Kehidupan Masyarakat pada Zaman Praaksara


Sekarang, kita hidup di zaman serba teknologi. Elo bisa belajar, berkomunikasi, sampai mendapatkan makanan dengan mudah lewat bantuan alat-alat berteknologi canggih.

Tapi, elo pernah kepikiran, nggak? Gimana sama kehidupan masyarakat praaksara? Jangankan teknologi, aksara atau tulisan aja, mereka belum kenal. Terus, gimana cara mereka bertahan hidup?

Nah, pas banget, nih. Topik tentang kehidupan masyarakat pada zaman praaksara akan kita bahas selengkapnya di artikel kali ini. Mulai dari pengantar kehidupan praaksara, kemunculan makhluk hidup, manusia purba, sampai warisan peradaban mereka.

materi Sejarah Kelas 10 Manusia Indonesia Masa Praaksara meliputi pengantar kehidupan praaksara, awal kemunculan makhluk hidup, manusia purba, dan warisan peradaban manusia purba.
Materi yang akan dipelajari dalam topik Manusia Indonesia Masa Praaksara, mata pelajaran Sejarah Kelas 10. (Arsip Zenius)

Langsung aja kalau gitu, yuk, kita bahas satu per satu!

Pengantar Kehidupan Praaksara

Sobat Zenius, kegiatan kita sehari-hari nggak bisa lepas dari yang namanya huruf atau tulisan. Contoh sederhananya, untuk mengerti materi ini, elo harus memahami setiap tulisannya. Atau, saat bepergian, elo harus bisa membaca petunjuk jalan supaya nggak kesasar.

Kegiatan-kegiatan di atas membuktikan kalau kita nggak bisa jauh dari tulisan. Sementara, kalau kita tarik waktu ke belakang, manusia purba udah hidup sebelum adanya tulisan di zaman praaksara.

Istilah praaksara berasal dari kata “pra” yang berarti sebelum dan “aksara” yang berarti tulisan. Jadi, zaman praaksara adalah masa di mana belum ditemukannya tulisan.

Perbedaan pengertian istilah masa prasejarah, masa praaksara, dan manusia purba.
Perbedaan masa prasejarah, masa praaksara, dan manusia purba. (Arsip Zenius)

Elo bisa menebak, nggak? Kira-kira, kapan zaman praaksara ini berlangsung?

Dalam buku Masa Praaksara (2019), disebutkan kalau zaman praaksara terjadi selama kurun waktu sebelum manusia menciptakan tulisan. Artinya, zaman ini udah dimulai sejak bumi terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Wah, lama banget, ya!

Terus, kapan zaman praaksara ini berakhir? Setiap wilayah di dunia punya awal dan akhir masa praaksara yang berbeda-beda. 

Di Indonesia sendiri, zaman praaksara berakhir pada abad IV Masehi yang ditandai dengan masuknya peradaban Hindu-Buddha ke Indonesia dan penemuan prasasti.

Namun, sebelum masuk ke pembahasan masyarakat praaksara, gue mau membawa elo ke masa yang jauh sebelumnya nih, jauh sebelum manusia hadir di muka bumi. Bahkan, bukan hanya manusia saja, tapi juga masa sebelum bumi dihuni oleh makhluk hidup apa pun. 

Nah, terus kalau begitu, gimana sih awal kemunculan makhluk hidup di bumi?

Munculnya Makhluk Hidup di Bumi

Awal munculnya makhluk hidup terjadi melalui berbagai kejadian dan proses. Karena itu, ada dua hal yang perlu elo pelajari terkait hal ini, yaitu periodisasi geologis dan periodisasi litik.

Periodisasi Geologis

Periodisasi geologis berkaitan sama proses terbentuknya bumi sampai munculnya kehidupan. Di periode ini, elo bisa tahu kalau ternyata, kemunculan makhluk hidup membutuhkan proses yang lama, bahkan sejak awal bumi terbentuk. Elo bisa lihat tabel perkembangannya di bawah ini.

periodisasi geologis masa praaksara meliputi masa arkeozoikum, paleozoikum, mesozoikum, dan neozoikum.
Tabel periodisasi geologis masa praaksara. (Arsip Zenius)

Nggak cuma paham tentang proses perkembangan bumi, selanjutnya, elo juga harus tahu gimana akhirnya makhluk hidup yang ada di bumi bisa beraneka ragam. Pembahasan ini bakal elo pelajari selengkapnya lewat teori evolusi.

Apa itu teori evolusi? Sobat Zenius ada yang tau artinya?

Jadi, teori evolusi adalah teori yang menjelaskan asal-usul keanekaragaman hayati yang berasal dari perkembangan bertahap dan lambat. 

Kalau gue sebutkan nama Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace, elo pasti udah nggak asing lagi. Iya, keduanya adalah tokoh yang paling terkenal dalam membahas teori evolusi ini.

Menurut Darwin, evolusi makhluk hidup terjadi karena proses adaptasi terhadap lingkungannya atau melewati proses seleksi alam. Individu yang sesuai dengan keadaan sekitar akan bisa bertahan, sedangkan yang nggak kuat akan mati.

Sejalan dengan Darwin, Wallace juga mempunyai pemikiran yang sama. Teori evolusi Wallace merupakan pengembangan dari teori seleksi alam Darwin, di mana setiap makhluk hidup perlu menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar bisa bertahan.

Tapi, sebenarnya, apa hubungannya sejarah kehidupan praaksara dengan teori evolusi di atas? 

Well, dari sini, elo bisa memahami kalau seiring kemunculan makhluk hidup di bumi, mereka akan beradaptasi dengan lingkungan agar bisa terus bertahan. Proses adaptasi inilah yang kemudian memunculkan keanekaragaman makhluk hidup di bumi.

Secara lebih detail, elo bisa baca teori evolusi dari berbagai tokoh dengan klik link berikut: Perkembangan Teori Evolusi Darwin, Lamarck, dll. 

Periodisasi Litik

Sementara itu, periodisasi litik berkaitan dengan munculnya kehidupan makhluk hidup yang memanfaatkan benda-benda alam dalam kegiatan mereka. Contohnya, manusia purba yang menggunakan kayu dan tulang untuk mengolah makanan.

Berdasarkan periodisasi litik, elo bisa lihat kalau selain proses adaptasi lingkungan, keberagaman makhluk hidup, khususnya manusia purba, juga ditentukan oleh kebudayaan dan corak kehidupannya. Maka dari itu, periodisasi litik meliputi masa paleolitikum, mesolitikum, neolitikum, dan megalitikum.

Materi Video Kemunculan Makhluk Hidup

Pelajari selengkapnya tentang proses kemunculan makhluk hidup di bumi lewat video materi yang ada di Zenius. Klik tombol di bawah ini buat nonton videonya secara gratis. Jangan lupa login dulu, ya!

Manusia Purba di Masa Praaksara

Sebelumnya, gue udah sebutkan kalau manusia purba merupakan manusia yang hidup di masa praaksara. Tapi sebenarnya, setiap daerah memiliki jenis manusia purbanya sendiri yang berubah-ubah lewat serangkaian proses yang panjang. 

Gimana tahap perkembangan manusia purba sampai muncul manusia modern? Oke, kita bahas lebih lanjut, ya.

Asal Usul Manusia Secara Umum

Secara umum, semua manusia yang ada di bumi berasal dari Afrika. Lama-kelamaan, jenis manusia itu berpindah, bermigrasi, atau hilang, sampai akhirnya menghasilkan jenis Homo sapiens (manusia modern). Elo bisa perhatikan detail perubahannya lewat gambar di bawah ini.

Proses perubahan manusia purba Australopithecus afarensis menjadi manusia modern Homo sapiens.
Diagram pohon perubahan manusia purba ke manusia modern atau Homo sapiens. (Arsip Zenius)

Nah, dalam perkembangannya, ada beberapa pendapat yang menjelaskan bagaimana asal usul manusia. Pendapat-pendapat itu selanjutnya berkembang jadi suatu teori, di antaranya:

  • Teori Out of Africa = manusia modern berasal dari bangsa Afrika karena jenis manusia purba tertua berasal negara tersebut.
  • Teori Out of Taiwan = manusia modern berasal dari Taiwan karena keseluruhan bahasa yang digunakan suku-suku Indonesia mempunyai rumpun yang sama dengan Austronesia yang berada di Taiwan.
  • Teori Out of Yunan = manusia modern berasal dari Yunan karena adanya kesamaan bahasa dan teknologi.
  • Teori Nusantara = manusia modern Nusantara berasal dari bangsa Indonesia itu sendiri karena merupakan keturunan dari Homo soloensis dan Homo wajakensis.

Oke, dari gambar sebelumnya dan teori yang bermunculan, elo jadi tahu kalau manusia purba melalui tahap perkembangan yang panjang untuk jadi manusia modern. Tapi, elo tahu, nggak, apa aja perbedaan keduanya?

Sebenarnya, perbedaan manusia purba dan manusia modern yang paling jelas bisa elo lihat dari sisi fisik. Contohnya, manusia purba punya bentuk rahang dan gigi yang besar. Sebaliknya, manusia modern punya bentuk rahang dan gigi yang lebih kecil.

Selain itu, perbedaan keduanya juga terlihat dari sisi nonfisiknya. Misalnya, dalam hal kebiasaan, salah satu yang bisa elo temukan adalah kebiasaan manusia purba dalam konsumsi makanan. Karena bergantung dengan alam, manusia purba cenderung herbivora, sementara manusia modern cenderung omnivora.

Pembahasan tentang manusia purba dan manusia modern selengkapnya bisa elo baca dengan klik link berikut: Perbedaan Manusia Purba dan Manusia Modern.

Asal Usul Manusia di Indonesia

Sekarang, yang jadi pertanyaan, dari mana asal usul nenek moyang bangsa Indonesia? Apakah berasal dari Afrika langsung, atau dari Afrika ke Cina lalu ke Indonesia, atau udah ada manusia asli dari Indonesia yang bukan dari Afrika? Elo percaya sama teori yang mana?

Hm… kalau menurut tinjauan sejarah, daerah Nusantara pada awalnya adalah tanah tak bertuan. Sampai akhirnya, bermunculan pendatang dari Afrika sejak zaman Homo erectus.

Seperti yang gue tuliskan sebelumnya, manusia purba bergantung banget sama alam. Karena alasan itulah, mereka berpindah dari satu daerah yang ke daerah yang lain untuk mendapatkan sumber makanan dan memenuhi kebutuhan mereka.

Masyarakat praaksara sangat bergantung dengan alam, sehingga mereka berpindah dari satu daerah ke daerah lain untuk memenuhi kebutuhan.
Perpindahan dan perkembangan manusia purba salah satunya disebabkan oleh keadaan untuk memenuhi kebutuhan mereka. (Arsip Zenius)

Bisa dibilang, kebiasaan manusia purba ini mirip-mirip sama elo pas lagi lapar. Kalau elo nggak menemukan makanan di meja makan, elo pasti bakal pindah ke dapur, kulkas, dan berakhir ke warteg. Sama aja, kan, kayak manusia purba yang pindah dari satu tempat ke tempat lain? Hehehe.

Selain Homo erectus, Homo sapiens juga melakukan migrasi besar-besaran ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Terus, seiring perubahan dan perkembangannya, semakin banyak jenis rumpun yang ada di Indonesia sampai akhirnya menyebut Indonesia sebagai rumah mereka.

Pembahasan asal usul manusia di Indonesia berujung pada pertanyaan siapa suku asli Indonesia. Temukan penjelasan jawabannya dengan klik link berikut: Siapakah Orang Asli Pribumi Indonesia?.

Materi Video Manusia Purba

Pembahasan tentang Teori Out of Africa, Teori Out of Yunan, Teori Out of Taiwan, Teori Nusantara, dan asal usul manusia Indonesia bisa elo tonton selengkapnya secara gratis di video materi Zenius. Login dulu, ya, biar bisa akses videonya!

Nah, dari awal kita udah bahas tentang zaman praaksara, bagaimana manusia muncul di bumi, dan asal usul mereka di Indonesia. Sekarang, waktunya elo buat mengenal kehidupan dan kebudayaan masyarakat praaksara beserta pembagiannya. Cus, langsung aja kita bahas bareng-bareng!

Warisan Peradaban Masyarakat Praaksara

Kehidupan awal masyarakat praaksara masih sederhana banget. Hal ini bisa elo lihat dari ketergantungan mereka sama alam. Contohnya, untuk melakukan perburuan, mereka masih menggunakan alat-alat dari batu.

Tapi, seiring berjalannya waktu, kehidupan masyarakat praaksara terus berubah dan berkembang. Corak kehidupannya juga semakin kompleks dan jauh lebih modern dari sebelumnya. Jadi, bagaimana corak kehidupan masyarakat praaksara?

Berdasarkan hasil penelitian dari fosil dan artefak yang ditemukan, diperkirakan manusia praaksara mengembangkan pola kehidupan berburu dan meramu, terus berlanjut ke arah bercocok tanam.

Karena itu, kalau dilihat dari corak kehidupannya, masyarakat praaksara dibagi ke dalam masa berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam dan beternak, serta masa perundagian.

Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan

Masa berburu dan mengumpulkan makanan terjadi selama periodisasi Paleolitikum (Zaman Batu Kuno) dan Mesolitikum (Zaman Batu Tengah). Di masa ini, manusia mulai menghasilkan alat-alat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari alam.

Maka dari itu, ciri kehidupan masyarakat praaksara masa berburu dan meramu adalah sebagai berikut:

  1. mengumpulkan makanan atau food gathering yang bersumber dari alam.
  2. hidup secara nomaden atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain karena menyesuaikan ketersediaan makanan.
  3. menggunakan alat-alat sederhana yang terbuat dari batu, tulang, dan kayu.
manusia purba berlindung dari bahaya binatang buas, terik matahari, dan hujan dengan cara tinggal di dalam gua.
Cara manusia purba di masa berburu dan mengumpulkan makanan bertahan hidup. (Arsip Zenius)

Pelajari lebih lanjut kehidupan masyarakat praaksara di masa berburu dan meramu melalui artikel Zenius. Caranya, klik link berikut: Kehidupan Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan.

Masa Bercocok Tanam dan Beternak

Mengikuti perubahan kondisi alam, kehidupan manusia purba di masa praaksara juga mulai berkembang. Mereka yang awalnya hanya bisa bertahan hidup dengan cara berburu dan meramu, di tahap ini bisa mendapatkan makanan dengan cara bercocok tanam.

Kehidupan masyarakat praaksara dengan bercocok tanam dan beternak terjadi di masa Neolitikum (Zaman Batu Muda) dan Megalitikum (Zaman Batu Besar). Di masa ini, manusia purba mulai menciptakan alat-alat yang sesuai untuk pertanian dan peternakan.

Dengan kata lain, masa bercocok tanam adalah periode di mana manusia purba memenuhi kebutuhannya dengan cara membersihkan hutan dan menanam tanaman. Mereka juga mulai mengenal cara beternak supaya tidak perlu lagi bergantung pada berburu binatang.

Oke, kalau gue tanya, apa perbedaan masa bercocok tanam dan beternak dengan masa kehidupan masyarakat praaksara sebelumnya? Nah, kalau di masa sebelumnya manusia purba hanya bisa food gathering, di tahap ini mereka sudah melakukan food producing atau menghasilkan makanan sendiri.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa ciri-ciri masa bercocok tanam dan beternak di antaranya:

  1. Menghasilkan makanan sendiri dengan cara bercocok tanam dan beternak.
  2. Mulai hidup menetap di suatu wilayah.
  3. Memperhalus peralatan yang digunakan agar lebih efektif dan efisien.
  4. Mengenal sistem perdagangan berupa barter.  

Kegiatan perdagangan sederhana yang dilakukan di masa bercocok tanam dan beternak membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan kelompok luar. Menurut elo, apa dampaknya?

Iya, tentu aja. Lewat interaksi itu, terjadi proses transfer teknologi dari kelompok luar yang punya kebudayaan lebih maju ke kelompok pedalaman yang masih tertinggal. 

Teknologi di sini bukan berarti gadget atau komputer, ya. Tapi, lebih ke arah alat-alat atau kebudayaan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Karena itu, muncullah masa selanjutnya yaitu masa perundagian.

Masa Perundagian 

Masa perundagian adalah masa di mana manusia purba mempunyai kemahiran teknik. Di tahap ini, muncul golongan undagi yang terdiri dari orang-orang ahli dalam bidang tertentu. Contohnya, membuat rumah, meleburkan logam, membuat gerabah, dan membentuk perhiasan.

Namanya juga keahlian, tidak semua orang bisa memilikinya. Karena itu, di masa perundagian, manusia mulai mengenal pembagian kerja. Terjadi pelapisan sosial yang memisahkan antara pembuat dan pemilik, pedagang dan pembeli, sampai pemimpin dan masyarakat.

Lebih jelasnya, ciri-ciri dari masa perundagian antara lain:

  1. Kehidupan sosial ekonomi jauh meningkat dibandingkan masa sebelumnya karena adanya kemampuan untuk mengolah perunggu dan besi.
  2. Mempunyai sistem kemasyarakatan yang teratur.
  3. Mengenal sistem pembagian kerja yang baik.
  4. Menggunakan alat-alat pertanian dari logam untuk bersawah.
  5. Melakukan perdagangan yang meliputi berbagai daerah karena kebutuhan bahan perkakas logam.

Kalau elo mau belajar materi tentang masa perundagian lebih dalam lagi, elo bisa langsung klik tautan berikut: Hasil Kebudayaan Masa Perundagian dan Kehidupan Ekonominya.

Materi Video Kehidupan dan Kebudayaan Masyarakat Praaksara

Materi tentang kebudayaan manusia purba di Indonesia, kehidupan berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam dan beternak, serta masa perundagian selengkapnya bisa elo lihat di video materi belajar Zenius. Langsung aja login dan tonton videonya secara gratis!

Contoh Soal Tentang Kehidupan Masa Praaksara

Setelah belajar materinya, gue punya beberapa contoh soal yang bisa elo kerjakan, nih. Selamat mencoba, guys!

Contoh Soal 1

Salah satu spesies dari manusia purba yang berhubungan erat dengan manusia modern, Homo sapiens, adalah Homo erectus. Apa yang dimaksud dengan Homo erectus?

a. Manusia yang berjalan tegak.

b. Manusia yang berpikir.

c. Manusia yang berkembang biak.

d. Manusia bodoh.

e. Manusia yang berburu.

Pembahasan

Istilah Homo erectus berasal dari bahasa latin dengan arti manusia yang berjalan tegak. Di Indonesia, khususnya Jawa, fosil Homo erectus paling banyak ditemukan di daerah Kedungbrubus dan Trinil antara tahun 1890 – 1891. 

Salah satu jenis Homo erectus yang paling terkenal adalah Pithecanthropus erectus yang ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Dubois menemukan beberapa fragmen fosil berupa tengkorak, tulang paha, rahang bawah, rahang atas, gigi lepas, dan tulang kering.

Gimana, udah, jelas, kan? Jadi, pilihan jawaban yang benar adalah a. Manusia yang berjalan tegak.

Contoh Soal 2

Perhatikan gambar di bawah ini!

kapak genggam yang terbuat dari batu, berukuran kecil, masih sederhana, dan belum diasah.
Gambar salah satu alat yang digunakan manusia purba. (Dok. Museum Deli Serdang via Wikimedia Commons)

Gambar tersebut menunjukkan corak kehidupan masyarakat praaksara yaitu masa….

a. Berburu yang dijadikan sebagai mata panah untuk menyerang lawan.

b. Bercocok tanam untuk membuat serat-serat pada tumbuhan.

c. Perundagian sebagai alat untuk meleburkan logam.

d. Mengumpulkan makanan yang berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan.

e. Berburu dan meramu untuk membunuh binatang.

Pembahasan

Pertama, elo harus tahu dulu, nih, apa gambar yang ditunjukkan dalam soal. Kira-kira, itu gambar apa, ya?

Oke, jadi, soal di atas memperlihatkan gambar kapak genggam. Kapak genggam adalah salah satu alat sederhana yang terbuat dari batu dan sering digunakan pada masa berburu untuk membunuh binatang.

Bentuk dari kapak ini mirip dengan kapak perimbas dan kapak penetak. Tapi, ukurannya lebih kecil dan belum diasah. Sesuai namanya, kapak genggam digunakan dengan cara menggenggam bagian ujung kapak yang lebih ramping.

Dengan begitu, bisa kita simpulkan bahwa jawaban yang tepat adalah e. Berburu dan meramu untuk membunuh binatang.

*****

Itulah gambaran singkat tentang kehidupan masyarakat pada masa praaksara. Semoga elo bisa lebih paham apa itu zaman praaksara, kemunculan manusia purba dan manusia modern, serta bagaimana kehidupan dan kebudayaan mereka.

Kalau elo mau belajar materi setiap subbabnya lebih detail lagi, langsung aja tonton video materinya di Zenius. Caranya, gampang banget. Elo tinggal klik aja banner di bawah ini! Selamat belajar, Sobat Zenius!

materi sejarah kelas 10

Referensi

Manusia Indonesia Masa Praaksara – Materi Zenius Kelas 10

Sejarah Indonesia – Dra. Veni Rosfenti, M.Pd. (2020)

Homo erectus, our ancient ancestor – Natural History Museum (2022)

Masa Praaksara – Vicky Nurul Islamiyah (2019)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *