Jenis-jenis Kerumunan Beserta Motif dan Contoh Aktivitasnya

Halo, Sobat Zenius! Kali ini gue mau bahas materi Sosiologi tentang jenis-jenis kerumunan nih. Kira-kira ada apa aja ya jenisnya? Langsung aja bahas yuk, cekidot!

Sebelumnya gue mau tanya, nih. Elo pernah nggak sih dateng ke pesta ulang tahun temen elo? Atau mungkin nonton bioskop dan konser musik? Tempat-tempat tersebut ramai dan banyak orang ya pastinya!

Konser musik masuk ke jenis kerumunan formal audience.
Ilustrasi Kerumunan di Konser Musik (Dok. Freepik)

Nah, ternyata saat elo berkumpul untuk mengikuti acara atau aktivitas yang melibatkan banyak orang, elo sedang berada dalam yang namanya kerumunan, lho.

Dalam kerumunan orang di pesta ulang tahun, konser musik, dan bioskop, artinya elo sedang berada di dalam jenis kerumunan formal audience.

Terus kalau di dalam kerumunan yang lagi ngeliatin orang kecelakaan di jalan, itu jenis kerumunan apa, ya?

Buat tau lebih lengkapnya, gue bakal bahas nih tentang jenis-jenis kerumunan dan jenis kerumunan lainnya, simak kuy!

Pengertian Kerumunan 

Sebelum masuk ke dalam jenis kerumunan, elo perlu tau dulu nih dalam ilmu Sosiologi, kerumunan itu apa, sih?

Dalam ilmu Sosiologi, kerumunan adalah sekumpulan orang yang bersama-sama ada di suatu tempat yang sama dan tidak teratur karena sering terjadi secara spontan.

Kerumunan adalah sekumpulan orang yang bersama ada di suatu tempat yang sama.
Kerumunan di Fasilitas Umum (Dok. Freepik)

Kumpulan orang-orang itu punya berbagai macam jenis, lho. Perbedaannya bisa dilihat dari tujuan dan aktivitas yang dilakukan orang-orang tersebut.

Baca Juga: Kelompok Sosial – Materi Sosiologi Kelas 11 SMA

Nah, berikut adalah jenis-jenis kerumunan yang perlu elo tau!

1. Formal Audience

Ini yang gue bahas tadi, nih! Formal audience adalah sekelompok orang yang memiliki tujuan dan pusat perhatian yang sama. 

Contohnya kumpulan orang yang sedang nonton bioskop atau menghadiri pesta ulang tahun.

Formal audience adalah kerumunan yang memiliki tujuan dan pusat perhatian yang sama.
Ilustrasi Formal Audience (Arsip Zenius)

Kalau elo perhatiin, tentunya kerumunan yang lagi nonton bioskop dan pesta ulang tahun itu perhatiannya tertuju ke satu pusat perhatian. Ya, kan? Terus mereka juga punya tujuan yang sama yaitu menikmati acara tersebut.

2. Planned Expressive Groups

Agak lain nih dari formal audience. Kalau formal audience tadi kerumunannya punya pusat perhatian yang sama, planned expressive groups ini cuman punya tujuan untuk berkumpul yang sama, tapi pusat perhatiannya nggak sama!

Planned expressive groups adalah kerumunan yang memiliki tujuan yang sama namun pusat perhatiannya tidak hanya satu.
Ilustrasi Planned Expressive Groups (Arsip Zenius)

Contohnya ketika siswa kelas 12 sedang merayakan hari kelulusan mereka, atau orang yang berdansa di pesta. Bagi mereka, pusat perhatian itu nggak terlalu penting, tapi mereka datang ke acara tersebut untuk tujuan yang sama.

Baca Juga: Mengenal Konsep Paguyuban dan Patembayan – Materi Sosiologi Kelas 11

3. Inconvenient Causal Crowds

Pernah lihat kumpulan orang di stasiun kereta api atau halte bus? Nah, itu termasuk ke dalam jenis kerumunan inconvenient causal crowds.

Inconvenient causal crowds adalah kerumunan yang terjadi di fasilitas publik.
Ilustrasi Inconvenient Causal Crowds (Arsip Zenius)

Inconvenient causal crowds adalah kerumunan yang memiliki kesamaan tujuan karena ingin menggunakan fasilitas yang sama. Namun, kerumunan ini hanya bersifat sementara. 

4. Spectator Causal Crowds

Elo pernah nggak sih ngeliat kecelakaan di jalan? Nah, kemungkinan besar pas kecelakaan itu terjadi, banyak orang yang berkumpul untuk menyaksikan hal tersebut. Itu namanya spectator causal crowds.

Spectator causal crowds adalah kumpulan orang-orang yang terbentuk karena ingin melihat atau menyaksikan suatu kejadian secara langsung. 

Spectator causal crowds adalah kumpulan orang yang ingin menyaksikan suatu kejadian secara langsung.
Ilustrasi Spectator Causal Crowds (Arsip Zenius)

Contohnya itu kerumunan orang-orang yang ingin menyaksikan kecelakaan, atau penonton pas di lapangan ada lomba 17-an. Kerumunan ini terbentuk dari individu yang berbeda dan biasanya hanya karena sekadar penasaran atau hobi.

5. Panic Causal Crowds

Dari namanya aja kita udah melihat kata “panic”. Apakah mereka kerumunan orang yang sedang kepanikan? Bener banget, gengs!

Panic causal crowds adalah kerumunan orang yang disebabkan karena kepanikan atau ketegangan dari suatu peristiwa. Sehingga mereka mencoba menyelamatkan diri mereka.

Panic causal crowds adalah kumpulan orang yang kepanikan karena ingin menyelamatkan diri.
Ilustrasi Panic Causal Crowds (Arsip Zenius)

Contohnya ketika orang berbondong-bondong keluar dari gedung yang kebakaran untuk menyelamatkan diri. Atau bisa juga ketika orang berkumpul di satu titik aman untuk menghindari gempa bumi.

Baca Juga: Stratifikasi Sosial: Pengertian, Fungsi, Sifat, dan Contohnya – Materi Sosiologi Kelas 11

6. Acting Lawless Crowds 

Acting lawless crowds adalah jenis kerumunan yang memiliki tujuan tertentu, menggunakan kekuatan fisik, dan melanggar norma yang ada. 

Biasanya jenis kerumunan acting lawless crowds disebut juga dengan kerumunan emosional. 

Acting lawless crowds terjadi ketika adanya bentrokan dalam kumpulan orang
Ilustrasi Acting Lawless Crowds (Arsip Zenius)

Kenapa emosional? Elo pernah nggak liat bentrokan atau kerusuhan yang disebabkan oleh suporter sepak bola? Mereka akan cenderung mengabaikan norma yang ada pas udah mengalami bentrokan dengan suporter sepak bola lainnya.

7. Immoral Lawless Crowds

Terakhir, ada immoral lawless crowds yang merupakan kerumunan yang melakukan tindakan melanggar norma di masyarakat. 

Eh terus apa bedanya sama acting lawless crowds? Nah, immoral lawless crowds ini emang udah sedari awal berniatan untuk membuat kerusuhan atau tindakan yang melanggar norma.

Immoral lawless crowds adalah kumpulan orang yang melanggar norma dan aturan di masyarakat.
Ilustrasi Immoral Lawless Crowds (Arsip Zenius)

Contohnya sekelompok remaja yang melakukan vandalisme, atau kerumunan pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm di jalan raya.

Jenis Kerumunan Lainnya

Diluar tujuh jenis kerumunan yang tadi gue sebutin, ternyata masih ada 3 jenis kerumunan lainnya yang masih menjadi perdebatan para ahli dan sosiolog, lho.

Perdebatan dalam dunia ilmu pengetahuan wajar, kok! Termasuk di dunia pakar sosiologi juga nggak kebal dari yang namanya perbedaan pendapat. Mengingat sifat ilmu Sosiologi yang bersifat kumulatif atau bisa ditentang jika ada penelitian yang lebih baru dan kredibel.

Jenis kerumunan lainnya adalah sebagai berikut:

1. Passive Crowds

Yang pertama ada passive crowds, yaitu kumpulan orang yang tidak melakukan apa-apa tapi ada di satu tempat. 

Passive crowds adalah kumpulan orang yang ada di satu tempat yang sama tapi tidak melakukan apa-apa
Ilustrasi Passive Crowds (Dok. Freepik)

Nah, passive crowds ini banyak dikritik oleh sosiolog, lho. Karena, jika orang tersebut ada di satu tempat tapi tidak melakukan apa-apa, apa bedanya dengan agregat? 

Agregat akan kita bahas di poin berikutnya, ya!

2. Demonstrasi atau Massa

Hayo siapa yang pernah ngeliat demo buruh atau kakak-kakak mahasiswa di jalan? Sebenarnya, kalau elo perhatiin, mereka itu kerumunan yang terorganisir lho. 

Demonstrasi adalah jenis kerumunan yang terorganisir dan memiliki tujuan tertentu.
Ilustrasi Demonstrasi atau Massa (Dok. Pixabay)

Di dalam demonstrasi atau massa biasanya ada beberapa orang yang memimpin aksi demonstrasi dan menuntun jalannya para demonstran.

Tapi, demonstrasi atau massa ini juga dikritik oleh sosiolog karena menurut mereka yang mengkritik, apa bedanya demonstrasi dengan kelompok sosial?

Secara, 2 syarat dari terjadinya kelompok sosial dan demonstrasi itu sama, lho. Yaitu adanya pola interaksi dan kumpulan orangnya terorganisir.

3. Publik atau Agregat

Publik atau agregat adalah orang-orang yang berada di tempat yang sama baik secara fisik atau tempat yang sama. Tapi, mereka bisa jadi terhubung secara digital atau internet.

Kerumunan agregat dibagi menjadi dua, yaitu residential aggregate (orang yang bertempat tinggal sama seperti orang-orang di apartemen, rumah susun, atau perumahan) dan functional aggregate (orang yang punya status dan peran masing-masing tapi nggak bisa dibilang sebagai kelompok sosial).

So, itu dia, guys, jenis-jenis kerumunan beserta jenis kerumunan lainnya! Kesimpulannya adalah kerumunan bisa dibedakan menurut tujuan dan aktivitas yang dilakukan kerumunan tersebut.

Contoh Soal Jenis-jenis Kerumunan

Kalau udah paham dengan materi ini, langsung aja coba ngerjain soal yang udah gue buat di bawah ini. Cusss!

Contoh Soal 1

Jenis kerumunan yang terjadi ketika orang-orang berbondong-bondong untuk menyelamatkan diri adalah…

A. Planned expressive groups

B. Inconvenient causal crowds

C. Spectator causal crowds

D. Panic causal crowds

E. Immoral lawless crowds

Jawaban:

Kalau berbondong-bondong untuk menyelamatkan diri, pastinya elo udah tau nih ini jenis kerumunan apa. Kuncinya ada di kata “panic”, yaitu panic causal crowds! Karena kerumunan ini terjadi ketika sekumpulan orang mencoba menyelamatkan diri dan berkumpul di suatu tempat. Jadi, jawabannya adalah D. Panic causal crowds!

Contoh Soal 2

Inconvenient causal crowds adalah…

A. Kerumunan yang melakukan tindakan menyimpang dan di luar norma

B. Kerumunan yang memiliki tujuan tertentu dan menggunakan kekuatan fisik atau kerusuhan

C. Kerumunan yang memiliki tujuan sama namun tidak terdapat pusat perhatian yang sama

D. Kerumunan yang memiliki tujuan sama dan terdapat pusat perhatian yang sama

E. Kerumunan yang bersifat sementara karena menggunakan fasilitas umum

Jawaban:

Ketika elo ngantri untuk menggunakan fasilitas umum yang ramai, pastinya elo akan merasa harus bersabar diri dong untuk menggunakannya? Nah, hal tersebut akan menyebabkan rasa nggak nyaman atau kesulitan dalam menggunakan fasilitas umum. Kuncinya ada di kata “inconvenient” yang berarti menyebabkan kesulitan atau ketidaknyamanan. So, jawabannya adalah E. Kerumunan yang bersifat sementara karena menggunakan fasilitas umum.

Contoh Soal 3

Ada 3 jenis kerumunan lainnya yang banyak dikritik oleh para sosiolog, yaitu…

A. Immoral lawless crowds, panic causal crowds, formal audience

B. Passive crowds, demonstrasi atau massa, formal audience

C. Massa, inconvenient causal crowds, spectator causal crowds

D. Agregat, planned expressive group, demonstrasi

E. Demonstrasi atau massa, passive crowds, publik atau agregat

Jawaban:

3 jenis kerumunan yang nggak termasuk dalam 7 kerumunan yang lebih umum jadi bahasan adalah e. Demonstrasi atau massa, passive crowds, dan publik/agregat. Kerumunan ini banyak dikritik karena kumpulan orang-orang dalam kerumunan ini dinilai tidak ada bedanya dengan jenis kelompok masyarakat lainnya dalam ilmu Sosiologi.

Oke, deh! Sekian dulu materi jenis kerumunan dari gue kali ini. Kalau masih merasa kurang dengan materi ini, elo bisa banget liat materi ini dalam bentuk video.

Link-nya gue kasih di bawah ini, ya. Tinggal klik aja banner-nya.

Jenis-jenis Kerumunan Beserta Motif dan Contoh Aktivitasnya - Materi Sosiologi Kelas 11 17

Nah, biar makin mantap, Zenius punya beberapa paket belajar yang bisa lo pilih sesuai kebutuhan lo. Di sini lo nggak cuman mereview materi aja, tetapi juga ada latihan soal untuk mengukur pemahaman lo. Yuk langsung aja klik banner di bawah ini!

Jenis-jenis Kerumunan Beserta Motif dan Contoh Aktivitasnya - Materi Sosiologi Kelas 11 18

Referensi

Sosiologi Suatu Pengantar – Soerjono Soekanto, Rajawali Pers, Raja Grafindo Persada, 2017

Ikatan Kovalen, Mengenal Jenis-jenis dan Contohnya

Sebelumnya elo udah belajar secara umum mengenai ikatan kovalen pada ikatan kimia. Nah, salah satu jenis ikatan kimia adalah ikatan kovalen. Kali ini, gue akan mengajak elo untuk lebih mengenal tentang ikatan kovalen rangkap 2, rangkap 3, nonpolar, koordinasi dan senyawa atom lainnya.

Masih ingat gak beda ikatan kovalen dengan ikatan ionik? Yap, kalau ikatan ionik itu ‘kan yang ada serah-terima elektron. Kalau ikatan kovalen itu yang gimana sih? Yuk, sembari mengingat-ingat ikatan kovalen itu seperti apa, langsung aja scroll penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Ikatan Kovalen?

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi antara dua atau lebih atom non logam dengan pemakaian elektron secara bersama. Kedua atom yang berikatan tersebut akan tertarik pada pasangan elektron yang sama. Contohnya adalah ikatan yang terjadi pada molekul H2. Itulah mengapa ikatan kovalen disebut juga sebagai ikatan molekul.

ikatan kovalen hidrogen
Ikatan kovalen antar atom hidrogen (Dok. courses.lumenlearning.com)

Syarat terjadinya ikatan kovalen, yaitu:

  • Terjadi antar unsur-unsur non-logam.
  • Terjadi jika perbedaan keelektronegatifan antara unsur-unsur yang berikatan kecil.

Oh iya, ikatan kovalen dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu berdasarkan banyaknya elektron yang digunakan saat kedua atom berikatan (ikatan tunggal, ikatan rangkap 2, dan ikatan rangkap 3). Selanjutnya, berdasarkan sumber elektron yang akan dipakai bersama (ikatan kovalen murni dan kovalen koordinasi). Terakhir, dilihat berdasarkan muatan yang ada di dalam molekul akibat distribusi elektron ikatan (ikatan kovalen polar dan non polar).

Ikatan Kovalen Tunggal

Ikatan kovalen tunggal merupakan ikatan yang hanya melibatkan sepasang elektron untuk digunakan bersama. Berarti, masing-masing atom hanya saling memberikan satu elektron untuk dapat digunakan bersama. Elo bisa lihat contoh ikatan kovalen tunggal pada molekul H2O.

contoh ikatan kovalen air
Molekul air termasuk contoh ikatan kovalen tunggal (Dok. serc.carleton.edu)

Ikatan Kovalen Rangkap 2

Ikatan kovalen rangkap 2 adalah ikatan yang masing-masing atomnya memberikan sumbangan dua elektron valensi untuk membentuk dua pasang elektron ikatan. Hal itulah yang membuatnya menjadi ikatan rangkap dua. Contohnya adalah O2 dan CO2

ikatan kovalen rangkap dua
Molekul karbon dioksida termasuk dalam ikatan kovalen rangkap dua

Ikatan Kovalen Rangkap 3

Ikatan kovalen rangkap tiga merupakan ikatan yang terjadi antara dua atom yang melibatkan enam elektron ikatan dalam satu ikatan kovalen. Contohnya adalah molekul N2 dan asetilena.

contoh ikatan kovalen
Contoh ikatan kovalen rangkap 3 (sumber gambar: courses.lumenlearning.com)

Ikatan Kovalen Koordinasi

Di atas, kita telah mengenal ikatan kovalen, dan diketahui bahwa ikatan kovalen koordinasi merupakan jenis ikatan kovalen yang dibedakan berdasarkan sumber elektron yang akan dipakai bersama. Ikatan kovalen koordinasi terjadi karena hanya ada satu atom aja yang menyumbangkan pasangan elektron. Jadi, atom pasangannya tidak bisa menyumbangkan elektron. Nah, ikatan ini hanya akan terjadi antar unsur-unsur non logam.

Contoh kovalen koordinasi adalah molekul HNO3, SO3, NH4Cl, dan H2SO4.

Contoh ikatan kovalen koordinasi
Ikatan kovalen koordinasi pada molekul H2SO4 (Dok. mikeblaber.com)

Mau materi dan video pembelajaran yang lebih lengkap? Download Zenius di gadget elo ya, biar belajar makin seru. Klik tombol download di bawah ini, ya!

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Fokus UTBK untuk kejar kampus impian? Persiapin diri elo lewat pembahasan video materi, ribuan contoh soal, dan kumpulan try out di Zenius!

icon download playstore
icon download appstore
download aplikasi zenius app gallery

Ikatan Kovalen Polar

Jenis ikatan kovalen yang jika dilihat berdasarkan muatan di dalam molekul akibat distribusi elektron ikatan, yaitu ikatan kovalen polar dan non polar. Nah, sekarang aku akan membahas dulu tentang ikatan kovalen polar.

Ikatan kovalen polar terjadi ketika pasangan elektron ikatan tertarik lebih kuat ke salah satu atom. Hal ini karena adanya perbedaan keelektronegatifan antar atom tersebut. Makin besar selisihnya, maka akan makin besar pula kepolaran ikatannya. Contohnya adalah H-Cl, dimana keelektronegatifan atom Cl adalah 3,0 sedangkan atom H nilainya 2,1. 

contoh ikatan kovalen polar
Ikatan HCl merupakan contoh ikatan polar (sumber gambar: gcsescience.com)

Selain itu, zat polar akan cenderung tertarik kepada zat polar lainnya. Begitu juga dengan zat non polar cenderung lebih tertarik kepada zat non polar juga. Contohnya adalah air yang merupakan zat polar dan minyak yang yang merupakan zat non polar. Itulah mengapa air dan minyak sulit bersatu ya, guys.

Ikatan Kovalen Non-polar

Kalau ikatan kovalen nonpolar, pasangan elektron ikatannya akan sama kuat ke semua atom, di mana keelektronegatifan antar ikatannya sama. Contohnya adalah atom H yang berikatan dengan atom H lagi, keduanya memiliki nilai keelektronegatifan masing-masing 2,1. Contoh lainnya adalah minyak.

Nah, itu dia jenis-jenis ikatan kovalen. Sekarang elo udah paham donk tentang ikatan kovalen? Pelajari materi Kimia lainnya dengan klik banner di bawah ini yuk!

struktur protein

Sobat Zenius, kepoin dong fitur keren dari paket belajar Zenius, agar belajar elo lebih semangat karena ditemenin sama Zenius. Elo bisa belajar dari video materi premium, ngerjain tryout, tanya jawab sama Zen Tutor di live class dan berbagai fasilitas seru lainnya. Klik banner di bawah ini ya. Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk elo ya.

Mengenal Jenis Ikatan Kovalen 9

Baca Juga Artikel Lainnya 

Struktur Atom

Sifat Periodik Unsur

Macam-macam Zat, Perubahan Fisika dan Kimia

Originally Published: February 3, 2021

Updated By: Arieni Mayesha

Pengertian dan Jenis-jenis Peta Beserta Fungsinya

Pada materi Geografi kelas 10 akan dipelajari pengertian dan jenis-jenis peta. Zenius punya pembahasan lengkapnya, termasuk fungsi peta dan contoh soal. Yuk, simak!

Penulis: Nada Alfi Aliyah

Pernah kebayang nggak, sih? Seandainya di dunia ini nggak ada peta, kira-kira gimana ya kita bisa jalanin hidup sehari-hari? Kayaknya, mau ngopi deket rumah aja kalau nggak ngecek  dulu lokasinya di Google Maps atau Waze kayak ada yang kurang gitu. Apalagi kalau peta itu sendiri dari awal nggak pernah dibuat?

Waduh, kayaknya bakal nggak ada tuh segala kemudahan yang kita bisa rasakan saat ini. Misal, kita bakal sulit mengetahui rute perjalanan ke tujuan kita sedang dalam keadaan macet atau lengang. Secara, mata kita kan diciptakan nggak secanggih satelit untuk bisa menerawang sampai ke ujung dunia. 

Big thanks to Abraham Ortellius karena beliau udah menciptakan peta dunia untuk pertama kalinya pada tahun 1570. Sebenarnya peta itu sendiri udah pernah diciptakan oleh Bangsa Babilonia pada sekitar 2300 tahun Sebelum Masehi yang dibuat dari tanah liat. Tapi untuk peta dunia yang benar-benar jelas itu baru diciptakan tahun 1570. Dan sampai saat ini, peta sendiri sudah berkembang nggak cuma seputar peta dunia aja, tapi masih banyak lagi. 

Nah, di sini gue akan jelasin nih jenis-jenis dan klasifikasi peta yang ada di dunia. Mulai dari peta umum, peta khusus, peta berdasarkan bentuk, dan peta berdasarkan skala. So, let’s check this out!

Peta Umum

Sebelum masuk pembahasan tentang peta umum, gue akan ingetin dulu nih definisi dari peta supaya kalian bisa lebih paham dengan apa yang akan kita bahas, okay? 

Peta merupakan gambaran permukaan Bumi yang disajikan dalam bidang datar dengan skala tertentu. Nah, skala itu sendiri terbagi lagi ke beberapa jenis, nih. Ada skala numerik, skala grafis, dan juga skala verbal.

Sekarang, kita masuk ke pengertian peta umum. Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan Bumi secara umum. Pada peta jenis ini, terdapat informasi-informasi yang bersifat umum. Contoh peta umum yaitu ada peta topografi dan peta korografi.

Peta Topografi

Peta topografi adalah peta yang menggambarkan permukaan Bumi lengkap dengan reliefnya. Dilansir dari Jurnal Informatika (2004), peta topografi memiliki informasi tentang ketinggian permukaan tanah pada suatu tempat terhadap permukaan laut yang digambarkan dengan garis-garis kontur. Garis-garis ini menunjukkan permukaan Bumi atau perbedaan ketinggian pada suatu tempat. Misalnya sungai, jalan, pemukiman dan lain-lain.

contoh peta topografi
Contoh Peta Topografi (Dok: Muhammad Nasri via Wikimedia Commons)

Mengingat peta topografi memberikan gambaran Bumi secara realitis, peta ini biasa dimanfaatkan untuk membantu pencarian fosil, perencanaan pembangunan, pendakian, konversi lingkungan, dan lain sebagainya. 

Wah, ternyata perumahan, sekolah-sekolah, jembatan penyeberangan, sampai gedung-gedung tinggi yang ada di sekeliling kita saat ini tuh bisa ada berkat bantuan peta topografi, ya! 

Kalau mau mengulang belajar tentang Konsep Peta secara keseluruhan, kamu bisa baca artikel ini: Pengertian Peta, Fungsi, Unsur, Jenis, dan Contohnya.

Peta Korografi

Peta korografi adalah jenis peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan Bumi yang bersifat umum. Peta korografi ini biasanya berskala sedang. Nanti bakal gue jelasin skala sedang tuh peta yang kayak gimana. 

Nah, contoh peta korografi yaitu atlas. Kalian pasti udah nggak asing lagi sama peta yang satu ini. Yap, istilah atlas yang selama ini kalian kenal itu rupanya merupakan contoh dari peta korografi, loh! Fungsi dari peta ini yaitu untuk menggambarkan suatu daerah yang luas. Mulai dari suatu provinsi, negara, bahkan dunia.

jenis-jenis peta, salah satunya atlas yang merupakan contoh peta korografi.
Atlas merupakan contoh peta korografi. (Dok. Arsip Zenius)

Peta Khusus/Tematik

Kebalikan dari peta umum yang menggambarkan permukaan Bumi secara umum, peta khusus atau peta tematik menggambarkan permukaan Bumi yang mencakup informasi dengan tema tertentu. Contoh dari peta tematik yaitu seperti peta persebaran Covid-19, peta objek wisata, peta persebaran penduduk, dan peta-peta lain yang menggambarkan suatu informasi khusus. 

Fungsi dari peta khusus/tematik yaitu untuk menggambarkan persebaran suatu fenomena secara geografis. Jadi, kalau peta persebaran Covid-19 itu berarti peta yang menggambarkan persebaran kasus positif Covid-19 di wilayah tertentu. Sampai sini paham, kan? 

Berikut ada contoh peta sebaran Covid-19 di Jawa Timur.

Jenis-jenis peta salah satunya peta khusus/tematik, seperti peta persebaran Covid-19 di suatu daerah.
Contoh Peta Khusus/Tematik: Peta Persebaran Covid-19 di Jawa Timur. (Dok. Wikimedia Commons)

Peta Berdasarkan Bentuk

Seperti yang udah gue singgung sedikit tadi, peta dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan skalanya. Sekarang gue akan bahas dulu nih peta apa aja sih yang bisa dibedakan berdasarkan bentuknya? Peta berdasarkan bentuk terbagi menjadi tiga, yaitu peta datar, peta timbul, dan peta digital. Langsung aja, yuk, bahas satu-satu!

Peta Datar

Peta datar atau peta planimetri merupakan peta dua dimensi yang permukaannya berbentuk datar. Elo tentu paham dong yang namanya dua dimensi berarti hanya bisa dilihat dari satu sisi. Peta ini digambarkan menggunakan perbedaan warna atau simbol. Secara kegunaan, peta datar atau peta planimetri berfungsi untuk mengamati kenampakan Bumi.

Jenis-jenis peta salah satunya peta datar.
Peta Datar (Dok. Arsip Zenius)

Peta Timbul

Peta timbul atau peta stereometri merupakan peta dengan permukaan tiga dimensi. Peta ini mirip dengan keadaan sebenarnya di permukaan Bumi. Jadi, bentuknya tuh bener-bener kayak asli. Misal, ada peta yang menggambarkan gunung, bentuknya beneran menjulang kayak gunung yang sebenarnya cuma versi diperkecil dengan skala tertentu aja. 

Nah, kalau peta datar tadi fungsinya untuk mengamati kenampakan Bumi. Sedangkan peta timbul berfungsi untuk mengamati keadaan permukaan Bumi berdasarkan ketinggian suatu daerah. Jadi bisa memudahkan dan mengenali medan yang dimaksud secara visual.

Jenis-jenis peta, salah satunya peta timbul.
Peta Timbul (Dok. Arsip Zenius)

Kamu juga perlu tahu lho apa saja unsur penyusun peta dan komponennya. Lanjut ke link berikut untuk membacanya: 10 Komponen Peta dan Keterangannya.

Peta Digital

Nah, kalau peta yang satu ini pasti kalian sering banget jumpai di kehidupan sehari-hari. Peta digital merupakan peta hasil pengolahan data digital yang tersimpan dalam komputer. Kayak Google Maps, Waze, dan peta-peta yang bisa didapatkan di gadget kalian itu yang disebut peta digital. 

Peta digital berfungsi untuk memberikan representasi akurat dari suatu daerah tertentu, merinci jalan utama dan tempat-tempat lainnya.

Jenis-jenis peta salah satunya peta digital, seperti Google Maps dan Waze.
Peta Digital (Dok. Arsip Zenius)

Peta Berdasarkan Skala

Oke, selanjutnya gue bakal bahas tentang peta berdasarkan skala. Ada apa aja sih jenis-jenis peta berdasarkan skala? Gue sebutin ya, peta ini diklasifikasikan menjadi lima jenis, yaitu peta kadaster, peta skala besar, peta skala sedang, peta skala kecil, dan peta geografis. Sini, gue jelasin satu-satu.

Peta Kadaster

Yang pertama ada peta kadaster atau peta teknik. Peta ini memiliki skala 1:100 – 1:5000. Peta kadaster biasanya dipakai sebagai penggambaran luas tanah atau bisa juga untuk sertifikat tanah. Informasi yang disajikan peta ini ada banyak, loh! Contohnya ada kepadatan penduduk, kepemilikan tanah, jaringan jalan utama, kemampuan lahan, dan penggunaan lahan.  

Peta Skala Besar

Lanjut yang kedua! Setelah membahas peta kadaster, gue bakal jelasin peta skala besar. Peta skala besar memiliki skala 1:5000 – 1:250.000. Kalian tau kan peta kelurahan, peta kecamatan, peta desa, dan peta kota? Nah, peta-peta yang sekiranya seukuran segitu merupakan contoh dari peta skala besar. 

Peta Skala Sedang

Yang ketiga! Peta skala sedang. Peta skala sedang memiliki skala 1:250.000 – 1:500.000. Nah, cakupan wilayah yang digambar dalam peta ini contohnya seperti provinsi, pulau, dan sebagainya.

Peta Skala Kecil

Selanjutnya ada peta skala kecil. Peta skala kecil memiliki skala 1:500.000 – 1:1.000.000. Untuk peta skala kecil gambaran cakupan wilayahnya cukup luas. Misal suatu negara.

Peta Skala Geografis

Nah, yang terakhir nih! Peta skala geografis adalah peta yang memiliki skala lebih dari 1:1.000.000. Contoh cakupan wilayah peta skala geografis yaitu peta benua atau peta dunia. 

Untuk belajar cara menghitung skala peta, kamu bisa baca artikel ini: Cara Menghitung Skala Peta dan Mencari Jarak Sebenarnya.

Contoh Soal dan Pembahasan

1. Bangsa yang pertama kali membuat peta adalah ….

  1. Mesir Kuno
  2. Babilonia
  3. Indian
  4. Inca 
  5. Yunani

Jawab :

Peta pertama kali dibuat oleh bangsa Babilonia sekitar 2300 tahun SM dengan menggunakan tanah liat sebagai bahan dasar. Kemudian pada tahun 1570, peta dunia pertama kali dibuat oleh Abraham Ortelius, ahli kartografi dari Belgia. Kemudian peta lengkap Benua Eropa dibuat pada tahun 1595 oleh Gerardus Mercator. Jadi, jawaban yang tepat yaitu B. Babilonia.

****

Nah, itu dia tadi jenis-jenis dan klasifikasi peta beserta fungsinya yang bisa elo pelajari. Kalau elo masih kepo dan pengen tau lebih lanjut lagi tentang penjelasan jenis-jenis peta, elo bisa banget nonton video selengkapnya di Zenius! Caranya gampang banget, tinggal klik banner di bawah ini dan elo bisa akses video lengkapnya! Oh, ya, jangan lupa log in akun dan berlangganan dulu, ya!

materi belajar Pengertian Peta dan Jenis-jenis Peta

Nah, kalau elo belum berlangganan paket belajar Zenius, klik gambar di bawah ini ya! Dijamin belajar elo bakal lebih asik!

SKU-BELI-PAKET-BLJR-1

Referensi:

Rostianingsih, Silvia dan Gunadi, Kartika. Pemodelan Peta Topografi ke Objek Tiga Dimensi. 2004. JURNAL INFORMATIKA Vol. 5, No. 1.

Pengertian & Jenis-Jenis Ilmu Ekonomi – Materi Ekonomi Kelas 10

Hi Sobat Zenius, elo tau gak sih kalo ada banyak jenis-jenis ilmu ekonomi? Ilmu ekonomi adalah salah satu cabang dari ilmu pengetahuan sosial yang wajib diikuti oleh anak-anak dengan jurusan yang relevan. 

Cabang ilmu ekonomi memiliki banyak jenis karena cakupan ilmu ini cukup luas. Lalu apa itu ekonomi? 

Nah, supaya elo makin paham mengenai pengertian ekonomi dan macam-macamnya, elo bisa langsung baca artikel yang satu ini ya.

Pengertian Ilmu Ekonomi

Ilustrasi American Dollar sebagai alat ekonomi (Dok. Unsplash)
Ilustrasi American Dollar sebagai alat ekonomi (Dok. Unsplash)

Ilmu ekonomi adalah salah satu ilmu yang membahas tentang bagaimana usaha manusia memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Sumber daya tersebut bisa berupa barang maupun jasa.

Pada intinya ilmu ekonomi adalah ilmu tentang bagaimana manusia bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka memanfaatkan apa yang ada untuk mendapatkan uang atau barang yang diinginkan demi memenuhi keinginan dan kebutuhannya.

Namun, apakah kalian sebelumnya pernah mendengar tentang financial autopilot yang bisa memudahkan mengatur semua aktivitas ekonomi kalian sebagai pelajar?

Cabang dari ilmu ekonomi sendiri pun masih banyak lagi macamnya. Mulai dari ilmu perbankan, akuntan, manajemen keuangan manajemen rantai pasokan, manajemen sumber daya manusia, dan masih banyak lagi.

Masing-masing bidang ilmu tersebut memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda dalam prakteknya di dunia nyata.

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Fokus UTBK untuk kejar kampus impian? Persiapin diri elo lewat pembahasan video materi, ribuan contoh soal, dan kumpulan try out di Zenius!

icon download playstore
icon download appstore
download aplikasi zenius app gallery

Jenis-jenis Ilmu Ekonomi

Pada dasarnya ilmu ekonomi dibagi dalam beberapa kategori atau cabang ilmu. Berikut ini adalah jenis-jenis ilmu ekonomi, di antaranya:

1. Ilmu Ekonomi Deskriptif

Ilmu ekonomi deskriptif adalah ilmu yang menggambarkan tentang keadaan perekonomian masyarakat. Sesuai namanya, pengertian jenis ilmu ekonomi ini adalah untuk mendeskripsikan dengan data-data dari fakta dan fenomena yang terjadi.

Dengan kata lain, ilmu ekonomi ini bisa dibilang lebih banyak melihat apa yang terjadi di lapangan. Data yang dikumpulkan untuk menjadi sumber dari ilmu ekonomi ini terdiri dari angka, kurva, grafik, atau bentuk penyajian data lainnya.

Ilmu  ekonomi deskriptif cakupannya cukup luas dan biasanya digunakan oleh badan pusat statistik untuk memberi gambaran mengenai kondisi ekonomi mikro atau makro yang ada di Indonesia.

Salah satu contoh dari penerapan ilmu deskriptif ini adalah ketika membedah peristiwa krisis moneter yang pernah terjadi pada tahun 1998 di Indonesia. Banyak pengusaha yang bangkrut saat terjadi krisis moneter tersebut karena dolar yang naik drastis.

2. Ilmu Ekonomi Terapan

Salah satu jenis dari jenis-jenis ilmu ekonomi adalah ilmu ekonomi terapan yang membahas kebijakan pemerintah dalam kegiatan ekonomi adalah ilmu ekonomi terapan.

Ilmu  ekonomi terapan merupakan jenis ilmu yang mengaplikasikan prinsip ekonomi dan teori dalam praktek di dunia real atau nyata. Jenis ilmu ekonomi yang satu ini memiliki fungsi untuk memprediksi pemanfaatan ilmu ekonomi secara praktis.

Dalam prakteknya, ilmu ekonomi terapan banyak digunakan untuk pertimbangan dalam mengambil keputusan, pedoman, kebijakan, atau standar tertentu. Khususnya untuk mengatasi masalah yang terjadi dengan menggunakan teori dan prinsip ekonomi yang ada.

Cabang ilmu ekonomi yang satu ini biasanya menggunakan statistik dan studi kasus sebagai sumber datanya. Sesuai namanya ilmu ekonomi terapan banyak diterapkan untuk lingkup yang lebih kecil seperti perusahaan, perbankan, ekonomi moneter, dan lainnya.

3. Ilmu Ekonomi Mikro

Ilmu ekonomi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari disebut ilmu ekonomi mikro yang merupakan jenis ilmu yang mempelajari tentang hal-hal yang terbatas pada kegiatan ekonomi saja. 

Penerapan ilmu ini mencakup harga tertinggi dan harga dasar yang harus ditetapkan untuk menjaga keseimbangan harga di pasaran dalam rangka memenuhi permintaan / penawaran masyarakat.

Lihat juga artikel tentang Jack Finance dan berbagai macam permasalahan ekonomi yang sering dialami oleh para murid.

Hal ini untuk menghindari terjadinya monopolistik pada pasar karena akan berdampak buruk pada pengusaha baru yang ingin merintis bisnis. Jika semangat dan merintis bisnis makin lesu maka semakin kecil peluang masyarakat untuk membuka usaha atau berwirausaha.

Ilmu ekonomi mikro cakupannya juga lebih kecil dibandingkan dengan makro. Ilmu ini lebih mengarah pada penerapan secara nyata di lapangan seperti pada warung-warung UMKM, bisnis online, dan lain sebagainya.

4. Ilmu Ekonomi Makro

Nah salah satu cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang keuangan disebut ilmu  ekonomi makro yang merupakan cabang ilmu yang lebih berfokus pada ragam kegiatan yang hubungannya langsung dengan ekonomi.

Tujuan dari ilmu ekonomi makro adalah untuk mencapai sasaran makro demi menjaga kestabilan harga dan keseimbangan perdagangan di tingkat internasional atau global.

Cabang ilmu ekonomi yang satu ini juga memiliki tujuan untuk mencapai full employment, menjaga stabilitas dalam hal nilai tukar, dan memeratakan distribusi pendapatan. Hal yang dikaji dalam bidang ilmu ekonomi makro juga cukup kompleks dan sifatnya luas.

Mulai dari penetapan upah minimum regional, kasus inflasi yang menyebabkan peningkatan harga pasar secara terus-menerus, angka pengangguran, dan lainnya. Ilmu ini menjadi dasar juga untuk menetapkan kebijakan fiskal yang nantinya akan berdampak bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

5. Ilmu Ekonomi Moneter

Selanjutnya jenis ilmu ekonomi dari jenis-jenis ilmu ekonomi adalah ilmu ekonomi moneter. 

Jenis ini menjadi cabang ilmu yang turut membantu dalam menerapkan kebijakan moneter suatu negara. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengatur kestabilan keuangan suatu negara akan berkaitan erat dengan ilmu ekonomi moneter ini.

Ilmu ekonomi moneter adalah ilmu yang membahas ekonomi moneter yang mencakup uang, lembaga keuangan, perbankan dan lainnya. Aspek yang dipelajari mulai dari jumlah uang yang beredar, inflasi, serta tingkat suku bunga bank.

6. Ilmu Ekonomi Publik

Ilmu ekonomi publik lebih banyak mempergunakan fungsi pemerintah dalam bidang perekonomian. Mulai dari pengaturan perpajakan, anggaran pemerintah, utang negara, hingga retribusi.

Cabang ilmu ekonomi ini biasanya didominasi oleh pengamat ekonomi serta pemerintah karena keterlibatannya dalam tingkat dan skala nasional.

7. Ilmu Ekonomi Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia juga termasuk dari cabang ilmu ekonomi yang perlu dipelajari apalagi bagi perusahaan industri. 

Cakupan dari ilmu ini terdiri dari faktor produksi, tenaga kerja, kualitas tenaga kerja, kesempatan kerja, penentuan upah, dan lainnya.

Dengan mengetahui apa itu ekonomi maka akan lebih mudah bagi elo untuk mempelajari ilmu ini. Mungkin banyak yang menganggap bahwa ilmu ekonomi hanya sekedar menghitung perhitungan keuangan padahal cakupannya sangat banyak dan luas.

Mudah bukan memahami jenis jenis ilmu ekonomi? Kurang lebih begitu ya pembahasan mengenai materi ekonomi yang akan elo pelajari di kelas 10 ini.

Oh iya, selain materi Ekonomi, elo juga bisa belajar mata pelajaran lainnya lho bareng Zenius. Kayak Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Geografi, dll. 

Caranya gampang, elo tinggal download aplikasi Zenius atau klik banner di bawah ini ya!

Pengertian & Jenis-Jenis Ilmu Ekonomi – Materi Ekonomi Kelas 10 17

Oh iya, kalo elo ingin liat pembahasan dalam bentuk video singkat dan dijelaskan oleh tutor Ekonomi Zenius, elo bisa liat contoh soal dan pembahasan lengkapnya lho! 

Jadi Sobat Zenius, kalau elo suka dengan materi Ekonomi lainnya bisa langsung pelajari dengan klik banner di bawah ini ya. 

Dan kalau elo punya pertanyaan maupun pernyataan, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Pengertian & Jenis-Jenis Ilmu Ekonomi – Materi Ekonomi Kelas 10 18

Baca Juga Artikel Lainnya dari Zenius

Langsung Nikah Setelah Lulus Sekolah, Aman kan?

Mengenal Kesalahan Logika Beban Pembuktian

Ngapain Sih Berpikir Kritis?

Ikan Cupang: Cantik-cantik Kok Suka Berantem?

Buat Apa Ada Suatu Negara? Emang Ada Fungsinya?

Benci Mendengar Rekaman Suara Sendiri, Kok Bisa?

Proses Mumifikasi dalam Tradisi Mesir Kuno

Lihat Juga Proses Belajar Ala Zenius di Video Ini

<span data-mce-type=”bookmark” style=”display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;” class=”mce_SELRES_start”></span>

Originally Published: May 4, 2021
Updated By: Arieni Mayesha dan Sabrina Mulia Rhamadanty

Jenis-Jenis Sistem Ekonomi di Dunia – Materi Ekonomi Kelas 10

Halo Sobat Zenius, kali ini gue akan membahas mengenai perbedaan sistem ekonomi yang ada di dunia. Mulai dari sistem ekonomi sosialis, kapitalis dan campuran. 

Sebenernya sistem ekonomi ini akan berpengaruh dalam jalannya roda perekonomian. Karena, setiap masyarakat atau negara memiliki caranya sendiri-sendiri. 

Dalam tulisan kali ini, Zenius Blog akan membahas beberapa sistem ekonomi yang ada di dunia mulai dari definisi, kelebihan, serta kekurangan dari masing-masing sistem. So, simak artikel ini sampai selesai, ya!

Definisi Sistem Ekonomi Tradisional

Oke, gue akan mulai dari sistem ekonomi yang pertama dan tertua di dunia, yakni sistem ekonomi tradisional. 

Ini merupakan sistem ekonomi yang berdasarkan pada kebiasaan, sejarah, dan kepercayaan masyarakat yang ada di daerah tersebut. Perekonomian dengan sistem ini biasanya bergantung kepada pertanian, perikanan, dan perburuan. 

Beberapa pihak meyakini sistem ini adalah sistem yang mengawali perekonomian di banyak negara sebelum kemudian berevolusi menjadi sistem perekonomian lainnya. 

Contoh masyarakat yang menganut sistem ini adalah masyarakat Amerika Serikat sebelum kedatangan imigran dari Eropa atau sekitar abad 16. 

Selain mereka, sistem ini juga masih diterapkan oleh masyarakat-masyarakat yang hidup di pedalaman. 

Berikut adalah ciri-ciri dari sistem ekonomi tradisional: 

  1. Sistem Berpusat Kepada Keluarga atau Suku Tertentu

Penerapan sistem ini mengacu kepada pengalaman para orang yang dituakan dengan cara menggunakan petuah atau nasihat mereka dalam menjalankan perekonomian. 

  1. Sistem Diterapkan oleh Masyarakat Berburu-Meramu dan Nomaden

Masyarakat jenis ini selalu berpindah untuk memenuhi kebutuhannya. Dikarenakan mereka memproduksi sendiri apa yang mereka butuhkan, mereka tidak terlalu membutuhkan konsep perdagangan. 

  1. Sistem Dianut oleh Masyarakat Konsumsi

Penganut sistem ini adalah masyarakat yang hanya memproduksi apa yang mereka butuhkan saja. Hal ini mengakibatkan jarang terjadi surplus produksi maupun defisit. 

  1. Sistem Dianut oleh Masyarakat Barter

Sistem ini biasanya akan mulai berevolusi ketika masyarakat penganutnya mulai menetap dan tidak lagi hidup berpindah-pindah serta menggunakan sistem barter. 

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Tingkatin hasil belajar lewat kumpulan video materi dan ribuan contoh soal di Zenius. Maksimaln persiapanmu sekarang juga!

icon download playstore
icon download appstore
download aplikasi zenius app gallery

Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional

Sebagaimana sistem perekonomian pada umumnya, sistem ekonomi tradisional juga mempunyai keunggulannya sendiri. 

  1. Sistem ekonomi ini cenderung jarang menimbulkan perselisihan. Hal ini bisa terjadi karena masyarakat dalam sistem ini menggunakan adat istiadatnya untuk mengatur produksi, distribusi, hingga konsumsi. Karena mereka memahami adat tersebut, mereka cenderung menaatinya supaya terhindar dari pelanggaran adat.
  2. Dikarenakan masyarakat dalam sistem ini hanya memproduksi sesuai yang mereka butuhkan, keseimbangan alam pun cenderung lebih terjaga dan lebih berkelanjutan. 

Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Selain memiliki kelebihan, sistem ini juga mempunyai kekurangan apabila disandingkan dengan sistem perekonomian lain. 

  1. Masyarakat dalam sistem ini menggantungkan dirinya kepada kondisi alam. Hal ini menjadi hal yang merugikan ketika keadaan alam tidak menguntungkan mereka. Misalkan saat hasil panen buruk, cuaca tidak menentu, dan keadaan lain. Akibatnya adalah pertumbuhan menjadi terhambat. 
  2. Masyarakat yang menganut sistem ini cenderung tidak bisa bersaing dengan masyarakat yang memiliki sistem perekonomian yang lebih bagus. 
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (Arsip Zenius)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (Arsip Zenius)

Definisi Sistem Ekonomi Sosialis 

Sistem ekonomi sosialis adalah sistem yang masyarakatnya memiliki kesetaraan dalam kepemilikan atas faktor-faktor produksi. Meski dimiliki oleh setiap anggota masyarakat, pengelolaannya sendiri diatur oleh negara secara penuh. 

Pemerintah berperan penuh dalam mengatur distribusi dari hasil produksi. Faktor produksi dalam sistem sosialis adalah pekerja, pengusaha, modal, dan sumber daya alam. Semua faktor ini dimiliki oleh masyarakat dan diatur sepenuhnya oleh negara. 

Pada kenyataannya, sulit untuk menentukan bahwa satu negara menerapkan ekonomi sosialis secara penuh. Seringkali sistem ini digabungkan dengan sistem lain seperti liberal dan komunis. 

Norwegia, Denmark, dan Swedia menjadi contoh negara yang menerapkan sebagian dari sistem ekonomi sosialis. Negara-negara tersebut menyediakan layanan bagi masyarakatnya mulai dari kesehatan, pendidikan, dan jaminan pensiun. 

Selanjutnya ada Tiongkok dan Korea Utara sebagai negara yang menyatukan ekonomi sosialis dengan sistem komunisme.

Presiden Korea Utara, Kim Jong-un (kiri) bersama dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kanan) (Arsip Zenius)
Presiden Korea Utara, Kim Jong-un (kiri) bersama dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kanan) (Arsip Zenius)

Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis 

Di bawah sistem ini, para pekerja tidak mengalami eksploitasi. Hal ini dapat terjadi karena mereka akan mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang mereka upayakan. 

Sistem ini bisa menghilangkan penderitaan rakyat karena seluruh akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya telah diatur dan disediakan oleh negara. 

Ketersediaan tersebut memungkinkan masyarakat tidak perlu pusing lagi dan bisa fokus dengan apa yang ingin mereka raih. Dikarenakan kontrol negara yang kuat, pengelolaan sumber daya alam bisa dilakukan dengan lebih bijak. 

Kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis 

Adapun untuk kekurangan yang dimiliki oleh sistem ekonomi sosialis adalah seperti berikut ini:

  1. Sistem ekonomi sosialis mempercayai bahwa pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk bekerjasama. Kepercayaan ini menihilkan fakta bahwa terdapat persaingan yang bisa timbul antar manusia. Keadaan yang seperti inilah yang mengakibatkan sistem ekonomi sosialis menjadi sulit untuk diterapkan secara penuh.
  2. Dikarenakan setiap anggota masyarakat telah memiliki peran yang diatur oleh negara, keinginan untuk menjadi wirausaha pun berpotensi menurun. Dampaknya adalah tingkat inovasi yang cenderung lebih rendah jika dihadapkan kepada sistem kapitalis. 
  3. Peran negara yang terlalu besar juga bisa berbahaya bagi masyarakat jika pemimpin yang terpilih ternyata menyalahgunakan kekuasaannya. 

Definisi Sistem Ekonomi Kapitalis

Sistem ekonomi ini memungkinkan swasta untuk memiliki seluruh faktor produksi. Keempat faktor produksi tersebut adalah pengusaha, modal, sumber daya alam, dan pekerja. Jika pada sistem sosialis pengelolaan faktor produksi ini dilakukan oleh negara, sistem kapitalis menyerahkan pengelolaan faktor-faktor ini kepada pihak swasta. 

Sistem ini memiliki kaitan erat dengan pasar bebas, permintaan-penawaran, tarif, dan banyak lainnya. Hal-hal tersebut mempengaruhi keberlangsungan sistem ini untuk dapat terus berkembang.

Adanya pasar bebas, kebijakan bebas tarif, permintaan yang bagus akan membuat sistem ini semakin kuat. Salah satu semboyan yang digaungkan dalam sistem ini adalah “greed is good” karena ketamakan bisa membuat bisnis terus berkembang. 

Contoh negara-negara yang menerapkan sistem ini adalah Hongkong, Singapura, Swiss, Estonia, Kanada, dan banyak lainnya. Negara-negara ini memberlakukan kebebasan tarif dalam rangka menghilangkan halangan yang bisa mengganggu perdagangan bebas. 

Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis

Kelebihan yang bisa didapatkan jika menerapkan sistem ekonomi yang satu ini adalah: 

  1. Kapitalisme membuat barang-barang paling diinginkan akan dihargai dengan harga yang lebih tinggi. Dampaknya adalah para produsen akan berlomba-lomba dalam menciptakan barang-barang dengan kualitas terbaik. 
  2. Efek dari keinginan untuk meningkatkan kualitas adalah adanya inovasi yang terjadi terus menerus. Inovasi pun akan terus dilakukan demi mendapat harga tertinggi. Penemuan-penemuan baru akan terus dibuat dan hal ini bisa meningkatkan kesejahteraan hidup manusia.

Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis

Walau memiliki kelebihan yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup manusia, sistem ini masihlah memiliki kekurangan. Kekurangan dari sistem ini adalah sebagai berikut ini: 

  1. Kapitalisme akan menjadi kejam bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan. Para produsen cenderung menginginkan produksi yang efisien sehingga orang-orang yang kurang mampu akan disingkirkan oleh mereka yang lebih berkemampuan. Dampaknya adalah munculnya pengangguran. 
  2. Demi mengejar pertumbuhan, seringkali kapitalisme menihilkan beberapa akibat dari kegiatan produksinya. Salah satunya adalah kerusakan lingkungan. 
perbedaaan sistem ekonomi
Sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi yang berseberangan (dok: Pixabay)

Oke, sekarang elo udah paham kan mengenai pengertian sistem ekonomi sosialis dan kapitalis. 

Kalo punya pertanyaan, seperti ini: jelaskan perbedaan sistem ekonomi kapitalis dengan sistem ekonomi sosialis!

Kira-kira jawabannya apa guys?

Nah, jawaban dari pertanyaan ini sebenernya cukup gampang. 

Pertama kita lihat dari perbedaan definisi masing-masing sistem ekonomi ini dulu. Kalau kapitalis, ini adalah sistem ekonomi yang bergantung pada badan swasta sedangkan sosialis adalah kepada negara. 

Kapitalisme – tidak peduli tentang kesetaraan. Dalam sistem kapitalisme, ketidaksetaraan sangat penting untuk mendorong inovasi dan pembangunan ekonomi.

Sosialisme – berkaitan dengan redistribusi sumber daya dari si kaya ke si miskin. Ini untuk memastikan setiap orang memiliki kesempatan yang sama dan dalam beberapa bentuk sosialisme – hasil yang sama.

Kapitalisme – Bisnis swasta akan dimiliki oleh individu/perusahaan swasta.

Sosialisme – Negara akan memiliki dan mengontrol alat-alat produksi utama. Dalam beberapa model sosialisme, kepemilikan tidak akan dilakukan oleh pemerintah tetapi oleh koperasi pekerja.

  • Dari Segi Cara Mengatasi Pengangguran

Kapitalis – negara tidak secara langsung menyediakan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu pada masa resesi, pengangguran dalam sistem ekonomi kapitalis dapat meningkat ke tingkat yang sangat tinggi. 

Sosialis – Pekerjaan sering diarahkan dan disediakan oleh negara. Oleh karena itu, negara dapat menyediakan pekerjaan penuh bahkan jika pekerja tidak melakukan sesuatu yang sangat penting. 

  • Dari Segi Cara Mengontrol harga

Kapitalis – Harga ditentukan oleh kekuatan pasar. Perusahaan dengan kekuatan monopoli dapat mengeksploitasi posisi mereka dan membebankan harga yang jauh lebih tinggi kepada konsumen. 

Sosialis – Dalam sistem ekonomi yang dikelola negara, harga biasanya ditetapkan oleh pemerintah hal ini dapat menyebabkan kekurangan dan surplus.

Definisi Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah perpaduan dari sistem ekonomi tradisional, sosialis, dan kapitalis. Setiap kelebihan yang dimiliki masing-masing sistem digabungkan ke dalam satu sistem. 

Sistem ini memiliki tiga karakteristik yaitu: 

  • Pertama, sistem ini melindungi kepemilikan individu atas asetnya. Setiap individu berhak memiliki apa yang diusahakannya. 
  • Kedua, sistem ini mengizinkan hukum permintaan dan penawaran untuk menentukan harga suatu komoditas. 
  • Ketiga, sistem ini digerakkan oleh kepentingan milik individu. Dalam sistem ini, pemerintah memiliki peran dalam mengatur beberapa area seperti militer, perdagangan internasional, dan transportasi.  

Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

Kelebihan yang dimiliki oleh sistem ekonomi campuran adalah berikut ini: 

  1. Barang dan jasa dapat tersalurkan ke tempat mereka paling dibutuhkan. Hal ini bisa terjadi karena pemerintah memiliki kewenangan untuk ikut campur. Walau demikian harga barang dan jasa tetap diatur oleh mekanisme pasar. 
  2. Sistem ini mengizinkan inovasi untuk terus terjadi karena konsumen tetap cenderung untuk memilih komoditas yang paling murah, kreatif, dan efisien. 
Sistem ekonomi campuran mengizinkan inovasi untuk terus terjadi. (dok: Pexels)
Sistem ekonomi campuran mengizinkan inovasi untuk terus terjadi. (dok: Pexels)

Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

Walaupun sistem ini adalah perpaduan dari setiap kelebihan yang dimiliki sistem lain, sistem ini tetaplah tidak luput dari yang namanya kekurangan. 

Kekurangan yang ditimbulkan dari penerapan sistem ini bergantung kepada sistem mana yang cenderung lebih berkuasa. Bisa sosialis, tradisional, maupun kapitalis. 

Oke, segini dulu penjelasan gue mengenai perbedaan sistem ekonomi di Indonesia dan dunia. Oh iya, selain materi Ekonomi, Zenius juga punya kumpulan materi pelajaran lainnya bahkan hingga materi UTBK SBMPTN, yuk langganan paket belajar Zenius.

Elo juga bisa dapetin ribuan materi belajar dan ikut live class bareng para tutor berpengalaman. Klik gambar di bawah ini buat info selanjutnya, ya!

Jenis-Jenis Sistem Ekonomi di Dunia – Materi Ekonomi Kelas 10 17

Kalau misalnya ada yang pertanyaan tentang perbedaan sistem ekonomi dan isu ekonomi langsung kasih komentar aja ya di bawah. Gue akan dengan sangat senang hati membaca semua pertanyaan kalian. 

Elo juga bisa tonton video-video materi lainnyanya dengan klik banner di bawah ini ya! Klik dan langsung belajar! Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Jenis-Jenis Sistem Ekonomi di Dunia – Materi Ekonomi Kelas 10 18

Originally Published:  October 17, 2019
Updated by:  Sabrina Mulia Rhamadanty

Pengertian, Syarat, dan Jenis-jenis Proyeksi Peta Beserta Fungsinya

Udah paham materi proyeksi peta belum, nih? Yuk, kita bahas bareng-bareng mulai dari pengertian, syarat, jenis-jenis, fungsi hingga cara membuat proyeksi peta.

Penulis: Nada Alfi Aliyah

Halo, Sobat Zenius! Kalian semua pasti tahu kalau Bumi yang kita tinggali ini merupakan ruang berbentuk tiga dimensi yang berbentuk bulat menyerupai ellipsoid. Kita juga sudah sering kali melihat kenampakan Bumi dalam bentuk dua dimensi seperti pada peta, termasuk Google Maps ataupun Waze yang biasa kita pakai untuk pergi ke tempat-tempat hidden gem

Nah, pernah kepikiran nggak sih gimana cara mengubah representasi Bumi dari tiga dimensi menjadi dua dimensi?

Ternyata, dalam proses mengubah bentuk Bumi dari tiga dimensi menjadi dua dimensi dibutuhkan elemen penting yang disebut proyeksi peta, loh! Apa itu proyeksi peta? 

Di sini, gue akan jelasin ke kalian apa sih pengertian proyeksi peta, apa saja macam-macam proyeksi peta beserta fungsinya, syarat proyeksi peta, gambar proyeksi peta dan cara membuatnya. Langsung aja, let’s check this out!

Pengertian Proyeksi Peta

Sebelum masuk ke pengertian proyeksi peta, gue akan bahas sedikit nih sejarah tentang proyeksi peta. Seperti yang kalian tahu pada awal abad ke-15, manusia mulai memasuki abad penjajahan. Otomatis frekuensi pelayaran semakin meningkat, dong? Karena frekuensi pelayaran semakin meningkat, kebutuhan peta untuk navigasi pelayaran pun semakin dibutuhkan.

Kemudian pada tahun 1569, seorang kartografer Belgia bernama Gerardus Mercator berhasil mewujudkan kemudahan dalam navigasi. Mercator menemukan bahwa proyeksi peta merupakan suatu fungsi matematika yang digunakan untuk mengonversi lokasi di permukaan Bumi ke lokasi pada peta.

contoh peta dunia
Peta Dunia tahun 2004 (Dok. Wikipedia)

Nah, udah kebayang belum nih definisi proyeksi peta? Proyeksi dalam sebuah peta berguna untuk menyajikan representasi wilayah dari globe Bumi berbidang lengkung ke bidang datar. Sampai sini paham? Oke lanjut kita bahas jenis-jenis proyeksi peta.

Kalau mau mengulang belajar tentang Konsep Peta secara keseluruhan, kamu bisa baca artikel ini: Pengertian Peta, Fungsi, Unsur, Jenis, dan Contohnya.

Jenis-jenis Proyeksi Peta

Setelah elo paham konsep dan pengertian dari proyeksi peta, gue akan jelasin jenis-jenis proyeksi peta beserta fungsinya. Jadi, dalam proses penyajian representasi wilayah dari globe Bumi berbidang lengkung ke bidang datar, terjadi distorsi atau ketidaksempurnaan dalam proses tersebut. 

Nah, untuk meminimalisir ketidaksempurnaan ini proyeksi peta terbagi jadi bermacam-macam. Ada proyeksi peta berdasarkan garis karakter, dan ada proyeksi peta berdasarkan  bidang proyeksinya. Yuk, kita bahas satu-satu!

Proyeksi Peta Berdasarkan Bidang Proyeksi

Jenis Proyeksi Peta Berdasarkan Bidang Proyeksi
Jenis Proyeksi Peta Berdasarkan Bidang Proyeksi (Dok. Arsip Zenius)
  1. Proyeksi Azimuthal/Zenithal

Proyeksi peta azimuthal/zenithal menggunakan bidang datar untuk digunakan sebagai proyeksinya. Proyeksi ini mengenai bola Bumi yang hanya berpusat pada satu titik yang umumnya digunakan di bagian kutub permukaan Bumi atau daerah yang cakupannya kecil. Jadi, proyeksi peta yang digunakan untuk memetakan daerah kutub adalah proyeksi Azimuthal.

  1. Proyeksi Kerucut

Proyeksi peta kerucut menggunakan bidang kerucut untuk digunakan sebagai bidang proyeksinya. Proyeksi ini mengenai bagian Bumi wilayah lintang tengah seperti Benua Eropa. Wilayah lintang tinggi dan kutub akan mengalami distorsi yang besar sehingga lebih cocok jika menggunakan proyeksi kerucut.

  1. Proyeksi Silinder

Proyeksi peta silinder menggunakan bentuk silinder untuk digunakan sebagai bidang proyeksinya. Proyeksi ini cocok memetakan Bumi di daerah khatulistiwa dan tidak cocok jika digunakan untuk bagian wilayah kutub.

Proyeksi Peta Berdasarkan Garis Karakter

Jenis Proyeksi Peta Berdasarkan Garis Karakter
Jenis Proyeksi Peta Berdasarkan Garis Karakter (Dok. Arsip Zenius)
  1. Proyeksi Normal

Pada proyeksi normal, garis karakteristik bidang proyeksi berimpitan dengan sumbu bola Bumi.

  1. Proyeksi Miring

Pada proyeksi miring, garis karakteristik bidang proyeksinya membentuk sudut lancip dengan sumbu bola Bumi.

  1. Proyeksi Transversal

Pada proyeksi transversal, garis karakteristik bidang proyeksi berpotongan tegak lurus dengan sumbu bola Bumi.

Sekarang, kita udah tahu pembagian jenis proyeksi peta berdasarkan garis karakter dan bidang proyeksinya. Apa akibatnya jika menggunakan proyeksi peta yang tidak tepat? Hal ini akan menyebabkan terjadinya distorsi atau ketidaksempurnaan fitur-fitur yang penting pada peta. Oleh sebab itu, dalam proses pembuatan peta kita perlu memilih model proyeksi peta yang sesuai dengan kebutuhannya. 

Syarat Proyeksi Peta

Untuk membuat proyeksi peta juga dibutuhkan beberapa syarat, lho! Artinya, suatu proyeksi peta harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebagai syarat-syarat proyeksi peta. Bagja Waluya (2015) mengatakan syarat yang berlaku dalam proyeksi peta adalah sebagai berikut:

  1. Bentuk yang diubah harus tetap
  2. Luas permukaan yang diubah harus tetap
  3. Jarak antara satu titik dengan titik lain di atas permukaan yang diubah harus tetap
  4. Sebuah peta yang diubah tidak mengalami penyimpangan arah

Selain proyeksi peta, kamu juga perlu tahu Komponen Peta dan Penjelasannya. Baca selengkapnya di sini: 10 Komponen Peta dan Keterangannya.

Gambar Proyeksi Peta dan Cara Membuatnya

Seperti yang udah dibahas di atas, ada syarat-syarat atau ketentuan dalam membuat proyeksi peta. Namun, untuk memenuhi keempat syarat itu adalah hal yang tidak mungkin karena rangka peta meliputi wilayah yang sangat besar.

Oleh sebab itu, untuk membuat proyeksi peta dibagi lagi berdasarkan garis karakter dan bidang proyeksinya. Proyeksi peta berdasarkan garis karakter yaitu proyeksi peta normal, miring, dan transversal. Sementara proyeksi peta berdasarkan bidang proyeksinya yaitu peta azimuthal, kerucut, dan silinder.

Proyeksi Peta Mercator
Proyeksi Peta Mercator (Dok. Wikipedia)

Setiap jenis proyeksi tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing tergantung dari tujuan pembuatan peta dan bagian dari permukaan Bumi yang ingin diproyeksikan. Selain itu, untuk membuat proyeksi peta kita perlu skala peta. Skala peta merupakan perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Sampai sini paham, kan?

Untuk belajar lebih lanjut tentang rumus skala peta, klik link berikut: Cara Menghitung Skala Peta dan Mencari Jarak Sebenarnya.

Supaya pemahaman elo makin melekat di otak, coba kerjain contoh soal di bawah ini, yuk!

Contoh Soal dan Pembahasan

1. Proyeksi peta berdasarkan garis karakter terbagi menjadi tiga. Manakah di bawah ini yang termasuk ke dalam proyeksi peta berdasarkan garis karakter?

A. Silinder
B. Kerucut
C. Azimuthal
D. Transversal

Jawaban:

Seperti yang udah kita bahas di atas, proyeksi peta terbagi menjadi berbagai macam berdasarkan garis karakter dan bidang proyeksinya.

Nah, pada opsi A, B, dan C kita tahu bahwa itu semua merupakan proyeksi peta berdasarkan bidang proyeksi. Kita juga tahu bahwa proyeksi peta berdasarkan garis karakter terbagi menjadi tiga yaitu proyeksi peta normal, miring, dan transversal. Maka dari itu, jawabannya adalah D. Transversal

****

Nah, itu dia tadi penjelasan tentang pengertian, jenis-jenis, fungsi serta syarat proyeksi peta yang bisa elo pelajari.

Kalau elo masih kepo dan pengen tau lebih lanjut lagi tentang penjelasan jenis-jenis proyeksi peta, elo bisa banget nonton video selengkapnya di Zenius! Caranya gampang banget, tinggal klik banner di bawah ini dan elo bisa akses video lengkapnya! Oh, ya, jangan lupa log in akun dan berlangganan dulu, ya!

Pengertian, Syarat, dan Jenis-jenis Proyeksi Peta Beserta Fungsinya 9

Nah, kalau elo belum berlangganan paket belajar Zenius, Sobat Zenius tinggal klik gambar di bawah ini untuk pengalaman belajar yang lebih asik!

SKU-BELI-PAKET-BLJR-1

Referensi:

Bagja Waluya. Peta, Globe, dan Atlas. (2015).