikum (Dok. Pixabay)

Zaman Neozoikum

Apa sih yang dimaksud dengan zaman neozoikum? Zaman neozoikum adalah masa di mana diperkirakan manusia purba pertama kali muncul. Zaman ini disebut juga dengan Kenozoikum, yaitu zaman kehidupan baru. 

Kenapa ya, disebut sebagai zaman kehidupan baru? Nah, jawabannya adalah karena pada zaman tersebut kondisi bumi sudah lebih baik daripada kondisi bumi sebelumnya, di mana bumi sudah stabil dan terbentuk dengan baik untuk dijadikan tempat tinggal. 

Pada zaman tersebut makhluk reptil atau dinosaurus yang besar sudah punah karena jatuhnya asteroid, sedangkan hewan-hewan kecil dan mamalia dapat bertahan hidup dengan memiliki kemampuan reproduksi yang cepat.

 Nah, jumlah mereka juga semakin banyak dengan kondisi bumi yang sudah lebih baik itu, sehingga masa tersebut juga disebut sebagai era mamalia. Zaman neozoikum atau kainozoikum berlangsung selama 65,5 juta tahun hingga sekarang. 

Oh iya, zaman neozoikum dibedakan menjadi dua zaman yaitu zaman kuarter dan zaman tersier, Pembahasan lebih lanjutnya ada di pembagian zaman di bawah ini.

Pembagian Zaman Neozoikum

Kayak yang tadi gue udah sebutin, masa neozoikum terbagi menjadi dua zaman antara lain zaman tersier dan zaman kuarter. Apa sih yang membedakan kedua zaman ini? 

  1. Zaman Tersier

Zaman tersier, terjadi sekitar 60-an juta tahun yang lalu. Dimana kondisi pada saat itu ditandai dengan munculnya benua-benua yang mulai aktif, memisah, dan bersatu, hingga memunculkan pula lautan dan pegunungan. 

Pada zaman tersier terdapat beberapa masa yang perlu elo ketahui, di antaranya adalah masa paleosen, eosen, oligosen, miosen, dan pliosen.

Perkembangan mamalia pada masa paleosen udah mulai kelihatan nih guys, tapi perkembangannya belum terlalu menonjol, barulah pada masa eosen mamalia mulai menunjukkan perkembangan yang berarti. Hewan-hewan yang muncul pada masa ini berukuran lebih besar, contohnya adalah paus. 

Masa selanjutnya adalah masa oligosen. Dalam masa tersebut mamalia terus berevolusi, sehingga jenisnya semakin beragam, contohnya adanya babi, kucing, beruang, dan yang lainnya. 

Pada masa ini juga kera diperkirakan mulai muncul. Kemudian pada masa miosen, jenis mamalia yang muncul tidak terlalu banyak dibandingkan masa-masa sebelumnya. Sementara pada masa terakhir yaitu pliosen, muncul kera yang mirip dengan manusia yang merupakan cikal bakal manusia purba yang ditemukan di zaman kuarter. 

  1. Zaman Kuarter

Zaman kuarter merupakan zaman yang terjadi pada sekitar tiga juta tahun yang lalu sampai dengan sekarang. Munculnya manusia purba merupakan ciri kehidupan pada masa ini nih, tepatnya di periode pleistosen. Oh iya,zaman ini juga terbagi menjadi beberapa zaman, yaitu kala pleistosen dan kala holosen. Lebih lengkapnya elo bisa baca juga Pengertian Zaman Kuarter, Ciri-Ciri, dan Pembagiannya.

Baca Juga: Pengertian Zaman Mesozoikum, Ciri-Ciri, dan Peninggalannya – Materi Biologi Kelas 12

Ciri-Ciri Zaman Neozoikum

Ada beberapa ciri dari zaman neozoikum, antara lain adalah:

  • Puncak Perkembangan Mamalia dan Kepunahan Reptil Besar

Zaman neozoikum merupakan zaman di mana perkembangan mamalia terjadi begitu pesat. Hal ini dipengaruhi juga oleh punahnya para predator di masa sebelumnya. Selain itu, pada zaman ini kondisi bumi juga mendukung adanya perkembangan tersebut, karena bumi mulai layak untuk dihuni.

  •  Mulai Muncul Kehidupan Manusia Purba
Manusia Purba mulai ditemukan pada zaman neozoikum
Manusia Purba (Dok. Pixabay)

Selain perkembangan hewan mamalia, pada zaman ini kehidupan manusia purba mulai ditemukan. Hal ini karena iklim yang ada pada zaman tersebut sudah tidak seekstrem iklim sebelumnya. Predator pun udah punah, jadi kehidupan manusia nggak terancam lagi, deh.

  • Terbagi Menjadi Dua Zaman

Zaman neozoikum ini terbagi menjadi 2, yaitu zaman tersier dan juga zaman kuarter. Seperti yang udah gue bahas di atas sebelumnya.

Walaupun iklim pada zaman ini udah nggak seekstrim zaman sebelumnya, tapi di zaman neozoikum ini fenomena alam terjadi secara global, keadaan suhu bumi mengalami penurunan yang sangat ekstrim. Hal ini juga udah gue bahas ya di bagian zaman neozoikum, elo tinggal scroll lagi aja deh. 

Contoh Soal dan Pembahasan

Oke deh guys, itu tadi penjelasan gue tentang zaman neozoikum, seperti biasa biar elo makin mantep nih pemahamannya, gue akan kasih contoh soal, ya!

  1. Bagaimana kondisi bumi pada zaman neozoikum?

Jawaban dan pembahasan: 

Kondisi bumi zaman neozoikum sudah lebih baik daripada kondisi bumi sebelumnya, di mana bumi sudah stabil dan terbentuk dengan baik untuk dijadikan tempat tinggal. Mamalia juga banyak berkembang pada zaman ini, reptil semakin punah, benua, laut, dan pegunungan mulai muncul.

  1. Menurut elo, kenapa manusia dapat bertahan pada zaman neozoikum? Tulis jawaban elo di kolom komentar ya!

Sip, udah selesai nih materi kali ini, jangan lupa tonton juga ya video pembelajarannya dengan klik banner di bawah ini.

Pelajari materi Biologi di video materi belajar Zenius
Yuk belajar lagi!

Baca Juga: Apa Itu Mekanisme Evolusi dan Penyebab Terjadinya – Materi Biologi Kelas 12

Masih ingin belajar lebih banyak materi Zenius lainnya? Yuk cobain beli paket belajar Zenius dan buka akses ke video premiumnya. Dapatkan pula penjelasan langsung dari Zen Tutor lewat live class, bisa tanya jawab tuh di situ. Uji kemampuan elo lewat latihan soal dan try out juga. Langganan yuk untuk belajar lebih asyik lagi. Klik di bawah ini untuk info lengkapnya!

Pengertian Zaman Neozoikum, Ciri-Ciri, dan Pembagiannya - Materi Biologi Kelas 12 9
Yuk beli paket belajar!

Originally published: March 30, 2022
Updated by Silvia Dwi

Zaman Paleozoikum, Ciri-Ciri, dan Pembagiannya

Bumi sudah terbentuk sejak miliaran tahun yang lalu. Nah, dalam perkembangannya terbagi menjadi beberapa zaman. Salah satunya adalah zaman paleozoikum. Nah sekarang gue akan berbagi tentang ciri-ciri zaman paleozoikum.

Berapa usia bumi saat ini? Usia bumi saat ini diperkirakan berumur ± 4,6 miliar tahun. Namun, munculnya kehidupan di bumi baru ada sejak 3,5 miliar tahun yang lalu. Nah, dalam perkembangannya, ada beberapa rentang skala geologi yang kalau diuraikan akan seperti timeline berikut ini.

Timeline-Skala-Waktu-Geologi-Zenius
Rentang atau timeline skala waktu geologi sejak Bumi terbentuk hingga saat ini (Dok. Zenius)

Pembahasan mengenai timeline di atas udah pernah gue singgung di artikel “Mengenal Skala Waktu Geologi”.

Singkatnya, masa di Bumi terbagi menjadi beberapa eon, yaitu eon Hadean, eon Archaean, eon Proterozoic, dan eon Phanerozoic. Khusus untuk eon Phanerozoic, masanya terbagi lagi menjadi beberapa era, yaitu era Paleozoic, era Mesozoic, dan era Cenozoic.

Di artikel tentang skala waktu geologi, gue udah membahas semua eon tersebut secara general. Kali ini, gue akan membahas secara spesifik mengenai era Paleozoic atau zaman paleozoikum.

Apa yang Dimaksud dengan Paleozoikum?

Gue akan memulai pembahasan dengan waktu. Kapan zaman paleozoikum terjadi? Zaman ini berlangsung sekitar 541—251,9 juta tahun yang lalu. Bisa dibilang, paleozoikum adalah zaman primer. Mengapa zaman paleozoikum disebut juga zaman primer? Karena, pada zaman ini muncul banyak sekali kehidupan di bumi. 

Meskipun kondisi Bumi belum stabil, tapi banyak muncul kehidupan di bumi untuk pertama kalinya. Hmm …. Apa aja ya contohnya? Nanti elo akan tahu setelah membaca uraian-uraian di bawah ini.

Ciri-ciri zaman Paleozoikum yaitu adanya satu superbenua yang pecah, terbentuknya ice age atau zaman es yang membuat suhu di bumi menurun drastis, tersebarnya tanaman akibat ekspansi hutan, naiknya hewan vertebrata pertama dari lautan ke daratan, dan muncul banyak sekali bentuk kehidupan baru, termasuk munculnya Gymnospermae.

Dari uraian di atas, bisa kita peroleh sedikit kesimpulan tentang pengertian zaman paleozoikum.

Paleozoikum artinya kehidupan purba, zaman paleozoikum sudah berlangsung semenjak awal dari tiga era di eon Phanerozoic. Rentang waktunya mulai dari 541—251,9 juta tahun yang lalu.

Gambar zaman paleozoikum zenius education
Gambar zaman paleozoikum. (dok. Live Science)

Baca juga: Ciri & Klasifikasi Kingdom Plantae – Materi Biologi Kelas 10

Pembagian Zaman Paleozoikum

Pada era paleozoikum, ada beberapa pembagian periode, yaitu periode Cambrian, Ordovician, Silurian, Devonian, Carboniferous, dan Permian. Elo juga bisa mengamati nih, ada apa aja sih, flora dan fauna pada zaman paleozoikum. Kita bahas satu per satu, ya.

pembagian zaman paleozoikum zenius education
Pembagian zaman Paleozoikum. (Dok. Zenius)

Periode Cambrian

Periode ini berlangsung pada rentang waktu ± 541ー485 juta tahun lalu. Pada periode ini terdapat peningkatan diversitas filum animalia seperti Hallucigenia, Anomalocaris, Opabinia, dan Pikaia yang termasuk dalam chordata pertama. Peningkatan diversitas animalia seringkali disebut dengan cambrian explosion. Oh iya, pada periode ini, mayoritas kehidupan berada di laut atau perairan.

Periode Ordovician

Periode Ordovician menggantikan periode Cambrian, yaitu berlangsung pada ± 485ー444 juta yang lalu. Pada periode ini, terdapat diversifikasi alga. Awalnya, alga bersifat uniseluler. Nah, di periode ini, alga udah mulai bersifat multiseluler.

Selain diversifikasi alga, ternyata pada periode ini juga udah mulai ada migrasi fungi dan tumbuhan awal ke daratan. Sebelumnya, fungi dan tumbuhan hanya ada di laut atau perairan. Contoh organisme yang hidup pada periode ini adalah Phaeophyceae (rumput laut), Glomerales, dan Hepatophyta (lumut hati). 

Sayangnya, periode ini berakhir akibat kepunahan massal (mass extinction), karena kandungan karbon dioksida di atmosfer menurun. Hal itu menyebabkan suhu di bumi menurun drastis dan memasuki zaman es (ice age).

Periode Silurian

Memasuki periode Silurian yang berlangsung pada ± 444ー419 juta tahun yang lalu, ada kemunculan tumbuhan vaskuler pertama (tumbuhan dengan pembuluh sejati). Nah, pada periode ini, hewan atau animalia udah mulai naik ke daratan.

Pada periode Silurian, terbentuk juga deretan pegunungan yang melintasi Scandinavian, Skotlandia, dan Amerika Utara. Contoh organisme yang hidup pada periode ini yaitu Pteridophyta (tumbuhan paku), Diplopoda (kaki seribu), Eurypterid (kalajengking laut), dan Cooksonia.

Periode Devonian

Periode pun berganti menjadi Devonian, yang berlangsung ± 419ー359 juta tahun yang lalu. Pada periode ini, tumbuhan awal semakin beragam dan lautan dipenuhi dengan placodermi (spesies ikan purba) dan hiu purba.

Pada periode ini, muncul serangga untuk pertama kalinya. Ada penyempitan samudra akibat terbentuknya benua Gondwana yang menutupi Eropa, Amerika Utara, dan Greenland. Contoh organisme yang hidup pada masa ini yaitu Archaeopteris (pakis purba), Dunkleosteus (jenis placodermi), Tiktaalik (amfibi), dan Cladoselache (hiu purba).

Periode Carboniferous

Sesuai namanya, pada periode ini, kandungan oksigen di bumi meningkat. Hal itu dikarenakan terjadinya ekspansi hutan. Periode ini berlangsung ±  359ー299 juta tahun yang lalu. Pada periode ini ditandai dengan munculnya Arthropleura (arthropoda raksasa), Diplocaulus (amfibi), Hylonomus (reptil pertama), dan Lepidodendron (pepohonan tinggi).

Periode Permian

Periode permian merupakan akhir dari zaman Paleozoikum. Periode ini berlangsung ± 299ー252 juta tahun yang lalu. Nah, pada periode ini udah semakin muncul keberagaman amfibi dan reptil. Pokoknya, reptil dan amfibi meningkat pesat deh pada periode ini. Selain itu, muncul juga Synapsid (ancestor mamalia) dan Gymnospermae pertama. Masih ingat kan apa itu Gymnospermae? Yap, tumbuhan berbiji terbuka.

Contoh organisme yang hidup dan mendominasi periode ini yaitu Prionosuchus (amfibi mirip buaya), Dimetrodon, dan Gorgonops. Lalu, muncul pertanyaan, kenapa periode ini berakhir? Di akhir periode ini terjadi kepunahan massal juga. Kepunahan tersebut diakibatkan oleh peningkatan aktivitas erupsi vulkanik dan pembentukan pangea (benua terpisah yang menjadi satu), sehingga suhu di bumi naik sebesar 5℃.

Uraian di atas juga bisa elo tonton di video belajar Zenius.

Baca juga: Apa Betul Hewan Purba itu Moyangnya Hewan Sekarang? Tahu dari Mana?

Contoh Soal Zaman Paleozoikum dan Pembahasannya

Untuk menguji sejauh mana pemahaman elo mengenai materi di atas, gue ada beberapa contoh soal dan pembahasan yang bisa dijadikan sebagai referensi. Cekidot!

Contoh Soal 1

Bagaimana ciri kehidupan zaman paleozoikum dan mengapa pada zaman paleozoikum belum terdapat manusia purba?

Jawab: Ciri kehidupan zaman paleozoikum yaitu adanya satu superbenua yang pecah, terbentuknya ice age atau zaman es yang membuat suhu di Bumi menurun drastis, tersebarnya tanaman akibat ekspansi hutan, naiknya hewan vertebrata pertama dari lautan ke daratan, muncul banyak sekali bentuk kehidupan baru, termasuk munculnya Gymnospermae.

Lalu, untuk pertanyaan kenapa sih kok pada zaman paleozoikum belum ada manusia purba? Jawabannya simpel, karena pada zaman tersebut bumi belum stabil, masih terus berubah-ubah, seperti pecahnya benua atau menyatunya benua. Elo lihat aja uraiannya di setiap periode, masih banyak yang berubah kan? Bahkan benua pun belum stabil pada masa itu.

Contoh Soal 2

Jelaskan proses evolusi bumi pada masa paleozoikum!

Kali ini, gue nggak akan menampilkan pembahasannya, karena semua uraiannya udah gue tulis di atas. Jadi, elo coba jawab sendiri sesuai dengan bahasa dan pemahaman elo, ya. Bisa jawab di kolom komentar juga, lho.

*****

Gimana nih, sampai sini udah paham kan tentang zaman dan karakteristik kehidupan masa paleozoikum? Buat yang lebih menyukai belajar dengan nonton video, elo bisa belajar materi Biologi lainnya klik banner di bawah ini ya.

Pengertian Zaman Paleozoikum, Ciri-Ciri, dan Pembagiannya - Materi Biologi Kelas 10 17

Elo juga bisa belajar melalui video belajar Zenius menggunakan akun yang sudah didaftarkan di website dan aplikasi Zenius sebelum, serta registrasi paket belajar Zenius yang lengkap fiturnya. Gak cuma video belajar aja, bahkan ada contoh soal dan pembahasannya. Nama paket belajarnya Zenius Aktiva, kalau elo mau info lebih lanjut klik banner di bawah ya.

Pengertian Zaman Paleozoikum, Ciri-Ciri, dan Pembagiannya - Materi Biologi Kelas 10 18

Baca juga: Pengertian Zaman Neozoikum, Ciri-Ciri, dan Pembagiannya – Materi Biologi Kelas 12

Originally Published: March 28, 2022
Updated by: Arieni Mayesha

Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum dan Peninggalan

Hai, Sobat Zenius! Elo pasti pernah nonton film Jurassic Park, kan? Itu lho film yang menceritakan tentang dinosaurus. Ternyata, film Jurassic Park itu mengambil latar pada zaman mesozoikum, lho. 

Tapi kenapa ya, film Jurassic Park mengambil latar zaman mesozoikum? Memangnya apa itu zaman mesozoikum? 

Nah, pada artikel kali ini gue akan coba jelasin ke elo bagaimana ciri kehidupan zaman mesozoikum dan juga peninggalannya. 

Yuk, simak penjelasannya!

Pengertian dan Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum

Zaman mesozoikum merupakan era yang terjadi kurang lebih 252-66 juta tahun lalu. Nah, zaman ini dapat dikatakan sebagai era keemasan reptil nih, guys.

Sebab, keadaan bumi pada zaman ini banyak didominasi oleh reptil. Selain itu, ciri-ciri zaman mesozoikum juga ditandai oleh dua kepunahan massal yakni pada periode Triassic dan Cretaceous. 

Ciri-ciri zaman ini lainnya yakni zaman ini terbagi menjadi tiga periode, yakni periode Triassic, Jurassic, dan Cretaceous

Pengertian dan Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum
Pembagian zaman mesozoikum. (Dok. Zenius)

1. Periode Triassic

Zaman mesozoikum diawali oleh periode Triassic yang terjadi kurang lebih 252-201 juta tahun lalu.

Pada periode ini banyak dihuni oleh berbagai macam reptil yang unik-unik nih, guys. Misalnya, Lystrosaurus yang bentuknya mirip tikus tanah. 

Berikut gambar Lystrosaurus pada zaman mesozoikum. 

zaman mesozoikum Lystrosaurus
Lystrosaurus (Dok. Wikimedia Commons)

Selain Lystrosaurus, ada juga jenis dinosaurus awal seperti Coelophysis. Berbeda dari dinosaurus yang elo kenal, Coelophysis ukurannya tidak besar yakni hanya beberapa cm saja. 

Meskipun periode Triassic menandai awal dominasi dinosaurus, tapi dinosaurus pada periode ini tidak banyak yang besar.

Kenapa begitu? Karena, pada periode Triassic yang menjadi predator utama itu bukan dinosaurus, melainkan reptil lain seperti Postosuchus.

Nah, Postosuchus ini merupakan kerabat dari buaya purba nih, guys. Jadi, bentuknya sedikit mirip dengan buaya.

Nggak hanya itu, periode Triassic juga ditandai juga dengan kemunculan mamalia pertama. 

Sayangnya, periode Triassic harus berakhir karena adanya kepunahan massal.

Kepunahan massal terjadi karena superkontinen Pangea terpecah menjadi Laurasia dan Gondwana. Sehingga, terjadi peningkatan aktivitas erupsi dan perubahan iklim global yang berujung kepunahan massal.

2. Periode Jurassic

Setelah periode Triassic berakhir, kemudian dilanjutkan oleh periode Jurassic yang terjadi terjadi kurang lebih 201-145 juta tahun lalu.

Nah, munculnya reptil besar seperti dinosaurus merupakan ciri kehidupan pada masa ini Sobat Zenius!

Era Jurassic sendiri didominasi oleh reptil. Jadi kalau elo tinggal di zaman ini, pasti akan sering melihat reptil yang berukuran besar di mana-mana.

Misalnya, di darat banyak didominasi oleh dinosaurus, di laut ada Ichthyosaurus, dan di angkasa dipenuhi oleh Pterosaurus. So, itulah mengapa masa mesozoikum disebut masa dinosaurus.

Nah, intinya sih, pada periode Jurassic ini banyak ditemukan dinosaurus baik itu dinosaurus herbivora, omnivora, atau karnivora.

3. Periode Cretaceous 

Lanjut, ke periode Cretaceous yang merupakan periode terakhir dari zaman mesozoikum. Periode Cretaceous terjadi kurang lebih 145-66 juta tahun lalu. 

Pada periode ini banyak hidup dinosaurus yang namanya pasti udah sering elo dengar, yakni Tyrannosaurus (Tyrex).

Selain itu, periode Cretaceous juga ditandai munculnya tumbuhan berbunga (angiosperm) dan burung. 

Nah, periode Cretaceous ini berakhir karena adanya kepunahan massal yang disebabkan oleh asteroid yang menabrak bumi.

Baca Juga: Pohon Silsilah Keluarga dan Kelainan Genetik di Dalamnya

Peninggalan Zaman Mesozoikum

Adapun peninggalan zaman mesozoikum yang tersebar di beberapa wilayah nih, guys.

1. Peninggalan Periode Triassic (Trias)

Salah satu peninggalan zaman mesozoikum pada periode Triassic yaitu jejak dan tulang vertebrata yang ditemukan di Formasi Chinle di Glen Canyon NRA. 

2. Peninggalan Periode Jurassic (Jura)

Adapun beberapa peninggalan zaman mesozoikum pada periode Jurassic, antara lain jejak Theropoda (dinosaurus karnivora besar) yang ditemukan di Batu Pasir Wingate, Formasi Kayenta, dan Batu Pasir Navajo. 

Selain itu, jejak kaki dan jejak kulit dari Sauropoda juga ditemukan di Formasi Summerville dan Formasi Morrison dekat Danau Powell. 

mesozoikum jurassic Jejak kaki theropoda di Batu Pasir Navajo
Jejak kaki theropoda di Batu Pasir Navajo. (Dok. Wikimedia Commons)

3. Peninggalan Periode Cretacous (Kapur)

Kalau peninggalan mesozoikum pada periode Cretaceous yakni fosil tiram dan moluska bivalvia yang ditemukan di Formasi Dakota di kawasan Glen Canyon.

Selain itu, kerangka Plesiosaurus (reptil air karnivora) juga ditemukan di Tropic Shale. 

Baca Juga: Perbedaan Manusia Purba dan Manusia Modern

Contoh Soal Zaman Mesozoikum dan Pembahasan

Untuk menguji pemahaman elo, coba deh kerjakan satu contoh soal di bawah ini!

  1. Kepunahan yang terjadi pada akhir periode Triassic dipicu oleh ….

A. penurunan kadar karbon dioksida di atmosfer sehingga memicu penurunan suhu global secara drastis

B. peningkatan kadar oksigen secara cepat sehingga bersifat toksik bagi organisme akuatik

C. peningkatan aktivitas erupsi vulkanik akibat pergeseran lempeng benua

D. adanya asteroid yang menabrak bumi dan memicu perubahan iklim global secara cepat

E. adanya over eksploitasi sumber daya alam sehingga banyak organisme mengalami kepunahan

Jawaban dan Pembahasan:

Di akhir periode Triassic ini, superkontinen Pangea terpecah lagi jadi Laurasia dan Gondwana. Hasilnya, terjadi peningkatan aktivitas erupsi dan perubahan iklim global yang berujung kepunahan massal.

2. Kapan berlangsungnya zaman mesozoikum ….

A. 252-66 juta tahun lalu

B. 500-100 juta tahun lali

C. 600-300 juta tahun lalu

D. 100-10 juta tahun lalu

E. Tidak ada yang benar

Jawaban dan Pembahasan:

Zaman mesozoikum terjadi kurang lebih 252-66 juta tahun lalu. Sehingga jawaban yang tepat adalah A. 

Baca Juga: Pengertian dan Manfaat Kloning Organisme

So, itu dia guys, ciri-ciri zaman mesozoikum dan juga pembagian periodenya.

Selain zaman mesozoikum, masih ada zaman paleozoic, zaman cenozoic, dan lainnya yang bisa elo tonton videonya di aplikasi Zenius, lho. Caranya tinggal klik aja banner di bawah ini!

Belajar sejarah di video materi Zenius

Kemudian, buat Sobat Zenius yang mau belajar mata pelajaran lainnya lewat video pembelajaran juga bisa langsung berlangganan paket Aktiva Sekolah Zenius, nih!

Selain dapat akses video pembelajaran, elo juga bisa ikut ujian try out sekolah, sesi live class per minggu, hingga gabung ke anggota ZenClub.

Menarik, kan? Yuk, berlangganan dari sekarang!

Pengertian Zaman Mesozoikum, Ciri-Ciri, dan Peninggalannya - Materi Biologi Kelas 12 9

Referensi:

Mesozoic Fossils – National Park Service (2018)

Originally published: March 29, 2022
Updated by: Maulana Adieb

Memahami Zaman Renaissance atau Renaisans, Sejarah dan Latar Belakangnya

Bukan hanya soal mahakarya seni yang ikonik, zaman renaissance meninggalkan begitu banyak pengaruh terhadap kebudayaan Eropa. Bagaimana sejarahnya?

Sobat Zenius, elo tahu nggak apa lukisan di bawah ini?

Ilustrasi lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci
Ilustrasi lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci. (Arsip Zenius)

Yap, apa lagi kalau bukan lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci yang ikonik banget. Mahakarya berupa lukisan minyak ini sempat kembali viral beberapa bulan yang lalu, setelah dilempari kue oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab.

Nah, Sobat Zenius, lukisan Mona Lisa merupakan salah satu karya seni yang dibuat pada masa Renaissance. Wah, kalau melihat ke belakang, ada banyak banget mahakarya oleh seniman ternama pada zaman itu.

Misalnya, ada Patung David oleh Michelangelo, desain arsitektur Katedral Santa Maria del Fiore oleh Filippo Brunelleschi, lukisan The School of Athens oleh Raphael, berbagai literatur oleh William Shakespeare, dan masih banyak lagi.

Zaman Renaissance atau dalam bahasa Indonesia Renaisans, tidak hanya menonjolkan perkembangan dunia seni dan budaya saja, melainkan juga aspek lainnya di dunia sains, penemuan, filsafat, dan pengetahuan.

Jadi penasaran deh, gimana sih latar belakang terjadinya Renaissance, dan apa saja dampaknya terhadap dunia? Mari kita bahas sejarah singkat Renaissance melalui artikel kali ini.

Pengertian Renaisans

Sebelum kita menyelam lebih jauh dalam pembahasan sejarah masa Renaissance, kita perlu memahami terlebih dahulu apa itu Renaissance.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Renaissance dalam bahasa Indonesia dapat dituliskan sebagai Renaisans. Istilah Renaisans ini pertama kali dikenalkan oleh seorang ahli sejarah asal Prancis bernama Jules Michelet.

Secara etimologi, Renaisans berasal dari bahasa Latin yang terdiri dari “re” (lagi) dan “naisans” (kelahiran). Dalam bahasa Perancis Renaissance berarti terlahir atau kelahiran kembali.

Istilah ini biasa digunakan untuk menandakan suatu periode atau masa peradaban di abad ke-14 hingga abad ke-17 Masehi di Eropa, di mana Renaissance dalam sejarah peradaban Eropa berarti kelahiran kembali kebudayaan kuno Yunani dan Romawi.

Untuk memahami konsep renaisans dengan lebih baik, gue punya rekomendasi video materi dari Zenius, nih. Elo tinggal klik link video di bawah ini saja. Selamat menonton!

Video: Konsep Renaisans

Video materi konsep renaisans
Yuk, nonton video materi konsep renaisans di Zenius! (Arsip Zenius)

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Renaisans atau Renaissance adalah masa gerakan perubahan di Eropa yang terjadi di abad ke-14 hingga abad ke-17 Masehi, di mana masyarakat berusaha untuk mempelajari kembali nilai-nilai humanisme yang sudah ada sejak masa Romawi Yunani.

Gampangnya Sobat Zenius, ingat saja bahwa Renaisans itu merupakan masa-masa masyarakat Eropa terlahir kembali, di berbagai aspek.

Pertanyaannya, kok bisa ya terjadi masa atau gerakan seperti ini? Untuk menjawab itu, kita perlu membahas latar belakang dari gerakan ini di bagian selanjutnya.

Latar Belakang Renaissance

Di bagian sebelumnya, gue sempat menyebutkan bahwa, Renaisans itu bisa dibilang seperti masa-masa di mana ada gerakan yang kembali menilik nilai-nilai humanisme masa Romawi Yunani, kan?

Pada masa ini, muncul sebuah istilah “Renaissance Man” atau Manusia Renaisans, yang menekankan bahwa manusia itu bisa melakukan apa saja yang ia mau bila memang berkeinginan.

Pemikiran itu muncul karena adanya dorongan dan pemicu yang kemudian membuka lembaran masa Renaissance nih, Sobat Zenius.

Kira-kira apa saja ya yang memicu dan mendorong lahirnya masa Renaisans? Yuk, nonton video materi Zenius yang menarik banget soal latar belakang kemunculan zaman Renaisans.

Video: Penyebab Terjadinya Renaisans

Video materi latar belakang renaissance.
Video materi latar belakang renaissance. (Arsip Zenius)

Oke Sobat Zenius, ternyata ada berbagai faktor yang melatar belakangi masa Renaisans ini. Pada masa Renaisans, pengaruh gereja melemah. Salah satu penyebabnya adalah kejenuhan terhadap kehidupan gerejawi yang mendominasi.

Kala itu masyarakat yang mulai jenuh dengan dominasi gereja ditambah dengan usaha membaca kembali berbagai literatur klasik Romawi Yunani mendorong pemikiran dan filsafat yang terus berkembang.

Selain itu, kemunculan Renaisans ditandai dengan jatuhnya kekuasaan Konstantinopel pada tahun 1453. Sejak Konstantinopel jatuh, jalur perdagangan harus berubah, dan titik temu perdagangan yang baru itu berada di Italia.

Adanya pemikiran yang perkembang serta ketersediaan dana yang melimpah, merupakan salah satu faktor yang mendukung adanya suatu gerakan perubahan yang kemudian membuat Italia terlahir kembali. 

Seiring berjalannya waktu, tidak hanya Italia, namun negara-negara lain di Eropa pun juga merasakan “terlahir kembali”.

Berikut ini infografi yang menjelaskan latar belakang renaissance secara singkat.

Informasi latar belakang renaissance Zenius.
Flashcard Renaissance oleh Zenius (Dok. Zenius Education)

Jadi, tonggak awal kemajuan masyarakat Eropa pada masa Renaisans ditandai dengan kemunculan masyarakat yang mulai menggunakan penalaran mereka untuk berekspresi dan berkarya, Sobat Zenius.

Dengan majunya intelektualitas masyarakat yang juga terus didukung oleh dana yang mumpuni, banyak tokoh-tokoh Renaissance yang muncul dengan karya-karya yang keren banget.

Kira-kira dari penjelasan tadi apa saja nih dampak Renaissance? Pada masa Renaissance, kebebasan untuk berkarya dan berpikir terus berkembang, berbagai aspek kehidupan (ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya) berkembang, serta pengaruh gereja yang dulunya dominan berkurang.

Next, kita bahas ciri-ciri renaisans ya.

Baca Juga: Sejarah Evolusi Peradaban Eropa dan Periodisasi Lengkapnya – Materi Sejarah Kelas 11

Ciri-Ciri Renaissance

Masa kelahiran kembali alias Renaisans tidak terlepas dari ciri-ciri yang akan kita bahas di bagian ini. Apa saja?

Pertama, berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa. Pada masa ini, masyarakat banyak mempelajari karya filsuf dan ilmuwan kuno zaman Yunani Romawi. Sehingga, pemikiran Humanisme dan Rasionalisme sangat berkembang. Temuan mesin cetak pada masa ini mempermudah persebaran ilmu pengetahuan.

Kedua, berkurangnya pengaruh Gereja Katolik Roma. Sebelum masa Renaissance, gereja merupakan salah satu pihak dominan yang memegang kekuasaan tertinggi. Namun, pada masa Renaisans, masyarakat mulai memiliki pemikiran baru dan pengaruh gereja pun tidak sedominan dulu.

Ketiga, munculnya penemuan dan karya baru yang menekankan sisi humanisme. Ada begitu banyak aspek yang berkembang pada masa Renaisans, mau itu aspek budaya, seni, politik, filsafat, dan sains. Semua ini karena adanya pemikiran humanisme yang fokus studi dari sisi manusia.

Salah satu kota termasyhur, yang bisa dibilang sebagai salah satu ikon dari zaman Renaisans adalah Kota Florence (atau Firenze) di Italia. Elo bisa melihat pemandangan kota cantik ini di bawah ini.

Ilustrasi Patung David oleh Michelangelo dan pemandangan Kota Florence di Italia.
Ilustrasi Patung David oleh Michelangelo dan pemandangan Kota Florence di Italia. (Arsip Zenius)

Cantik banget, ya! Di situ elo bisa melihat ada satu gedung megah dengan atap berbentuk kubah, kan? 

Desain gedung tersebut merupakan salah satu desain arsitektur karya arsitek zaman renaisans, Filippo Brunelleschi.

Selanjutnya kita bahas beberapa tokoh Renaissance, yuk!

Tokoh Renaissance

Hmm, ngomongin soal tokoh Renaissance itu tidak ada habisnya deh. Soalnya, banyak banget tokoh keren yang karya benar-benar berpengaruh pada dunia.

Salah satu tokoh Renaissance yang paling sering disebut adalah Leonardo da Vinci, karena karya dan kontribusinya di bidang seni, sains, musik, penemuan, serta literatur.

Sebagai seniman dan ilmuwan, Leonardo da Vinci benar-benar merepresentasikan “Manusia Renaisans” yang bisa melakukan apapun. Hal itu bisa dilihat dari karya-karyanya yang meliputi berbagai bidang.

Kalau elo penasaran sama contoh tokoh Renaisans lainnya, kebetulan banget nih, ada beberapa biografi tokoh renaissance di Zenius Blog.

Tokoh renaissance.
Tokoh Renaissance. (Arsip Zenius)

Gue sediakan link artikelnya, ya. Elo cuma perlu klik nama tokohnya di bawah ini.

Mantap banget ya penemuan dan karya mereka? Sekarang, waktunya kita coba mengerjakan contoh soal, nih. Pembahasannya disediakan juga, lho.

Baca Juga: Pengertian Merkantilisme, Latar Belakang, Hingga Dampaknya – Materi Sejarah Kelas 11

Contoh Soal

Contoh Soal 1

Temuan yang memicu lahirnya masa Renaisans adalah…

A. Kereta Api

B. Telegram

C. Mesin Cetak

D. Kompas

E. Lampu

Pembahasan

Masa Renaisans merupakan periode di mana Eropa “terlahir kembali” berkat berkembangnya gagasan humanisme dan juga ilmu pengetahuan. Penyebaran ini dapat terjadi dengan luas karena adanya temuan mesin cetak yang membantu persebaran ilmu pengetahuan, Sobat Zenius.

Jadi, jawabannya adalah C.

Contoh Soal 2

Pendekatan humanisme membawa andil besar bagi lahirnya Renaisans karena….

A. Memposisikan manusia sebagai manusia

B. Menggambarkan manusia seada-adanya

C. Memposisikan manusia sebagai tolok ukur dari semuanya

D. Membuat karya seni dengan tema manusia

E. Menghidupkan gerakan pemikiran baru di Italia

Pembahasan

Wah Sobat Zenius, kira-kira mana nih jawaban yang paling tepat? Sebelum zaman Renaisans, masyarakat cenderung menggunakan sudut pandang teologis (keagamaan) untuk memahami segala sesuatu.

Namun pada masa Renaisans, masyarakat mulai menggunakan nalar dan pendekatan humanisme yang memposisikan manusia sebagai tolok ukur dari semuanya, baik untuk sains, seni, budaya, dan lain sebagainya.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C.

*********

Oke Sobat Zenius, itulah pembahasan singkat mengenai zaman Renaisans atau Renaissance. Kalau elo ingin mempelajari materi Sejarah lainnya dengan lebih dalam dan asyik, coba deh nonton video materi Zenius dan akses soal-soalnya.

Sejarah-UTBK

Biar makin mantap, Zenius punya beberapa paket belajar yang bisa lo pilih sesuai kebutuhan lo. Di sini lo nggak cuman mereview materi aja, tetapi juga ada latihan soal untuk mengukur pemahaman lo. Yuk langsung aja klik banner di bawah ini!

Memahami Zaman Renaissance atau Renaisans, Sejarah dan Latar Belakangnya - Materi Sejarah Kelas 11 9

Referensi

Renaissance man – Britannica (Updated 2020)

Sejarah Lukisan Monalisa, Mahakarya Leonardo da Vinci yang Dilempari Kue – Suara.com (2022)

The Renaissance – The New York Times (2000)

Ciri-Ciri Zaman Paleolitikum – Materi Sejarah Kelas 10

Hai, Sobat Zenius!

Coba elo pergi ke dapur dan perhatikan berbagai alat yang biasa elo gunakan untuk memasak. Ada pisau untuk memotong bahan makanan, rice cooker untuk menanak nasi, atau mungkin elo punya teknologi terbaru seperti air fryer?

Alat memasak adalah sebagian kecil dari teknologi yang kita untuk membantu kita untuk bertahan hidup saat ini.

Nah, di zaman dahulu, sebelum semua teknologi ini ada, apa yang digunakan manusia untuk memproduksi makanan dan menunjang kehidupan mereka?

Di dalam artikel ini gue akan membahas tentang kehidupan manusia dan ciri-ciri zaman paleolitikum.

Pembahasan gue akan dimulai dari ciri-ciri zaman paleolitikum, makhluk hidup yang ada pada zaman tersebut, hingga kebudayaan yang tercipta pada era paleolitikum.

Yuk simak pembahasannya!

Pengantar: Menuju Zaman Paleolitikum

Sebelum gue membahas tentang ciri-ciri zaman paleolitikum, gue mau mengajak elo melihat perkembangan bumi. Secara geologi, bumi mengalami 4 zaman, yaitu archaikum, paleozoikum, mesozoikum, dan neozoikum.

Zaman archaikum berlangsung sekitar 2500 juta tahun yang lalu. Pada masa ini kondisi bumi masih sangat panas dan tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Memasuki zaman paleozoikum, sekitar 340 juta tahun yang lalu, temperatur bumi mulai mengalami penurunan. Kehidupan mulai muncul di laut, seperti binatang satu sel yang tidak bertulang. Akhirnya, makhluk hidup di laut dapat naik ke daratan.

Pada masa mesozoikum, diperkirakan 140 juta tahun yang lalu, temperatur bumi semakin menurun. Kondisi ini membuat jumlah makhluk hidup semakin banyak. Di era ini juga, banyak reptil-reptil raksasa mulai hidup.

Pada masa neozoikum, kondisi bumi sudah semakin nyaman untuk ditinggali. Pada zaman inilah hewan-hewan menyusui dan manusia purba mulai muncul. Terdapat dua zaman penting di era ini, yaitu zaman tertier (zaman ketiga) dan zaman quartair (zaman keempat). 

Zaman Tersier

Pada zaman tersier, binatang-binatang menyusui sudah mulai berkembang. Pada zaman ini juga hewan-hewan raksasa sudah mulai mengalami kepunahan. Berbagai jenis kera, serta manusia purba juga mulai muncul.

Zaman Quartair

Zaman ini merupakan tanda terpenting dari kehidupan manusia purba. Manusia purba mengalami berbagai perkembangan di dalam hidupnya. Nah, di zaman ini juga kehidupan manusia purba terbagi ke dalam dunia periode yaitu zaman pleistosen dan zaman holosen.

Zaman Pleistosen

Zaman Pleistosen atau zaman es merupakan kondisi ketika kondisi bumi tertutup oleh lapisan es. Kondisi ini berlangsung sekitar 2.000.000 hingga sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Nah, di zaman pleistosen inilah manusia purba mulai menciptakan berbagai peralatan untuk bertahan hidup. Peralatan yang digunakan pun masih menggunakan bahan-bahan dari alam, contohnya batu.

Periodisasi zaman batu, ciri zaman paleolitikum
Periodisasi zaman batu (Arsip Zenius)

Penggunaan batu sebagai peralatan membuat zaman ini disebut Zaman Batu. Pembagian zaman batu pun terdiri atas 4 zaman yaitu, paleolitikum, mesolitikum, neolitikum dan megalitikum.

Namun, pada artikel kali ini kita hanya fokus membahas mengenai kebudayaan dan ciri zaman paleolitikum.

Apa itu Paleolitikum?

Nah, sebelum kita membahas ciri zaman paleolitikum, kita pahami dahulu arti paleolitikum, yuk.

Secara etimologis, kata paleolitikum diambil dari bahasa Yunani, yaitu paleo yang berarti tua atau kuno dan lithos yaitu batu.

Jadi, paleolitikum merupakan zaman batu tua. Zaman ini berlangsung sekitar 450.000 hingga 350.000 SM.

Kata “batu tua” merujuk pada peralatan yang digunakan manusia zaman itu yang menggunakan batu untuk bertahan hidup dan berburu. Peralatan batu yang digunakan pun masih sangat sederhana dan kasar.

Dalam bertahan hidup, manusia zaman paleolitikum masih berburu dan dan mengumpulkan makanan karena peralatan mereka masih sederhana dan ketidakmampuan mereka untuk memproduksi makanan.

Elo bisa cari tau lebih lanjut mengenai masa berburu dan mengumpulkan makanan dengan membaca artikel di bawah ini.

Baca Juga:

Kehidupan Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan

Pada masa paleolitikum ini, manusia juga ketergantungan pada kondisi alam. Mereka hidup bertempat tinggal di gua-gua dekat sungai. Karena ketergantungannya terhadap alam, manusia kala itu hidup berpindah-pindah (nomaden).

Manusia purba memilih tinggal di dekat sungai karena sungai dapat menjadi tempat untuk mencari makanan, seperti ikan, udang, dan makhluk air lainnya.

Sedangkan gua dapat menjadi tempat untuk melindungi diri dari cuaca panas dan hujan, serta dari ancaman hewan buas.

Ciri-Ciri Zaman Paleolitikum

ciri-ciri zaman paleolitikum
Ciri-ciri zaman paleolitikum (Arsip Zenius)

Nah, dari tulisan di atas kita bisa menyimpulkan ciri-ciri zaman paleolitikum.

Ciri zaman paleolitikum yang pertama adalah pada masa ini, manusia belum mengenal tulisan. Makanya zaman ini juga disebut zaman pra-aksara.

Ciri zaman paleolitikum yang kedua adalah manusia masih sepenuhnya bergantung kepada alam. Manusia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering).

Karena ketergantungannya ini, ciri zaman paleolitikum yang selanjutnya adalah hidup berpindah-pindah (nomaden) di dekat gua dan sungai.

Seperti namanya, ciri zaman paleolitikum yang selanjutnya adalah peralatan yang digunakan berasal dari batu. Pada masa ini batu belum diolah, jadi bentuk batu kasar dan sederhana.

Kebudayaan Paleolitikum di Indonesia

Berdasarkan pembagian oleh Arkeolog, terdapat dua bentuk kebudayaan Masa Paleolitikum di Indonesia, yaitu Kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong.

Kedua nama tersebut diambil dari nama wilayah yang menjadi lokasi penemuan peninggalan manusia era paleolitikum. Kebudayaan Ngandong berkembang di daerah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sementara Kebudayaan Pacitan berkembang di wilayah Pacitan, Jawa Timur.

Kebudayaan Ngandong

Kebudayaan Ngandong pertama kali ditemukkan oleh Von Koenigswald, seorang ahli Paleontologi dan geologi asal Jerman, pada tahun 1934.

Bentuk dari kebudayaan tersebut adalah alat serpih atau flakes.

Flakes biasanya digunakan sebagai pisau, belati, ataupun alat untuk menusuk. Selain itu, ditemukan juga kapak genggam.

Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa alat-alat tersebut berasal dari era Pleistosen atas.

periodisasi era pleistosen
Periodisasi era pleistosen (Arsip Zenius)

Seperti ciri zaman pleistosen yang sudah kita pelajari, kebudayaan masyarakat pada saat itu adalah mengumpulkan makanan dan berburu (food gathering).

Selain itu, tidak ditemukkan kehidupan rohani pada masyarakat era tersebut, karena tidak ditemukan adanya peninggalan mengenai alat-alat keagamaan.

Flakes

Flakes adalah alat serpih yang berasal dari batu. Batu yang digunakan tidak hanya berasal dari batu-batu biasa, terkadang juga terbuat dari batu-batu berwarna, seperti batu kalsedon.

Baca Juga:

Kehidupan Masyarakat pada Zaman Praaksara

Layaknya sebuah pisau, flakes digunakan untuk memotong hewan buruan dan mengupas tanaman.

Flakes juga ditemukan di beberapa wilayah lain di Pulau Jawa, seperti Sangiran, Pacitan, Gombong. Flakes juga ditemukan di Lahat, Sumatera Utara dan Wangka di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Kebudayaan Pacitan

Hasil kebudayaan Pacitan juga pertama kali ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1935. Kebudayaan ini ditemukan di Desa Punung, Pacitan.

Beberapa hasil penemuannya adalah kapak perimbas dan alat serpih.

Gua Song Terus
Sumber gambar: Wikimedia Commons

Kapak Genggam

Kapak genggam merupakan sebuah alat yang serupa dengan kapak, tetapi tidak bertangkai. Kapak ini juga disebut juga sebagai kapak perimbas.

Pembuatan kapak genggam sangatlah sederhana. Satu sisi batu dipangkas atau dipotong sampai tajam. Sedangkan, sisi lainnya dibiarkan sebagai alat untuk menggenggam.

Kapak perimbas tidak hanya ditemukan di Pacitan. Kapak perimbas juga ditemukan di Jampang Kulon dan Parigi di Jawa Timur, Tambang Sawah dan Lahat di Sumatera, dan Awangbangkal di Kalimatan.

Manusia Pendukung Kebudayaan Paleolitikum

Pada masa Paleolitikum, ada beberapa jenis manusia purba yang cara hidupnya dianggap sesuai dengan peninggalan dari zaman paleolitikum.

Manusia purba pendukung kebudayaan Pacitan adalah Pithecanthropus erectus.

Sedangkan manusia purba pendukung kebudayaan Ngandong adalah Pithecanthropus erectus, Pithecanthropus robustus, Meganthropus palaeojavanicus, Homo soloensis, dan Homo wajakensis.

Pithecanthropus Erectus

Pithecanthropus Erectus pertama kali ditemukan oleh Eugene Dubois, seorang ahli paleoantropologi asal Belanda, pada tahun 1890 di situs Trinil, Ngawi, Jawa Timur.

Ia menemukan rahang bawah, tempurung kepala, tulang paha, serta geraham atas dan geraham bawah di Trinil. 

Kebudayaan Paleolitikum - Materi Sejarah Kelas 10 26

Kata Pithecanthropus Erectus berasal dari bahasa Yunani yang berarti manusia kera yang berdiri tegak. Beberapa ciri Pithecanthropus Erectus adalah memiliki volume otak sekitar 900cc dan memiliki tinggi badan mencapai 165 cm.

Meganthropus Palaeojavanicus

Meganthropus Palaeojavanicus artinya adalah manusia besar tua dari Jawa. Meganthropus Paleojavanicus ini ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 hingga 1941. Fosil ini ditemukan di daerah Sangiran, Jawa Tengah.  

Beberapa fosil yang ditemukan adalah rahang bawah,  gigi taring, geraham atas, dan geraham bawah. Menurutnya, beberapa fosilnya yang ditemukan berasal dari era Pleistosen bawah.

Baca Juga:

Perbedaan Manusia Purba dan Manusia Modern

Penutup

Nah, itu lah penjelasan gue tentang kebudayaan paleolitikum dan ciri-ciri zaman paleolitikum. Nah, elo bisa pelajari materi ciri-ciri zaman paleolitikum lebih dalam dengan klik banner di bawah ini.

Kebudayaan Paleolitikum - Materi Sejarah Kelas 10 27

Sobat Zenius, yuk belajar bersama Zenius!

Zenius punya berbagai paket belajar yang bisa membantu elo belajar dan mencapai sekolah atau PTN impian elo.

Langsung aja klik banner di bawah ini untuk tahu paketnya!

Langganan Zenius

Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan selamat belajar!

Penulis : Luis Moya

Sumber:

Noor, Y., & Masnyur. (2015). Menelusuri Jejak-Jejak Masa Lalu Indonesia. Banjarmasin Press.