Expressing Agreement & Disagreement – Materi Bahasa Inggris Kelas 11

Hai, Sobat Zenius! Apa kabarnya nih? Semoga baik-baik aja, ya! Sebelum mulai, gue punya pertanyaan buat elo:

Loading ... Loading …

Setuju!

Tidak Setuju!

Persoalan kayak gini aja terkadang bisa bikin perdebatan, ya. Elo yg aktif di media sosial, kemungkinan pernah lihat perdebatan ini di secara online.. Atau mungkin, elo malah pernah ikut memberikan pendapat?

Nah, menyambung dengan ilustrasi di atas, artikel kali ini akan membahas mengenai expressing agreement and disagreement dalam bahasa Inggris. Yuk, kita simak bersama-sama!

Expressing Agreement

Mungkin sebagian dari elo sudah tahu ya apa itu agreement. Nah, expressing agreement adalah cara kita untuk menyatakan bahwa kita memiliki pandangan yang sama terhadap sesuatu. Dengan kata lain, memberikan persetujuan. 

Kayak yang disebut dalam Oxford Advanced Learner Dictionary, agreement adalah the state of sharing the same opinion or feelings, yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah keadaan di mana kita punya perasaan atau pendapat yang sama terhadap sesuatu.

Cara untuk menyatakan agreement ini nggak cuma dengan bilang, “I agree.” doang, lho! Kita bisa menggunakan kalimat-kalimat lain bahkan idiom untuk menyatakan persetujuan.

Lanjut baca aja kuy buat bahas macem-macem contoh kalimat agreement!

Simple Ways To Express Agreement

Yang pertama ini adalah kalimat-kalimat simple yang bisa kita gunakan untuk menyatakan persetujuan. 

Kalau elo mau setuju sama suatu pernyataan, tapi ya, kayak setuju aja, tapi nggak setuju banget, elo bisa pakai kata-kata yang super simple aja, kayak  yes, great, atau cool.

Contoh kalimatnya gimana?

Misal, ada temen elo yang ngomong kayak gini: “i think the song “Easy on Me” by Adele is good.” Nah, elo oke-oke aja nih sama pendapatnya, elo bisa balas dengan “yes!” atau sekadar, “cool!”. 

Beda lagi kalau elo mau menyatakan, “eh, bener banget gila! Setuju parah!” Nah, itu berarti elo ada di keadaan dimana elo udah strongly agree atau setuju banget gitu, kan. Elo bisa pakai kata-kata yang lebih strong, kayak: exactly, absolutely, totally right, atau sure thing.

Contoh kalimat strongly agree dengan menggunakan kata exactly
Contoh kalimat strongly agree dengan menggunakan kata exactly (Arsip Zenius)

Tapi pernah nggak sih elo, nggak setuju sepenuhnya sama suatu pendapat? Kayak, dari pendapat itu tuh ada bagian yang elo setujui, tapi ada juga yang pengen elo sanggah. Keadaan ini bisa disebut elo partially agree, atau setuju sebagian.

Nah, elo bisa gunakan kata-kata kayak i guess so, i think so, atau i suppose so. 

 Contoh kalimat partially agree dengan menggunakan i think so.
Contoh kalimat partially agree dengan menggunakan i think so. (Arsip Zenius)

Common Ways To Express Agreement

Selain kalimat-kalimat simple di atas, ada juga nih, frasa-frasa yang common atau yang sering digunakan untuk expressing agreement. Gue yakin elo udah sering denger sih. Coba kita bahas beberapa, yuk.

Yang pertama ada ucapan:  couldn’t agree more!”. Nah, frasa ini berarti elo strongly agree sama suatu pendapat, sampai-sampai tingkat setuju elo tuh udah di batas maksimum dan nggak bisa lebih setuju lagi.

Baca Juga: Offering Help and Responding – Materi Bahasa Inggris Kelas 12

Trus, elo bisa juga pakai ucapan: you can say that again.” Ucapan ini maksudnya elo saking setujunya sama pendapat itu, elo minta orang yang memberikan pendapatnya buat mengulangi kalimatnya, karena elo setuju banget.

Yang selanjutnya, ada ucapan:i hear you.” Kalau diterjemahkan secara langsung, arti “i hear you” emang “gue mendengarkan elo”. Tapi, frasa ini digunakan untuk menyatakan kalau elo dengar, paham, dan setuju sama pendapat yang elo dengar itu.

Next, ada lagi ucapan yang bisa elo gunakan, yaituI’ll second that!”. Nah, kalo ini diterjemahkan ke bahasa Indonesia, kurang lebih kayak “duain!” gitu. Frasa ini bisa elo gunakan sebagai bentuk ekspresi kalo elo akan jadi orang kedua yang setuju sama suatu pendapat. 

Idioms Used To Express Agreement

Selain frasa-frasa yang umum digunakan untuk expressing agreement, elo bisa juga nih menggunakan idiom untuk menyatakan persetujuan elo!

Idiom adalah a rigid expression that don’t literally mean as they are written atau kalo diartikan adalah bentuk ekspresi yang artinya nggak sama dengan apa yang tertulis. Dalam bahasa Indonesia sih, seringnya disebut sebagai ungkapan.

Ungkapan apa aja yang bisa elo gunakan untuk expressing agreement? Elo bisa lihat di gambar di bawah, ya!

 idiom used to express agreement
Macam-macam idiom yang digunakan untuk menyatakan persetujuan. (Arsip Zenius)

Eye to eye, exactly what i’m thinking, on the same page, all for it, the words out of my mouth, of the same mind

Baca Juga: Cause and Effect Beserta Rumus dan Contohnya – Materi Bahasa Inggris Kelas 11

Expressing Disagreement

Nah, kalau tadi kita sudah selesai bahas cara-cara expressing agreement, sekarang kita bahas cara expressing disagreement yuk! 

Kalau yang disebut dalam Oxford Advanced Learner Dictionary, disagreement adalah a situation where people have different opinions about something and often argue atau kalau dalam bahasa Indonesia adalah sebuah situasi dimana seseorang punya pendapat yang berbeda dan nggak jarang berakhir dengan argumentasi.

Nah sekarang gas kuy kita lihat contoh-contoh kalimat disagreement!

Simple Ways To Express Disagreement

Sama kayak expressing agreement, elo juga bisa menyatakan ketidaksetujuan elo terhadap sesuatu dengan frasa-frasa sederhana kayak: not necessarily, not a chance, i think otherwise, dan yang lainnya. 

Buat selengkapnya, elo bisa catat dari gambar di bawah!

Simple ways to express disagreement.
Macam-macam frasa yang digunakan untuk menyatakan ketidaksetujuan. (Arsip Zenius)

Common Ways To Express Disagreement

Nah, ada juga nih frasa-frasa yang common digunakan untuk expressing disagreement. Yang pertama, ada frasa-frasa yang bisa digunakan kalau elo strongly disagree alias tidak setuju total.

Elo bisa menggunakan frasa kayak I totally disagree, I strongly disagree, atau that’s totally unacceptable.

Frasa-frasa di atas itu bisa digunakan dalam percakapan ringan sehari-hari, kan. Nah, gimana kalau kita lagi ngobrol sama orang yang lebih tua? Gimana sih, cara expressing disagreement dengan sopan?

Nah, ada nih. Elo bisa menggunakan frasa kayak I am afraid I disagree, I am sorry but I don’t agree, I’d say the exact opposite, that’s not always the case, atau that’s not always true.

Buat “I am afraid I disagree” sama  “I am sorry but I don’t agree” ini penggunaannya kayak elo slightly feeling guilty for disagreeing. Ibaratnya kayak, “yah, maaf ya kayaknya gue nggak setuju deh sama elo…”

Kalau “I’d say the exact opposite” bisa elo gunakan kalau elo yakin elo nggak setuju dan elo mau menyatakan kalau elo percaya sebaliknya. 

Nah, kalau “that’s not always the case” sama “ that’s not always true”, elo mau menyatakan kalau pendapat yang elo denger itu nggak selalu benar. Kayak, dalam beberapa kasus, pendapat itu bisa dibilang nggak valid gitu.

Baca Juga: Asking and Giving Suggestion – Materi Bahasa Inggris Kelas 11

Misalnya, ada yang bilang kayak gini: “I think Korean drama is too cheesy and cringe.” Terus, elo nggak setuju karena menurut elo ada drakor yang nggak kayak begitu. Elo bisa bilang, “that’s not always true. I know some Korean drama that are really good and not cringey.” 

Terus, kalau lagi ngobrol sama temen dan pengen menyatakan ketidaksetujuan, frasa apa sih yang bisa dipakai?

Elo bisa banget menggunakan frasa-frasa kayak you must be joking, are you kidding me, nothing of the kind, you’re missing the beat, atau i don’t think so.

“You must be joking” dan “are you kidding me” bisa elo gunakan kalau elo nggak setuju banget sama sesuatu dan elo nggak nyangka gitu sama pendapat yang baru aja elo denger. Kalo dalam bahasa Indonesianya mungkin kayak: “Ah, elo bercanda kali!”

Kalau “nothing of the kind” dan “you’re missing the best” ini biasanya digunakan kalau elo ngerasa suatu pernyataan itu nggak sesuai banget. Ibaratnya kayak: “Ah, perasaan nggak gitu sama sekali deh! Opini elo udah keluar jalur banget!” 

Baca Juga: Making Requests, Accepting and Declining – Bahasa Inggris Kelas 12

Idioms Used To Express Disagreement

Sama kayak expressing agreement, elo juga bisa menggunakan idiom untuk menyatakan disagreement. Elo bisa cek gambar di bawah untuk lihat lebih lengkapnya!

Idiom used to express disagreement
Macam-macam idiom yang digunakan untuk menyatakan ketidaksetujuan. (Arsip Zenius)

Asikk, udah selesai nih materinya. Biar makin mantap kita lanjut ke contoh soal agreement and disagreement kuy!

Contoh Soal

1. Minnie: “I think Dina is the best singer in this competition. She will win the award.”

Firman: “_______. I like the other contestant better.”

Minnie: “Well, we might have different tastes.”

Dalam dialog agreement and disagreement di atas, titik-titik kosong paling tepat diisi dengan…

a. Nope, you’re right, Dina’s the best.

b. I have to disagree with you. I really like Dina’s performance.

c. Yeah, I agree with you on this point.

d. Nah, I don’t think so, I don’t really like her performance.

e. Yeah, I think you’re right. Dina’s performance was awful.

Jawabannya: D.  Elo bisa lihat dari perkataan Firman yang bilang kalau dia lebih suka kontestan yang lain serta jawaban Minnie yang bilang kalau selera mereka beda, itu menunjukkan kalau Firman expressing disagreement terhadap pendapat Minnie.

2. Dan: I feel really exhausted at work this week.

Nate: We should go to Bogor tomorrow for some relaxation, then.

Dan: Wow. …. Let’s go! 

What would Dan say if he agrees with Nate?

a. You took the words right out of my mouth

b. We are not eye to eye on this

c. That’s not what I’m thinking

d. Interesting, but nope

e. I love Bogor but we just went there last week, rain check?

Jawabannya: A.  Elo bisa lihat kalau Dan sudah setuju dengan bilang “let’s go!”. Nah, opsi B, C, dan D menyatakan bahwa dia ga setuju. Pada opsi E, Dan bilang kalau dia suka Bogor, tapi dia ga akan kesana karena dia baru aja ke Bogor minggu lalu. Dan ”Rain check?” adalah istilah untuk menunda suatu kegiatan.

Nah, segitu dulu pembahasan kita kali ini. Mudah-mudahan elo setuju sama gue kalau habis baca tulisan ini elo jadi makin paham sama materi agreement and disagreement! Hehehe. 

Kalau elo mau lanjut belajar materi Bahasa Inggris kelas 11 yang lain, elo bisa banget liat di sini. Materi ini juga bisa elo temukan versi videonya dengan klik banner di bawah. See you

Expressing Agreement & Disagreement - Materi Bahasa Inggris Kelas 11 17

Biar makin mantap, Zenius punya beberapa paket belajar yang bisa lo pilih sesuai kebutuhan lo. Di sini lo nggak cuman mereview materi aja, tetapi juga ada latihan soal untuk mengukur pemahaman lo. Yuk langsung aja klik banner di bawah ini!

Expressing Agreement & Disagreement - Materi Bahasa Inggris Kelas 11 18

Reference: 

Oxford Learner’s Dictionaries from Oxford University Press. Accessed online on July 1st 2022 from https://www.oxfordlearnersdictionaries.com/definition/english/agreement?q=agreement

Oxford Learner’s Dictionaries from Oxford University Press. Accessed online on July 5th 2022 from https://www.oxfordlearnersdictionaries.com/definition/english/disagreement?q=disagreement 

Expressing Obligations and Prohibitions in Past and Future

Prohibition dan obligation adalah materi Bahasa Inggris yang dibahas di kelas 11. Kalau elo mau mempelajari apa saja contoh kalimat obligation prohibition dan contoh dialog expressing obligation prohibition, kuy baca artikel ini sampai habis!

Hai, Sobat Zenius! Siapa nih, di antara elo yang sering jalan-jalan ke luar negeri? Elo sering merhatiin nggak sih, kalau tiap negara punya kebiasaan dan budaya yang beda-beda?

Misalnya aja, kalau elo mau mengunjungi Iran, you must not give thumbs-up ya guys ya! Karena ternyata di sana artinya sama seperti kita ngomong “persetan” atau mengacungkan jari tengah.

Di Iran mengangkat jempol bukan gestur tubuh yang sopan.
Di Iran, mengangkat jempol bukan gestur tubuh yang sopan. (Arsip Zenius)

Wah, padahal di sini kan angkat jempol jadi gaya foto andalan ya! Karena dalam budaya kita, angkat jempol berarti “oke”. Jauh juga kan, perbedaanya? Coba dong, elo share juga di kolom komentar larangan di negeri lain yang elo tahu!

Nah, sambil ngobrol soal larangan, kita bahas yuk cara-cara ngomongin larangan atau prohibitions dan lawannya, alias kewajiban atau obligations yang ada dimateri Bahasa Inggris kelas 11!

Expressing Obligation in Past and Future

Yang pertama bakal kita bahas adalah macam-macam expression of obligation. Apa itu obligation? Obligation adalah keadaan yang mengharuskan seseorang untuk melakukan sesuatu. In other words: kewajiban.

Nah, pertama-tama yang harus elo tahu adalah modal verbs yang digunakan untuk expressing obligation. Elo bisa pakai have to, must to, dan need to.

Tapi, ada tapinya nih. Modal verbs expressing obligation di atas sebenarnya berlaku buat pernyataan yang sifatnya present atau di masa sekarang. Ada penyesuaian lagi kalau kita mau buat pernyataan yang sifatnya past dan future.

Baca Juga: Rumus 16 Tenses dalam Bahasa Inggris Beserta Contohnya

Langsung simak di bawah aja, ya!

In past

Nah, karena sekarang kita mau bahas cara expressing obligation in past, ada satu kuncian yang harus elo pegang. Yap, ubah modal verbs-nya jadi verb lampau! Jadi, untuk expressing obligation in past kita punya struktur-struktur kalimat kayak gini:

Had to + infinitive

Contoh kalimat obligation in the past: They had to make a show happen in three months.

Nah, penggunaan “had” ini menunjukkan bahwa kejadian yang diceritakan dalam pernyataan ini tuh udah di masa lalu. Pas pernyataan ini dibuat, masa-masa persiapan show-nya udah selesai dan show-nya udah berhasil terlaksana.

Needed to+ infinitive

Contoh kalimat : The government needed to focus on containing the spread of Coronavirus. 

Ini sama juga, nih. Pernyataan ini merujuk pada suatu waktu di masa lampau. Kalau mau diartikan, kalimat ini bisa seperti ini: pada waktu itu, pemerintah harus fokus dalam mengendalikan penyebaran virus Corona.

Jadi, at the time pernyataan ini dibuat, udah nggak lagi punya keharusan untuk menanggulangi penyebaran virus ini. 

Yang perlu dicatat dari bagian ini adalah, dalam expressing obligation, elo nggak bisa pakai modal verbs must to. Ini karena modal verbs tersebut tidak bisa dipakai untuk menyatakan hal yang lampau. Trus, pake apa lagi dong?

Elo bisa expressing obligation lampau dengan menggunakan to be past. Entah selanjutnya bakal dilengkapi dengan adjectives atau nouns, yang jelas to be nya harus bersifat lampau, ya! Nih, gue spill structure kalimatnya di bawah!

Was / were required to + infinitive 

Contoh kalimat:  I was required to submit a written apology.

Nah, dengan penggunaan “was”, elo bisa tahu kalau masalah dia disuruh nulis permintaan maaf itu sudah di masa lampau. Pas pernyataan ini dibuat, masalah itu sudah selesai.

Was / were + adjectives

Contoh kalimat: Attending school between the age 7 and 14 was compulsory. 

Arti dari kalimat ini adalah “anak usia 7 sampai 14 tahun diwajibkan untuk mengikuti pendidikan di sekolah.”  Tapi, dengan penggunaan kata “was” elo bisa tahu bahwa sekarang sudah nggak wajib lagi. 

Was / were + nouns 

Contoh kalimat: It was his duty to keep the arts in good condition.

Sama kayak dua contoh kalimat obligation di atas, pernyataan ini sifatnya lampau alias pada saat pernyataan ini diomongin, si “dia” yang disebut di atas sudah tidak lagi memiliki kewajiban tersebut, dalam hal ini menjaga karya seni agar tetap dalam kondisi yang baik.

In future

Kalau obligation in the past itu tentang soal kewajiban yang sudah lewat dan udah nggak wajib lagi, obligation in the future itu tentang hal-hal yang baru akan jadi kewajiban di masa mendatang. 

Modal verbs yang dipakai kan sama, ya guys. Bedanya, tidak perlu diubah jadi lampau tapi ditambahkan “will” di depannya. Langsung aja kita bahas structure-structure kalimat expressing obligation in the future di bawah!

Will have to + infinitive

Contoh kalimat: You will have to study harder to pass the exam.

Dari pernyataan ini, elo tahu kalau nanti elo harus belajar super keras supaya bisa lulus ujian. Dengan kata lain, pernyataan di atas tuh nggak nyuruh elo untuk belajar keras saat ini tapi di masa yang akan datang, elo akan harus belajar keras, gitu. See the difference? 

Will need to + infinitive

Contoh kalimat: Customers will need to pay an additional price to view the film.

Sama aja ya dengan contoh sebelumnya. Pernyataan ini nunjukin kalau di masa yang akan datang, akan ada kewajiban baru buat para pelanggan.

Will be required to + infinitive

Contoh kalimat: Undergrads will be required to take social justice class.

Side note buat bentuk obligation yang ini adalah bentuk kalimatnya harus passive. Yang dimaksud dengan kalimat pasif adalah kalimat yang objeknya berposisi sebagai subjek. Jadi, kalimat pasif ini lebih fokus sama objek yang dikenai tindakan, bukan objek yang melakukan tindakan. 

Baca Juga: Dari Active Voice Menjadi Passive Voice: Present Tense

Will + infinitive form of be + adjectives

Contoh kalimat: Immunization will be obligatory for certain jobs.

Nah, kalau elo mau expressing obligation menggunakan adjectives, elo bisa mengubah infinitive form-nya (am, are, is) menjadi be.

Will + infinitive + nouns

Contoh kalimat: It will be his duty to keep the arts in good condition.

Sama seperti bentuk sebelumnya, kalau elo mau menyatakan obligation menggunakan nouns, elo tinggal menggunakan to be atau verbs yang lain sebagai infinitive-nya.

Must + infinitive 

Kalau tadi yang lain harus menggunakan will, ini dia nih si paling beda. Kalau elo mau expressing obligation menggunakan must, elo nggak perlu lagi nih ngasih “will” di depannya!

Contoh kalimat: Shoppers must wear facemasks from Friday next week.

macam-macam struktur kalimat untuk menyatakan obligations in past and in future.
Structures to express obligations in the past and in the future. (Arsip Zenius)

Expressing Prohibition in Past and Future

Setelah tuntas kita bahas soal obligation, sekarang kita bakal lanjut bahas cara expressing prohibition atau larangan. Sama kayak obligation, prohibition juga punya modal verbs yang biasa digunakan. Elo bisa memakai cannot, may not, dan must not untuk expressing prohibition.

Nah, untuk penggunaan modal verbs tersebut dalam kalimat yang past dan future tentu ada perbedaannya, kan. Jadi langsung saja kita bahas cara-cara expressing prohibition in past and future!

In past

Kayak yang udah-udah, kuncian untuk membahas sesuatu di masa lampau adalah dengan menggunakan past tense. Sama juga ya, guys, sama expressing prohibition ini. Coba langsung kita bahas aja deh yuk macem-macem structure kalimatnya!

Could not + infinitive

Contoh: You couldn’t take photos in the museum. 

Could not atau couldn’t merupakan bentuk lampau dari cannot. Could not ini punya arti sebagai “tidak boleh” atau “tidak bisa”. 

Nah, dari ketiga modals yang udah gue sebut di atas tadi, ternyata cuma cannot yang punya bentuk past. May not sama must not tidak bisa dipakai untuk kalimat yang menyatakan masa lampau.

Tapi tenang, elo masih bisa menggunakan prohibition verbs. Ada apa aja tuh? Elo bisa menggunakan not allowed to, permitted to, forbidden to, dan not supposed to

Past tense of be + prohibition verbs 

contoh kalimat prohibition in the past.
It was forbidden to feed pigeons in venice! (Arsip Zenius)

Baca Juga: Verb – Pengertian, Jenis, Fungsi, Beserta Contoh Kalimatnya

In future

Nah, untuk menyatakan prohibition di masa depan, elo cuma bisa pakai satu dari tiga modal yang tadi kita bahas di atas, yaitu must not.

Buat menggunakan must not, elo nggak perlu pakai “will” lagi karena mengacu pada hal-hal yang terjadi di masa yang akan datang. Must not punya arti kayak “jangan” gitu kalau dalam bahasa Indonesia.

Contoh kalimat: You must not forget to take your medication while you are on vacation.

Selain pakai modals, elo bisa juga pakai prohibition verbs yang sama kayak yang udah kita bahas di bagian past tadi. Bedanya cuma, biar keliatan kalau ini lagi membicarakan future, elo bisa tambahkan “will” dan “be”

Will (not) + infinitive form of be+ prohibition

Contoh kalimat: Tiktok will be banned in the United States.

Wadaw, selesai juga nih pembahasan obligation dan prohibition kita! Buat menguji pemahaman elo, kita lanjut latihan soal kuy!

Contoh Soal

1. Lengkapi contoh dialog expressing obligation di bawah ini!

A: Did you hear about the new regulation?

B: Yes. Starting next year, people … a health certificate in order to get into the United States of America.

a. is required to have

b. has an obligation to had

c. has an compulsory to

d. are required to have

e. will be required to have

Jawaban: e. Jawaban A tidak tepat karena people kan bentuk plural, jadi seharusnya menggunakan verb are. Lantas, jawaban B dan C juga tidak tepat karena setelah to harus diikuti oleh infinitive verb (jawaban C tidak ada verb yang mengikuti to). Sementara jawaban D, are required merupakan present tense yang mengacu ke masa sekarang, sedangkan dalam soal terdapat keterangan waktu next year atau tahun depan (masa depan).

2. Rudi       : “May I go to toilet Ms. Lisa?”

Ms. Lisa : “….”

Coba elo lengkapi dialog di atas!

a. You may needing to go anywhere

b. You may needed to go toilet

c. You may not go anywhere until the class is finished 

d. You must went now

e. You had to going later after the class is done 

Jawaban: c. Jawaban A, B, D, dan E kurang tepat karena setelah modals, verb yang mengikuti menggunakan tense yang salah. Seharusnya, modals diikuti oleh infinitive verb.

Nah, segitu dulu pembahasan kita kali ini. Mudah-mudahan elo setuju sama gue kalau habis baca tulisan ini elo jadi makin paham sama materi expressing obligations and prohibitions, ya. 

Kalau elo mau lanjut belajar materi Bahasa Inggris kelas 11 yang lain, elo bisa banget liat di sini. Materi ini juga bisa elo temukan versi videonya dengan klik banner di bawah. See you

Expressing Obligations and Prohibitions in Past and Future - Materi Bahasa Inggris Kelas 11 9

Anyway, nggak cuma Bahasa Inggris kalau elo juga pengen belajar mata pelajaran lainnya dengan paket komplet ditemani tutor asik, sobat Zenius bisa berlangganan paket belajar yang udah kita sesuaikan sama kebutuhan elo. Yuk intip paketnya!

Paket Belajar Zenius