Mengenal Konsep Sejarah Sebagai Ilmu dan Ciri-cirinya

Salah satu ruang lingkup sejarah yang kita pelajari di kelas 10 adalah sejarah sebagai ilmu. Bagaimana konsep, ciri-ciri, dan contohnyanya? Mari kita bahas bersama.

Pernah nggak sih, elo bertanya-tanya. Kenapa ya Sejarah itu menjadi salah satu mata pelajaran wajib di sekolah?

Buat apa sih mempelajari tentang kejadian di masa lalu dan berbagai tokoh yang telah tiada di dunia ini? 

Bukankah kita justru harus move on ya dari masa lalu? 

Kenapa perlu belajar sejarah sebagai ilmu?
Belajar sejarah sebagai ilmu di sekolah. (Arsip Zenius)

Untuk memahami buat apa kita mempelajari sejarah sebagai ilmu di sekolah, kita harus memahami dulu gimana konsep sejarah sebagai ilmu itu.

Oleh karena itu, mari kita bahas pengertian, ciri-ciri, fungsi, serta kegunaan sejarah sebagai ilmu pada artikel kali ini. Yuk!

Pengertian Sejarah Sebagai Ilmu

Jadi, apa yang dimaksud dengan sejarah sebagai ilmu? Sejarah sebagai ilmu merupakan rekonstruksi peristiwa masa lalu, yang sudah direkonstruksi oleh ahli sejarah sesuai dengan kaidah keilmuan. 

Simpelnya nih, mata pelajaran Sejarah yang elo pelajari di sekolah itu, adalah contoh dari Sejarah sebagai ilmu, lho.

Buku Sejarah yang kita pelajari itu berisi rekonstruksi peristiwa masa lalu, yang telah disusun oleh para sejarawan yang ahli di bidangnya.

Supaya elo makin paham akan konsep sejarah sebagai ilmu, elo bisa nih nonton video tentang konsep dasar sejarah sebagai ilmu di aplikasi Zenius.

Langsung saja klik link di bawah ini untuk menonton video penjelasan yang asyik dan mengakses fitur-fitur Zenius seperti contoh soal, flashcard, dan tes evaluasi, yang tentunya berguna banget untuk meningkatkan pemahaman elo.

Video: Konsep Dasar Sejarah Sebagai Ilmu

Konsep dasar sejarah sebagai ilmu.
Yuk, nonton video materi konsep dasar sejarah sebagai ilmu!

Wah, Sobat Zenius, dari video tadi kita jadi tahu ya, bahwa untuk menjadi ilmu, sejarah harus memenuhi beberapa syarat penting.

Syarat-syarat ini menjadi ciri khas sejarah sebagai ilmu yang harus banget dipenuhi. Apa saja ciri-cirinya? Yuk, kita bahas di bagian selanjutnya.

Ciri-Ciri Sejarah Sebagai Ilmu

Sebelumnya kita sudah tahu bahwa untuk menjadi ilmu, sejarah harus sesuai dengan kaidah keilmuan.

Untuk memenuhi kaidah tersebut, ada beberapa syarat sejarah sebagai ilmu sebagai berikut.

Menurut KBBI, arti empiris itu “berdasarkan pengalaman (terutama yang diperoleh dari penemuan, percobaan, pengamatan yang telah dilakukan)”.

Nah, sejarah sebagai sebagai ilmu itu bersifat empiris, yang berarti harus bisa dibuktikan secara nyata. 

Bukti tersebut bisa berupa peninggalan sejarah seperti prasasti, patung, dokumen, fosil, dan pengetahuan yang memang diketahui masyarakat luas.

Seperti ilmu pengetahuan pada umumnya, sejarah juga memiliki objek untuk dikaji. Sejarah dikatakan sebagai ilmu karena memiliki objek yaitu manusia itu sendiri, serta fenomena yang dilihat dari sudut pandang waktu tertentu di masa lalu. 

Jadi, bisa disimpulkan bahwa objek yang dipelajari sejarah sebagai ilmu adalah manusia dan waktu.

Dari kajian suatu peristiwa dan manusia di masa lalu, tentu setiap ahli sejarah bisa memiliki pendapat atau teori masing-masing. Teori ini didasari pengamatan dan bukti nyata yang ada.

Dalam penyusunannya, sejarah direkonstruksi dengan menggunakan metode ilmiah, sehingga sejarah yang dikaji dapat disusun secara saintifik. Di Zenius blog, ada artikel yang membahas tentang metode ilmiah dan bisa elo baca di sini, lho.

Umumnya, generalisasi itu berarti menarik kesimpulan secara umum. Di sejarah, diperlukan juga penarikan kesimpulan secara umum dari pengamatan dan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dan sejarawan.

Nah, sekarang kita sudah tahu sejarah dapat dikatakan sebagai ilmu karena memiliki ciri-ciri tersebut. Selain itu, perlu dicatat bahwa kebenaran sejarah sebagai ilmu dapat diperoleh melalui penelitian sumber sejarah ya.

Sekarang, gue mau merekomendasikan video yang bagus banget tentang cara bekerja seperti ilmuwan sejarah.

Melalui video tersebut, elo bisa mengetahui cara kerja dari ilmuwan sejarah, lho. Langsung saja klik link di bawah ini untuk pergi ke laman video tersebut ya.

Link: Cara Bekerja Seperti Ilmuwan Sejarah

Lantas, buat apa nih sejarah dipelajari dan disusun dengan sebaik-baiknya seperti itu? Mari kita telusuri di bagian selanjutnya.

Kegunaan Sejarah Sebagai Ilmu

Dengan mempelajari sejarah, kita bisa mempelajari pola fenomena di dunia dan sifat manusia secara umum. Dari situ, kita bisa belajar apa yang sebaiknya dilakukan di masa depan.

Jadi, manusia bisa belajar dari masa lalu untuk masa depan, lho. Oleh karena itu, sejarah memang penting untuk masa yang akan datang.

Apalagi, sejarah yang dipelajari sebagai ilmu memiliki kegunaan yang bisa dibagi menjadi dua, apa saja?

  • Kegunaan intrinsik, yang artinya ilmu sejarah dapat dipelajari oleh siapa saja. Ilmu tersebut kemudian bisa digunakan oleh seseorang yang memang ingin mendalami ilmu sejarah untuk menjadi seorang guru atau ahli sejarah.
  • Kegunaan ekstrinsik, di sini sejarah dapat digunakan untuk pengembangan moral dan keterampilan lunak (soft skill) seseorang. Contohnya seperti penalaran dan berpikir kritis.

Wah, memang penting ya kegunaan sejarah itu. Kita jadi bisa memahami dunia dengan lebih baik, dan berpikir dengan wawasan luas bila kita mempelajari sejarah.

Kebetulan banget nih, ada artikel di Zenius Blog yang benar-benar membedah manfaat ilmu sejarah bagi kita. Elo bisa baca melalui link di bawah ini, ya.

Baca Juga: Coba Ngertiin Ilmu Sejarah dan Manfaatnya Buat Elo Deh!

Fungsi Sejarah Sebagai Ilmu

Sebagai ilmu, sejarah memiliki setidaknya tiga fungsi yaitu fungsi rekreatif, inspiratif, dan instruktif. Kira-kira, gimana ya maksudnya?

  • Rekreatif, untuk memberikan hiburan dan rekreasi. Contohnya kita bisa mengunjungi museum tekstil di Jakarta untuk melihat berbagai kain indah dan sejarahnya, serta mencoba kegiatan membatik, lho.
  • Inspiratif, dimana sejarah dapat menginspirasi seseorang dalam kehidupan, agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
  • Instruktif, memberikan dasar atau instruksi yang mengandung nilai-nilai. Nilai ini bisa dipetik oleh manusia untuk belajar dari masa lalu.

Next, kita bahas contoh sejarah sebagai ilmu.

Contoh Sejarah Sebagai Ilmu

Di Zenius Blog, ada banyak banget artikel yang membahas sejarah. Kira-kira artikel-artikel tersebut bisa menjadi contoh sejarah sebagai ilmu nggak ya?

Untuk menjawab itu, elo harus paham perbedaan sejarah sebagai ilmu, kisah, peristiwa, dan seni terlebih dahulu.

Nah, elo bisa cari tahu soal perbedaannya melalui artikel di bawah ini ya.

Baca Juga: Ruang Lingkup Sejarah Sebagai Ilmu, Peristiwa, Kisah, dan Seni – Materi Sejarah Kelas 10

Sekarang gue mau memberikan contoh sejarah sebagai ilmu yang elo pelajari di sekolah.  

Misalnya, elo mempelajari perjuangan kemerdekaan Indonesia gitu ya. Di situ, elo jadi memahami, bahwa kemerdekaan Indonesia itu didapatkan dengan perjuangan yang nggak main-main dan jiwa pantang menyerah.

Dengan begitu, elo belajar untuk menghargai para pejuang kemerdekaan Indonesia, dan mungkin jadi terinspirasi untuk berkontribusi lebih bagi Indonesia. Selain itu, elo juga bisa mengembangkan jiwa pantang menyerah elo.

Contoh lain lagi, misalnya elo mempelajari tentang sejarah inflasi di dunia. Dari situ, elo tentu belajar juga mengenai penyebab dari inflasi, kenapa sih inflasi bisa terjadi, dan apa yang kira-kira bisa elo lakukan sebagai bagian dari masyarakat untuk mencegah dan mengantisipasi kejadian tersebut.

Baca Juga: Bagaimana Kebijakan Subsidi Bisa Menghancurkan Negara?

Contoh Soal

Berikut ini contoh soal mengenai sejarah sebagai ilmu dan pembahasannya.

Contoh Soal 1

Sejarah sebagai ilmu memiliki ciri-ciri berikut, kecuali.…

A. Empiris

B. Objektif

C. Metode ilmiah

D. Riil

E. Subjektif

Pembahasan

Tadi kita sudah membahas lima ciri-ciri ilmu sejarah. Perlu gue tekankan, bahwa ilmu sejarah itu tidak boleh subjektif, karena harus sesuai dengan kejadian sebenarnya yang benar-benar terjadi di masa lalu.

Oleh karena itu, jawabannya adalah E.

Contoh Soal 2

Pernyataan yang tidak tepat terkait sejarah sebagai ilmu adalah.…

A. Salah satu ciri-ciri ilmu sejarah adalah sejarah memiliki objek.

B. Penulisan ilmu sejarah berdasarkan sumber yang terdokumentasi.

C. Sejarah merupakan sastra yang dinikmati oleh masyarakat luas.

D. Manusia sebagai objek sejarah juga bertindak sebagai peneliti dan ahli sejarah.

E. Ilmu sejarah direkonstruksi dengan kaidah ilmiah.

Pembahasan

Sejarah memiliki objek berupa manusia dan waktu, yang dir

ekonstruksi dengan kaidah ilmiah keilmuan. 

Selain itu, yang merekonstruksi sejarah sesuai dengan bukti atau sumber yang ada, adalah manusia itu sendiri, yang merupakan peneliti atau ahli sejarah.

Lalu bagaimana dengan pilihan jawaban C? Nah, opsi tersebut tidak tepat, karena sejarah sesuai dengan masa lalu dan kenyataan yang ada.

Oleh karena itu, pilihan jawaban yang paling tepat adalah C.

Contoh Soal 3

Kebenaran sejarah sebagai ilmu dapat diperoleh melalui.…

A. Pengalaman kakek kita

B. Penelitian sumber sejarah

C. Perkataan masyarakat setempat

D. Cerita rakyat setempat

E. Objek kajian sejarah

Pembahasan

Sobat Zenius, ilmu sejarah itu harus sesuai dengan kejadian sebenar-benarnya. Jadi, sumber sejarah itu harus dipastikan benar, nggak subjektif. Lantas, gimana cara menguji kebenaran sumbernya?

Salah satu caranya adalah melakukan penelitian. Misalnya, ada prasasti ditemukan. Ahli sejarah bisa mencoba untuk meneliti bersama dengan arkeolog, mengenai apa tulisan dan berapa umur prasasti tersebut.

Jadi, jawaban yang paling tepat adalah B.

Contoh Soal 4

Sejarah dapat dikatakan sebagai ilmu karena….

A. Merupakan cerita masa lampau yang disusun sebagai sastra

B. Menjelaskan aktivitas manusia dengan sudut pandang waktu sekarang

C. Memberikan cerita untuk fungsi rekreasi

D. Merupakan rekonstruksi masa lalu dengan kajian ilmiah

E. Menjelaskan fenomena masa yang akan datang

Pembahasan

Berdasarkan definisi sejarah sebagai ilmu yang telah kita bahas tadi, bisa disimpulkan bahwa, jawaban yang tepat adalah karena sejarah merupakan rekonstruksi masa lalu dengan kajian ilmiah ya.

Maka, jawabannya adalah D.

*********

Oke Sobat Zenius, itulah pembahasan singkat mengenai ruang lingkup sejarah sebagai ilmu. Kalau elo ingin mempelajari materi Sejarah lainnya dengan lebih dalam dan asyik, coba deh nonton video materi Zenius dan akses soal-soalnya.

cta peristiwa glasnost dan perestroika

Untuk menemani proses belajar lo, Zenius punya beberapa paket belajar yang bisa lo pilih sesuai kebutuhan lo. Yuk klik banner di bawah ini untuk berlangganan!

SKU-BELI-PAKET-BLJR-1

Sampai di sini dulu artikel kali ini, dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Struktur Archaebacteria & Ciri-Cirinya

Hi, Sobat Zenius! Kali ini gue akan mengajak elo untuk mempelajari lebih jauh tentang makhluk hidup mikroskopis, yaitu struktur archaebacteria. Materi ini akan elo temukan di mata pelajaran Biologi kelas X semester ganjil pada kurikulum 2013. 

Jadi, buat elo yang lagi duduk di bangku kelas X atau udah melewati kelas tersebut, pasti udah gak asing lagi deh sama salah satu anggota Kingdom Monera tersebut. Yuk, cus langsung aja kita bahas seluk beluk dan ciri-ciri archaebacteria di bawah ini!

Apa Itu Archaebacteria?

Tahukah elo bahwa archaebacteria merupakan salah satu dari tiga domain besar makhluk hidup? Pada tahun 1977, Carl Woese, seorang mikrobiolog asal Amerika, mengelompokkan makhluk hidup dalam tiga kelompok besar, yaitu archaebacteria, bakteri, dan eukarya.

klasifikasi archaebacteria
Tiga klasifikasi makhluk hidup oleh Carl Woese (Dok. Wikipedia)

Kemudian, pada tahun 1969, Robert H. Whittaker, seorang ekolog tanaman asal Amerika, mengelompokkan makhluk hidup dalam 5 kingdom, yaitu Animalia, Plantae, Fungi, Protista, dan Monera. Nah, archaebacteria atau archaea merupakan anggota dari Kingdom Monera yang bersifat prokariotik, yaitu tidak memiliki membran inti.

Perlu elo ketahui juga bahwa ternyata, archaebacteria ini termasuk organisme tertua yang hidup di bumi lho. Kata archaea (archaios) diambil dari bahasa Yunani yang artinya kuno atau primitif. Hal itu dikarenakan kemampuannya yang bisa hidup di lingkungan ekstrem yang diduga merupakan kondisi lingkungan awal bumi.

Ciri-ciri Archaebacteria

Kingdom Monera terdiri dari archaebacteria dan eubacteria. Meskipun keduanya sama-sama termasuk dalam organisme prokariotik yang tidak memiliki membran inti, tetapi keduanya memiliki perbedaan yang cukup fundamental. Nah, maka dari itu, elo perlu mengetahui ciri-ciri dari archaebacteria. Berikut ini merupakan ciri-ciri dari archaebacteria:

  • Organisme prokariotik.
  • Dinding sel archaebacteria terdiri dari polisakarida dan protein, dan tidak memiliki peptidoglikan.
  • Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, archaebacteria memiliki banyak RNA polimerase yang banyak mengandung polipeptida, yaitu lebih dari 8 polipeptida.
  • Archaebacteria memiliki inisiator RNA transfer (tRNA) dengan metionin yang tidak termodifikasi.
  • Memiliki kemampuan untuk hidup di tempat-tempat yang ekstrem, seperti lingkungan dengan kadar garam dan temperatur sangat tinggi.
  • Bisa menghasilkan gas metana (CH4), khususnya pada klasifikasi Euryarchaeota.
  • Tidak memiliki retikulum endoplasma (RE), mitokondria, lisosom, dan badan golgi.
  • Membran selnya tersusun atas lemak, yang berupa ikatan ester dan unit isoprene.
  • Dapat hidup dengan cara soliter (sendiri) atau koloni (berkelompok).
  • Ukuran archaebacteria sekitar 0,1 – 15 mikrometer.

Struktur Tubuh Archaebacteria

Bahas pengertian udah, ciri-ciri juga udah, sekarang bahas apa lagi ya? Yap, struktur tubuh dari archaebacteria. Coba elo perhatikan dulu gambar di bawah ini, lalu baca penjelasan dari masing-masing strukturnya agar elo semakin paham.

struktur tubuh archaebacteria
Struktur organisme uniseluler prokariotik (Dok. thoughtco.com)

Kromosom

Kromosom pada archaebacteria berbentuk sirkular. Fungsinya adalah untuk menyimpan materi genetik, yaitu DNA yang dapat digunakan untuk reproduksi dan untuk hidup selnya.

Ribosom

Ribosom adalah organel kecil yang berfungsi untuk sintesis protein.

Plasmid

Plasmid hampir sama dengan kromosom yang berisi materi genetik, namun kromosom plasmid terpisah dari kromosom utama. Plasmid ini terletak di sitoplasma. Plasmid berfungsi dalam rekayasa genetika.

Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan tidak berwarna yang ada di sel, tersusun dari air. protein, karbohidrat, lemak, garam mineral, ribosom, asam nukleat, dan garam mineral. Fungsinya sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein, mencerna makanan, dan reaksi-reaksi lainnya mengenai metabolisme sel.

Inklusi

Inklusi berfungsi untuk menyimpan hasil metabolisme.

Dinding Sel

Penyusun dinding sel archaebacteria adalah polisakarida dan protein, namun tidak memiliki peptidoglikan. Perbedaan antara archaebacteria dan eubacteria terletak pada penyusun dinding selnya.

Membran Sel atau Membran Plasma

Fungsi membran sel adalah sebagai perlindungan sekaligus transfer materi (mengatur keluar masuk zat). Membran sel atau membran plasma ini bersifat selektif semipermeabel, yaitu hanya dapat mentransfer molekul atau zat tertentu. Membran sel ini terdiri dari fosfolipid dan protein.

Kapsul

Mungkin elo bertanya-tanya, kok ada bakteri yang memiliki kapsul dan ada juga yang gak punya kapsul. Apakah mereka termasuk bakteri? Yap, tidak semua bakteri memiliki kapsul lho. Bakteri yang memiliki kapsul adalah bakteri patogen atau penyebab penyakit. Hal itu berfungsi untuk mencegah fagositosis sebagai bentuk pertahanan dirinya. Kapsul ini terbuat dari polisakarida dan air yang dapat membantu archaebacteria untuk menempel ke permukaan atau bakteri lain.

Flagella

Flagel juga sama seperti kapsul, tidak semua bakteri memiliki flagel. Biasanya, flagel ini juga disebut sebagai rambut getar yang fungsinya sebagai alat gerak. Selain flagel, ada juga bakteri yang memiliki pili. Fungsinya untuk mentransfer DNA dari satu bakteri ke bakteri lainnya selama konjugasi.

Klasifikasi Archaebacteria

Sebelumnya gue udah menyinggung sedikit bahwa archaebacteria merupakan mikroorganisme yang dapat hidup pada lingkungan ekstrem. Berikut ini merupakan klasifikasi archaebacteria berdasarkan filum:

Crenarchaeota

Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, klasifikasi yang satu ini disebut-sebut sebagai organisme yang mengoksidasi amonia paling banyak di tanah dan menyumbang sekitar 20% dari mikroorganisme yang ada pada picoplankton di lautan dunia. Yap, jenis archaea yang satu ini banyak ditemukan di lingkungan laut.

Selain itu, jenis archaea yang satu ini berasal dari lingkungan yang bersuhu tinggi, misalnya mata air panas dan ventilasi hidrotermal bawah laut.

Euryarchaeota

Mikroorganisme euryarchaeota merupakan jenis archaea yang menghasilkan metana. Baik itu metana yang berasal dari sedimen laut, maupun darat seperti persawahan. Sama seperti crenarchaeota, bahwa euryarchaeota juga termasuk mikroorganisme yang diisolasi dari lingkungan panas, metanogenik, dan prokariot yang hidup di ladang garam umumnya adalah halofilik.

Thaumarchaeota

Jenis thaumarchaeota merupakan pengoksidasi amonia yang penting bagi lingkungan perairan dan daratan. Archaea ini disebut sebagai archaea pertama yang terlibat dalam proses nitrifikasi. Contoh dari thaumarchaeota adalah Nitrosopumilus maritimus yang habitatnya adalah laut.

Korarchaeota

Menurut Pace NR., seorang penulis prosiding dari National Academy of Sciences of the United States of America, jenis korarchaeota diperoleh dari sampel mata air panas di Taman Nasional Yellowstone.

Nanoarchaeota

Jenis nanoarchaeota juga berasal dan hidup di lingkungan dengan suhu tinggi. Berdasarkan Ensiklopedia Britannica, nanoarchaeota tumbuh dan membelah di permukaan archaea yang lainnya lho. Jenis ini belum bisa terdeteksi dalam kultur murni, selama ini mereka hanya terdeteksi dalam kultur laboratorium campuran.

Reproduksi Archaebacteria

Archaebacteria melakukan reproduksi dengan cara aseksual, yaitu pembentukan tunas, pembelahan biner, dan fragmentasi. Cara reproduksi ini juga akan dialami juga oleh eubacteria. Jadi, antara archaebacteria dan eubacteria, cara reproduksinya sama aja seperti ini ya.

Pembelahan Biner

Pada reproduksi dengan cara pembelahan biner, berarti archaea membelah diri dari yang awalnya satu sel menjadi dua, empat, delapan, enam belas, dst dengan materi genetik yang sama persis. Umumnya, suatu bakteri akan membelah dalam jangka waktu 1-3 jam. Namun, dalam kondisi ideal, beberapa jenis bakteri bisa melakukan pembelahan setiap 20 menit. Cepet banget ‘kan? Intinya, hasil dari pembelahan biner itu akan menghasilkan anak yang sama persis dengan orang tuanya. Cara ini dapat terlaksana ketika berada dalam lingkungan yang menguntungkan.

Pembentukan Tunas

Archaebacteria yang menggunakan pembentukan tunas untuk reproduksi berarti akan membentuk tunas dalam bentuk ranting terlebih dahulu. Kemudian, tunas tersebut akan mengendap dan membentuk bakteri baru. Bentuk reproduksi ini akan menghasilkan organisme baru yang melekat pada tubuh organisme induknya. Ia akan melepaskan dan memisahkan diri ketika sudah matang. Karena merupakan reproduksi aseksual, sehingga hasil anaknya juga akan mirip dengan induknya, namun biasanya sel anak lebih kecil dibandingkan dengan induk.

Fragmentasi

Cara reproduksi selanjutnya adalah fragmentasi, yaitu pemutusan bagian tubuh untuk membentuk individu baru. Pokoknya elo ingat-ingat aja, kalau fragmentasi itu berarti bakteri memecah atau memisahkan diri menjadi fragmen-fragmen. Sistemnya semacam kloning lagi gitu. Pemisahan ini bisa terjadi secara sengaja maupun tidak disengaja. Bisa juga karena ulah manusia lho. Nah, kalau fragmentasi terjadi bukan karena disengaja atau tanpa persiapan awal, berarti bakteri harus mampu meregenerasi organisme menjadi lengkap lagi agar bisa berfungsi untuk reproduksi.

Nah, itu dia penjelasan mengenai archaebacteria yang termasuk dalam Kingdom Monera. Gimana nih, Sobat Zenius, udah paham belum? Kalau elo masih butuh referensi lagi mengenai archaebacteria, elo bisa nonton video pembelajaran dari Zenius di sini, elo juga bisa pelajari materi biologi lain dengan klik banner di bawah ini.

materi biologi kelas 12

Sobat Zenius, gimana kalau elo cek dulu paket belajar Zenius satu ini. Namanya Zenius Aktiva, fiturnya canggih ada contoh soal berikut video pembahasannya. Yuk cek dulu dengan klik banner di bawah ini ya!

Ciri dan Klasifikasi Archaebacteria - Materi Biologi Kelas 10 9

Baca Juga Artikel Lainnya

Ciri-ciri dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Sistem Imun dan Imunisasi

Sistem Pernapasan Manusia

Originally Published: March 10, 2021

Update By: Arieni Mayesha