Serunya Belajar Notasi Sel Volta

Sobat Zenius, kali ini kita akan membahas cara penulisan notasi sel volta. Eits, tapi sebelum masuk ke materi, gue mau tanya! Elo lebih suka alat elektronik yang menggunakan baterai atau yang disambungkan ke listrik?

Banyak banget alat elektronik di kehidupan sehari-hari yang menggunakan baterai sebagai sumber daya karena praktis dan mudah dibawa ke manapun. Tapi elo tau nggak, sih? Baterai yang elo pake nggak akan bisa berfungsi kalo nggak ada reaksi kimia. Wah kenapa bisa, ya?

Hasil reaksi kimia anoda dan katoda pada baterai menghasilkan energi karena adanya perbedaan tegangan. Eitss, tapi elo nggak boleh asal-asalan ya membuat batu baterai. Banyak hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah dalam menyatakan notasi sel. Simak pembahasan berikut, ya! 

Pengantar Notasi Sel Volta 

Sel volta adalah sel elektrokimia, di mana memiliki prinsip kerjanya adalah memisahkan 2 bagian dari reaksi redoks, yaitu reaksi oksidasi pada anoda dan reaksi reduksi pada katoda sehingga menghasilkan sumber listrik. 

Untuk menggambarkan reaksi redoks yang berlangsung di dalam rangkaian sel volta, maka diperlukan penulisan notasi sel volta. 

Contoh notasi sel volta (Arsip Zenius)
Contoh notasi sel volta (Arsip Zenius)

Komponen Anoda dan Komponen Katoda

Seperti yang tadi sudah gue bahas, batu baterai dapat menghasilkan listrik karena perbedaan tegangan pada hasil reaksi kimia anoda dan katoda. Sebelum kita lanjut lebih jauh, elo masih ingat nggak sih apa itu anoda dan katoda? 

  1. Anoda adalah elektroda yang mengalami reaksi oksidasi dan bermuatan negatif 
  2. Katoda adalah elektroda yang mengalami reaksi reduksi dan bermuatan positif 

Elektroda itu sendiri dapat didefinisikan sebagai objek penghantar arus listrik. Contoh elektroda yakni tembaga, seng, besi, nikel, emas, karbon, dan lain sebagainya.

Baca Juga: 

Sel Volta – Pengertian, Rumus, Rangkaian, dan Contohnya

Bagaimana Menyatakan Suatu Notasi Sel Volta? 

Gue langsung ambil contoh nyata, ya! Misal, sel volta yang terdiri dari elektroda Zn dalam larutan ZnSO4 dan elektroda Cu dalam larutan CuSO4 notasi selnya dituliskan sebagai berikut: 

Zn(s) | Zn2+(aq) || Cu2+(aq) | Cu(s)

Reaksi oksidasi (anoda) dituliskan pada sisi kiri kemudian dilanjutkan dengan reaksi reduksi (katoda) dituliskan pada sisi kanan. 

Aturan penulisan notasi sel (Arsip Zenius)
Aturan penulisan notasi sel (Arsip Zenius)

Baca Juga: 

Sel Elektrolisis – Pengertian, Reaksi, Contoh Soal dan Pembahasan

Contoh Soal Notasi Sel 

Contoh Soal 1

Notasi sel volta yang dapat disusun dari potensial elektrode di bawah ini adalah ….

Cr3+ + 3e ⇌ Cr E◦ = -0, 74 V

Zn2+ + 2e ⇌ Zn E◦ = -0, 76 V

Jawab: 

Diketahui: 

Cr3+ + 3e ⇌ Cr E◦ = -0, 74 V

Zn2+ + 2e ⇌ Zn E◦ = -0, 76 V

Ditanya: Notasi sel volta?

Dijawab: 

Pada sel volta terjadi reaksi redoks yang menghasilkan listrik 

  1. Zat yang memiliki nilai E◦ kecil, mengalami oksidasi dan berada di anode
  2. Zat yang memiliki nilai E◦ besar, mengalami reduksi dan berada di katode

Reaksi elektrode: 

Anode: Zn ⇌ Zn2+ + 2e  

Katode: Cr3+ + 3e ⇌ Cr 

Jadi notasi sel volta yang dapat disusun adalah Zn∣ Zn2+∣∣ Cr3+ ∣ Cr

Contoh Soal 2

Tulislah notasi sel volta yang menggunakan data potensial elektrode berikut: 

Zn2+ + 2e → Zn E◦ = -0,76 V

Cu2+ + 2e → Cu E◦ = +0,34 V

Jawab: 

Diketahui: 

Zn2+ + 2e → Zn E◦ = -0,76 V

Cu2+ + 2e → Cu E◦ = +0,34 V

Ditanya: notasi sel volta? 

Dijawab: 

Dari data E◦ diatas, E◦Cu > E◦Zn sehingga Cu yang akan mengalami reduksi dan Zn akan mengalami oksidasi pada proses sel volta. Jadi, notasi selnya: Zn∣ Zn2+∣∣ Cu2+ ∣ Cu

Contoh Soal 3 

Diketahui 2 elektrode sebagai berikut: 

Mg2+ (aq) + 2e →  Mg (s) E◦ = -2,37 V

Ag+ (aq) + e →  Ag  (s) E◦ = +0,79 V

Tentukan notasi sel voltanya!

Jawab: 

Diketahui: 

Mg2+ (aq) + 2e →  Mg (s) E◦ = -2,37 V

Ag+ (aq) + e →  Ag (s) E◦ = +0,79 V

Ditanya: notasi sel volta? 

Dijawab: 

Dari data E◦ diatas, E◦Ag > E◦Mg sehingga Ag yang akan mengalami reduksi dan Mg akan mengalami oksidasi pada proses sel volta. Jadi, notasi selnya: Mg∣ Mg2+∣∣ Ag+ ∣ Ag

Contoh Soal 4 

Tuliskan reaksi sel volta secara lengkap dari notasi sel berikut

Fe∣ Fe2+∣∣ Ag+ ∣ Ag

Jawab: 

Notasi sel biasa ditulis dengan format Anoda ∣∣ Katoda

Fe∣ Fe2+∣∣ Ag+ ∣ Ag

Dari notasi tersebut, dapat diketahui bahwa pada anoda, Fe teroksidasi menjadi Fe2+ dan pada katoda, Ag+ tereduksi menjadi Ag 

Sehingga, reaksi kimianya adalah 

Fe (s) + Ag+ (aq) → Fe2+ (aq) + Ag (s)

Contoh Soal 5

Sel volta tersusun dari elektroda Ni dan Al, jika diketahui: 

Ni2+ + 2e → Ni E◦ = 0,25 V

Al3+ + 3e → Al E◦ = -1,66 V

Tulislah reaksi di anoda dan katoda! 

Jawab:

Dari data E◦ diatas, E◦Ni > E◦Al  sehingga Ni yang akan mengalami reduksi dan Al akan mengalami oksidasi pada proses sel volta. 

Reaksi di anoda (melakukan oksidasi) 

Al → Al3+ + 3e

Reaksi di katoda (melakukan reduksi) 

Ni2+ + 2e → Ni

Wah, ternyata begitu ya cara kerja baterai karena adanya perbedaan tegangan pada katoda dan anoda. Gali terus tentang materi notasi sel volta dengan klik banner di bawah, ya!

Notasi Sel Volta: Penulisan - Kimia SMA Kelas 11 26

Elo juga bisa belajar kapanpun dan dimanapun juga akses try out dan live class dengan elo berlangganan paket belajar di Zenius!

Notasi Sel Volta: Penulisan - Kimia SMA Kelas 11 27

Penulis: Syifa Aulia Dewi

Referensi 

Nasution, M. (2021). Mengaplikasikan Sel Volta Dalam Pembuatan Baterai Sebagai Penyimpa Energi. JET (Journal of Electrical Technology), 6(3), 152-154.

Berhitung dengan Angka Penting dan Notasi Ilmiah

Sobat Zenius, coba elo hitung. 

Elo punya suatu benda yang massanya 0,00035 gram. Benda itu juga punya volume sebesar 0,0017 cm3. Elo harus cari tau berapa besar massa jenisnya menggunakan rumus 𝞀 = m/v. 

Kira-kira apa yang bakal elo lakukan pertama? Simpan angka nol-nya? Ubah angka desimal jadi pecahan? Atau hantam aja langsung bagi manual?

Nih, gue punya cara penulisan yang mengakomodasi nilai-nilai angka yang terlalu besar atau terlalu kecil. Elo bisa menggunakan angka penting dan notasi ilmiah, yaitu menyajikan bilangan bulat antara 1 dan 10 dengan perkalian eksponen 10. 

Nah, Sobat Zenius, di artikel kali ini gue akan bahas soal angka penting dan notasi ilmiah. Gue akan bahas mulai dari konsep angka penting dan notasi ilmiah, tujuan dan aturan, hingga operasi perhitungan angka penting dan notasi ilmiah.

Gue juga akan kasih elo contoh soal angka penting dan notasi ilmiah di akhir untuk elo memperkuat pemahaman elo. Yuk, simak artikel ini, ya!

Konsep Angka Penting dan Notasi Ilmiah

Sobat Zenius, elo pernah dengar soal angka penting dan notasi ilmiah? Kalau belum, angka penting dan notasi ilmiah ini akan sering elo dengar dalam ilmu pengetahuan yang menyajikan angka secara akurat dan konsisten. Salah satunya adalah fisika. 

Notasi ilmiah bisa didefinisikan sebagai penyajian bilangan bulat antara 1 dan 10 yang dikalikan dengan eksponen 10. Sebagai contoh, elo punya bilangan sebesar 5.900.000.000. Daripada pusing tulis nol-nya banyak, elo bisa persingkat dengan menulis 59 x 108

Contoh lagi, elo punya bilangan sebesar 0,000075. Elo juga bisa persingkat dengan menulis 75 x 10-6

Nah, angka penting dan notasi ilmiah berkaitan erat. Ketika elo menggunakan notasi ilmiah alias mempersingkat banyak nol yang elo miliki dengan eksponen 10, elo bisa fokus hanya pada bilangan bulatnya. Bilangan ini bisa elo sebut sebagai angka penting

Tujuan dan Aturan Angka Penting

Nah, kira-kira apa kegunaan atau tujuan dari angka penting? Angka penting itu berbicara soal akurasi suatu penyajian angka atau suatu hasil pengukuran

Misalnya, elo mengukur pensil dengan penggaris dan elo mendapatkan angka sebesar 10,5 cm. Kemudian, elo mengukur pensil yang sama dengan jangka sorong dan elo mendapatkan angka sebesar 10,55 cm. Mana hasil pengukuran yang lebih akurat? Tentunya, pengukuran dengan jangka sorong.

Semakin banyak angka penting, semakin kuat juga data yang dihasilkan.

Dalam menentukan angka penting, elo juga perlu pahami aturan-aturan ini. 

1. Semua angka bukan nol adalah angka penting

Misalnya, elo punya hasil pengukuran panjang sebesar 123 cm. Berarti, elo punya 3 angka penting. 

2. Angka nol yang terletak di antara angka bukan nol adalah angka penting

Misanya, elo punya hasil pengukuran berat sebesar 2,003 gram. Berarti, elo punya 4 angka penting karena dua angka nol dalam bilangan tersebut diapit oleh dua angka bukan nol. 

3. Angka nol yang terletak di akhir setelah tanda koma masih angka penting

Misalnya, elo punya hasil pengukuran luas sebesar 1,50 m2. Berarti, elo punya 3 angka penting karena angka nol yang ada di belakang tanda koma itu masih bagian dari bilangannya. Biasanya, angka nol ini hasil dari pembulatan. Misanya, pembulatan dari 1,503 m2 atau 1,501 m3.

4. Angka nol yang digunakan sebagai titik desimal bukan angka penting

Misanya, elo punya hasil pengukuran lebar sebesar 0,03 cm. Berarti, elo punya 1 angka penting karena kedua angka nol dalam bilangan itu merupakan titik desimal. 

5. Bilangan puluhan, ratusan, dan ribuan yang dituliskan dalam notasi ilmiah atau diberi garis bawah adalah angka penting

Kunci dari angka penting dan notasi ilmiah adalah membantu kita untuk fokus hanya pada angka penting dalam suatu penyajian angka. Misalnya, lebar sebesar 0,03 cm yang elo miliki bisa elo tulis sebagai 3 x 10-2 cm. Alhasil, elo punya 1 angka penting. Penulisan versi lainnya adalah dengan garis bawah seperti ini : 0,03 cm.

aturan angka penting
Aturan Angka Penting (Arsip Zenius)

Operasi Perhitungan Angka Penting

Sobat Zenius, elo juga bisa mengoperasikan angka penting ini dalam perhitungan, seperti tambah-kurang sampai kali-bagi. Tapi, sebelum gue masuk ke cara perhitungannya, gue akan bahas dulu soal pembulatan angka penting.

Pembulatan angka penting ini perlu elo lakukan ketika akan mengoperasikan angka penting. Hal ini juga bisa mempermudah proses perhitungan elo nantinya. 

Kalau bicara soal pembulatan, kita pasti fokus pada angka-angka di belakang koma, khususnya angka terakhir pada suatu bilangan. Nah, dalam pembulatan akan ada beberapa kondisi yang menentukan bilangan pembulatannya. Coba elo cermati caranya melalui ilustrasi berikut ini, ya.

pembulatan angka penting
Pembulatan Angka Penting (Arsip Zenius)

Nah, setelah elo paham soal pembulatan angka penting, baru kita bisa bahas penjumlahan dan pengurangannya. Misalnya, elo punya bilangan sebesar 32,17 dan akan elo tambahkan dengan bilangan sebesar 2,374. 

Dalam bilangan desimal, angka terakhir adalah digit taksir. Artinya, angka itu adalah angka kira-kira yang nggak seberapa akurat. Nah, kalau bicara angka penting, kita harus meminimalisasi digit taksir ini. Dalam operasi penjumlahan ataupun pengurangan, elo hanya bisa menyertakan 1 digit taksir.

Coba elo cermati ilustrasi berikut ini.

penjumlahan dan pengurangan angka penting
Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Angka Penting (Arsip Zenius)

Selain penjumlahan dan pengurangan, elo juga bisa mengoperasikan perkalian dan pembagian pada angka penting. Kali ini, elo perlu menentukan berapa banyak angka penting dalam suatu bilangan. 

Contohnya, elo punya bilangan sebesar 1,20 dan akan elo kalikan dengan 0,80. Aturan dalam perkalian dan pembagian adalah hasil dari operasi hitung tersebut harus memuat jumlah angka penting paling sedikit. 

Nah, bilangan 1,20 punya 3 angka penting, sedangkan bilangan 0,80 punya 2 angka penting. Oleh karena itu, operasi perkalian antara keduanya harus menghasilkan suatu bilangan dengan 2 angka penting. Elo bisa cermati ilustrasi berikut ini ya. 

perkalian dan pembagian angka penting
Operasi Perkalian dan Pembagian Angka Penting (Arsip Zenius)

Contoh Soal

Nah, Sobat Zenius, elo udah mencermati materi tentang angka penting dan notasi ilmiah. Sesuai janji gue, gue akan kasih elo contoh-contoh soal untuk memperkuat pemahaman elo terhadap materi angka penting dan notasi ilmiah. Coba elo kerjakan, ya!

Contoh Soal 1

Sebuah taman berbentuk trapesium memiliki ukuran seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

contoh soal angka penting dan notasi ilmiah

Luas taman tersebut berdasarkan kaidah angka penting adalah …

a. 57,6875 cm2

b. 57,7 cm2

c. 58 cm2

d. 59 cm2

e. 6,0 x 101 cm2

Pembahasannya:

Sobat Zenius, elo coba inget-inget lagi rumus luas trapesium. Nih, gue langsung kasih tau aja ya. 

contoh soal angka penting dan notasi ilmiah

Elo bisa langsung masukkan angka-angka yang diketahui ke dalam rumusnya. Jadi, seperti ini.

contoh soal angka penting dan notasi ilmiah

Nah, gue akan bahas satu per satu operasinya. Pertama, operasi penjumlahan.

7,25 + 10,5 = 17,75 m

Karena dalam bilangan tersebut ada 2 digit taksir, elo harus membulatkan bilangannya supaya tinggal 1 digit taksir aja. Inget-inget aturan pembulatannya ya.

7,25 + 10,5 = 17,75 m → 17,8 m

Nah, sekarang gue akan bahas operasi pembagiannya.

contoh soal angka penting dan notasi ilmiah

Perlu elo inget bahwa angka 2 dalam operasi tersebut adalah bilangan eksak. Ketika angka penting dioperasikan dengan bilangan eksak, hasilnya harus memiliki angka penting sebanyak angka penting yang dimiliki. 

Karena bilangan 17,8 m memiliki 3 angka penting, hasil yang elo gunakan adalah 8,90 m yang juga memiliki angka penting.

Terakhir, gue akan bahas operasi perkaliannya.

contoh soal angka penting dan notasi ilmiah

Oke, sekarang elo inget-inget aturan perkalian dan pembagian. Hasil dari operasi perhitungannya harus mengandung angka penting paling sedikit dari bilangan yang dioperasikan. Bilangan 8,90 m memiliki 3 angka penting, sementara bilangan 6,5 m memiliki 2 angka penting. Karena itu, elo harus membulatkan hasil perkaliannya. 

contoh soal angka penting dan notasi ilmiah

Gimana? Cukup gampang, kan? Nah, gue juga mau kasih elo contoh soal notasi ilmiah. 

Contoh Soal 2

Dalam Astronomi (ilmu tentang bintang-bintang) angka-angka yang digunakan untuk menyatakan jarak dari suatu planet ke Matahari atau jarak dari suatu planet ke planet lain memiliki nilai yang sangat besar sehingga diperlukan suatu skala khusus. 1 Astronomical Unit (AU) didefinisikan sebagai jarak rata-rata planet Bumi dengan Matahari, nilainya sekitar 150.000.000 km. Jika jarak planet Pluto ke Matahari adalah 5.900.000.000.000 m, j arak planet Pluto ke Matahari dalam AU jika dinyatakan dalam notasi ilmiah dengan dua angka penting adalah ….

a. 4,0 x 101 AU

b. 3,9 x 101 AU

c. 3,8 x 101 AU

d. 3,93 x 101 AU

e. 3,0 x 101 AU

Pembahasannya:

Kita tulis dulu angka-angka yang kita butuhkan supaya lebih gampang. 

1 AU = 150.000.000 km

5.900.000.000.000 m = … AU

Nah, dalam kasus ini elo ubah dulu jarak planet Pluto ke Matahari dari satuan m ke satuan km. Elo akan mendapatkan jarak sebesar 5.900.000.000 km. 

Sekarang, kita mau cari tau 5.900.000.000 km itu setara dengan berapa AU. Elo bisa pake perbandingan seperti ini. 

contoh soal angka penting dan notasi ilmiah

Untuk mempermudah perhitungannya, elo bisa translasi bilangan-bilangan itu ke notasi ilmiah, seperti ini. 

contoh soal angka penting dan notasi ilmiah

Akhirnya, elo bisa dapat hasil seperti ini.

contoh soal angka penting dan notasi ilmiah

Soal tentang angka penting dan notasi ilmiah mudah, kan? Nah, kalau elo butuh soal-soal yang lebih menantang, elo tinggal download aplikasi Zenius di hp elo. Elo akan dapat soal-soal dan video pembahasannya juga.

Elo juga bisa klik banner di bawah ini untuk belajar materi angka penting dan notasi ilmiah atau materi fisika lainnya. Tinggal klik banner dan ketik materi yang diinginkan di kolom pencarian ya.

angka penting dan notasi ilmiah

Nah, supaya pemahaman elo makin dalam, ikuti terus review materi dan kerjakan berbagai latihan soal di Zenius, yuk. Ada berbagai paket yang bisa elo beli sesuai kebutuhan elo. Klik banner di bawah ini untuk info selengkapnya!

Langganan Zenius

Pembahasan gue tentang materi angka penting dan notasi ilmiah kelas 10 sampai sini dulu ya! Kalau elo ada pertanyaan, bisa langsung tulis di kolom komentar. 

Sampai bertemu di artikel selanjutnya. Semangat terus ya, Sobat Zenius!

Penulis: Trisnajaya Shalsabila